Coretan Fans 48 Family: Yona

Monday, May 23, 2016

Yona

Perhatian!! Bagi mereka yang memiliki mental lemah, diharapkan tidak membaca cerita ini!!
.
Jangan membaca sambil makan atau minum!!
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada kejadian yang benar-benar terjadi dalam cerita ini!! Mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan cerita ini, cerita ini ditujukan hanya untuk menghibur para pembaca saja!! Tidak bermaksud untuk mengejek atau menyinggung!! Ini hanyalah fantasi si author saja!!
.
.
.
Title : Yona - 3 Kali Pertemuan
Genre : Thriller, Horror, Fanfiction, Adult (18++)
Cast :
Viviyona Apriani as Yona
Melody Nurramdhani Laksani as Melody / Imel
Galus Gani Pratamayudha as Gani
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
.
.
.
Yona
.
3 Kali Pertemuan..
.
.

~~~PoV Author : School~~~
.
‘BRUM.. BRUM.. BRUM..’ Suara knalpot motor yang menggelegar memenuhi area sekitar parkiran sebuah sekolah elit, terlihat seorang anak yang terus meng-gas motornya dengan bahagia disaksikan para siswa dan siswi yang sangat cantik. Pemilik motor tersebut dan 3 rekannya pun membuat keributan di waktu pulang sekolah..
.
“Liat motor baru gue, daks!! Keren kan!! Keluaran terbaru nih!! CBR-150!!” Teriak lelaki pemilik motor itu dengan sombong dan bangganuya bisa memperlihatkan motor keluaran terbarunya..
.
“Madep!! Gue pikir lu masih pake yang motor totol-totol kayak macan totol-totol itu!! Tapi...” Temannya berhenti berucap, “Mana cewek barunya? HAHAHA!!” Lanjutnya dengan gelak tawa yang kemudian di ikuti teman lainnya..
.
“Sialan lu pada!! Bentar lagi gue juga bawa cewek!!” Ucapnya tidak mau kalah..
.
“Siapa?”
.
“Imel lah!! Siapa lagi?”
.
“Yaelah lu, kayak gak ada cewek lain aja” Ledek temannya..
.
“Biar, terserah gue!! Daripada lu semua yang jomblo dan gak mampu ngegaet cewek!! Gue lebih baik tentunya!!”
.
“Sialan lu, Gan!! Gue sumpahin lu gak jodoh sama Imel!!”
.
“Hah? Sorry aja yah, gue gak ada rasa sama tuh cewek!!”
.
“Sok jual mahal, lu!!”
.
“Gani?!! Ayo balik!!” Ketus seorang wanita cantik yang berjalan anggun menuju orang yang dia panggil..
.
“Hmm?”
.
“Lu aja yang kesini!!” Ketus Gani balik pada wanita itu..
.
“Nah loh, baru juga di omongin, tuh anak udah muncul aja. Panjang umur” Ujar teman Gani. Lalu Imel pun sampai di dekat Gani dan sahabatnya..
.
“Tadi lu ngomong apa ke gue, Alfi?!!” Geram Imel menatap tajam pada Alfi. Sedangkan Alfi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya ketakutan..
.
“Ayo kecambah, anter dulu gue ke rumah Viny!! Dia gak masuk hari ini gara-gara sakit, dan gue mau tengok dia sekarang!!”
.
“Woi!! Siapa yang lu panggil kecambah?!! Dasar cewek---” Gani berhenti berucap karena Imel langsung memberikan isyarat pukulan tepat dihadapan wajah Gani dengan memasang wajah mengancam. “Gak jadi!!” Lanjut Gani..
.
~
.
“Gimana tadi di kelas?”
.
“Ya gitu-gitu aja, kayak biasa. Agak sepi juga sih waktu tau Viny gak masuk, gue kan duduk sama Viny” Imel melunak ketika Gani mengajak bicara..
.
“Sakit apa tuh si te—” Ucapan Gani kembali terhenti ketika Melody kembali menunjukan kepalan tangannya di depan wajah Gani yang sedang fokus menyetir. “Gak jadi!!” Teriak Gani kesal..
.
“Awas aja kalau lu ngomong kayak waktu itu lagi, gue tonjok juga lu!!”
.
“Iya iya iya!! Ribet amat sih kalau berduaan sama lu, gue jadi gak bebas!!”
.
“Ya itu sih resiko rumah bersebelahan, orang tua kerja bareng, satu sekolah, dan orang tua kita yang minta lu buat jagain gue dari kita kecil!! HAHAHA!!”
.
“Iya iya iya!! Gak usah ungkit itu juga kali, Mel!!”
.
~
.
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah Viny, rumah itu terasa sangat sepi. Imel langsung menekan bel, lalu ada jawaban melalui microphone di samping bel itu..
.
“Siapa itu?”
.
“Ini gue Vin, Imel sama Gani”
.
“Ohhh.. Lu sama kecambah itu?”
.
“???!!” Gani merasa jengkel ketika Viny memanggilnya ‘kecambah’..
.
“Ya udah, masuk aja. Di rumah gue cuma ada gue, lu langsung ke kamar gue”
.
~
.
‘TOK.. TOK.. TOK..’ Imel dan Gani mengetuk pintu..
.
“Masuk!!” Suara Viny terdengar lemah dari dalam. Dan saat mereka masuk, Viny pun sedang berbaring sambil menonton tv..
.
“Yo, gimana kabarnya?” Sapa Gani..
.
“Baik, gue baik. Gimana kabar kalian?”
.
“Ya kayak biasa aja, konflik mulu” Jawab Gani..
.
“HAHAHA!! Padahal jujur aja, yah. Kalian berdua itu cocok loh kalau pacaran, bisa jadi artis di sekolah”
.
“GAK MUNGKIN!!” Ketus Imel..
.
“Woaaahh?!! Yang bener, Vin?!! Mel? Pacaran, yuk? Gue pingin terkenal kayak lu!!”
.
“Gak mau!! Lu pacaran aja sama tiang bendera kalau lu mau terkenal!!”
.
“Jahat banget sih lu!!” Gerutu Gani manja..
.
“Vin? Gue bawa coklat sama es krim nih, gue simpen di meja, yah?”
.
“Woi!! Cebol, masa orang sakit dikasih makanan kayak gitu sih?” Tanya Gani gemas..
.
“Jangan panggil gue cebol!!”
.
“Iya lah, terserah lu. Daripada entar Viny malah tambah sakit, mending buat gue aja es krim sama coklatnya”
.
“Ehh? Gak boleh!! Lu beli aja sendiri, Gan!! Ya urusan makanan sih gue mah gak masalah selama itu enak sama gratis. Taruh aja di pinggir tv, Mel” Protes Viny..
.
“Mampus lu!!” Ketus Imel senang. Gani dan Imel pun akhirnya menemani Viny sampai orang tuanya pulang ke rumah..
.
~
.
Saat ini Gani sedang berbaring di kamarnya, mendengarkan lagu menggunakan earphone sambil bergumam mengikuti alunan lagu. Dia terganggu oleh ketukan pintu dan suara teriakan ibunya yang memerintahkannya untuk segera makan malam. Dia pun segera keluar dan menuju ruang makan..
.
“Yo..”
.
“Hmm?” Gani bergumam. “Kok lu ada disini, Mel?” Tanya Gani heran..
.
“Hehehe.. Di rumah lagi sepi makanan, jadi gue kesini deh. Terus orang tua gue lagi pergi, jadi lu sabar aja yah? Huehehe..” Imel cengengesan pada Gani..
.
“Yaelah lu!! Dan apa maksudnya itu?!! Astaga!! Gue gak bisa biarin kursi gue di duduki oleh pantat lu yang di bawah rata-rata itu!! Huaaaa!!”
.
“APAAA?!! IBUUUU!! GANI NAKAL!!” Teriak Imel keras..
.
“GANIII!!” Teriak ibu Gani dari dapur dengan lantangnya..
.
“Gani gak ganggu Imel, buuu!! Huaaaa!!” Gani tentu merasa jengkel dengan keberadaan wanita dihadapannya itu. Melody Nurramdhani Laksani, wanita cantik yang selalu mengganggu kehidupan Gani selama ini, lebih tepatnya ketika 1 SMP, dan sekarang mereka sudah kelas 2 SMA. Gani awalnya biasa saja dengan tingkah Melody, tapi kian hari tingkah laku Melody benar-benar diluar perkiraan Gani dan sulit ditebak. Dia selalu berhasil membuat Gani menjadi ‘budak’-nya dengan tingkahnya yang selalu berubah. Mulai dari manja hingga angkuh..
.
Tapi meskipun Melody bertingkah seperti itu, Gani juga tidak bisa lepas dari Melody. Ada sesuau yang memang hanya akan Melody berikan pada Gani seorang, tidak pada orang lain..
.
“Lu minggat dari situ!! Kalau kagak, gue telanjangin lu!!” Ancam Gani..
.
“IBUUUU!! GANI MESUM!!”
.
“SAYANG!!?”
.
“HUAAAA!!” Gani frustasi dengan tingkah Melody dan akhirnya pasrah saja duduk jauh dari Melody..
.
“Kalian itu udah kelas 2 SMA, tapi kelakuan masih kayak anak kecil!!” Ketus ibu Gani sambil berjalan membawa panci berisikan semur daging sapi..
.
“Gani yang mulai, ibu!!” Rengek Melody sambil melirik Gani dengan senyum kemenangan dan penuh arti..
.
Gani menatap gusar pada Melody, dia tau maksud dari senyuman itu. Senyuman yang penuh dengan kalimat kemenangan, ‘Rasain lu!! Makanya lu jangan berani macam-macam dengan cewek tercantik dan terpintar di angkatan kita, dan lu harus tunduk dihadapan gue!! HAHAHA!!’. “Haaahh.. Susah banget ngerti satu cewek, apalagi kalau banyak. Beruntung yang kayak Imel cuman sedikit, sisanya MIRIP BANGET!! HUAAAA!!” Teriak Gani dalam hati..
.
Akhirnya Gani, Melody, dan ibu Gani pun makan bersama. Ayah Gani tidak akan pulang malam ini karena masih ada urusan lain. Yah itu sebenarnya sudah biasa untuk Gani jika ayahnya itu jarang sekali pulang, pekerjaannya sebagai pemilik beberapa tambang minyak di Laut Jawa membuatnya harus memaksa menjauh dari keluarganya..
.
~
.
Mereka sudah selesai makan malam, Melody pamit pulang dan Gani terbebas dari jeratan rantai Melody. Dia segera masuk ke kamarnya dan berbaring mendengarkan lagu kembali, perlahan dia mengantuk dan akhirnya tertidur. Dan baru saja 10 menit dia tertidur, suara ketukan pintu kembali terdengar..
.
“SIAPA LAGI ITU?!!”
.
“Ini gue, Imel!! Gue masuk, yah?” Jawab Melody tanpa menunggu jawaban dari Gani dan langsung masuk ke dalam kamar. “Gue tidur disini, yah?” Lanjutnya sambil berbaring disamping Gani..
.
“Ehh? Gak boleh!! Lagian kenapa juga lu tidur disini? Terus besok sekolah Mel!!”
.
“Orang tua gue gak bakalan pulang, gue gak tau kenapa. Ya lu tau sendiri kalau gue itu gak suka dan gak bisa tidur sendirian, kan?” Jelas Melody sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. “Geser dikit, dong!!” Ketus Melody sambil mendorong Gani kesamping dekat tembok menggunakan kakinya..
.
“Yaelah lu!! Huaaaa!! Kebiasaan lu, kalau mau tidur pasti ganggu gue!! Gak usah nendang segala, Mel!!” Ketus Gani sambil menggeser tubuhnya menjauh dari Melody..
.
“Nah, gitu dong” Tempat tidur Gani sebenarnya cukup besar jika hanya untuk sendiri, bisa dipakai tidur hingga 4 orang dengan tubuh sebesar Gani yang memiliki tinggi 175 cm dan berat sekitar 55 kg..
.
“Good night, kecambah”
.
“Good night too, cebol. Awas aja kalau lu buat ‘pulau’ dibantal gue!!” Peringat Gani..
.
“Gak akan. Mungkin sih.. Hehehe..”
.
Melihat mereka berdua tidur satu kamar dan satu ranjang, pasti berpikiran yang tidak-tidak. Tapi begitulah mereka, mereka selalu tidur bersama sejak kecil. Orang tua mereka juga tidak mempermasalahkan hal itu meski umur mereka sudah masuk fase dewasa. Tapi mereka juga tidak pernah memikirkan hal-hal mesum jika berduaan meski Gani sendiri adalah orang yang mesum. Jika Gani bertingkah mesum, tentu saja Melody akan ‘menghakimi’ Gani yang bertingkah seperti itu. Hasilnya adalah Gani menghentikan tingkahnya itu..
.
***
.
“Liat tuh, Imel!! Cantik daks!! Macam model aja tuh anak, tapi sayangnya gak tinggi. Coba aja kalau kayak saingannya, Ve. Hmm.. gue yakin nanti bakalan Civil War!!”
.
“Yaelah, lu udah punya Ilen masih aja ngejar mereka. Dasar lu, Chan!!” Ucap Gani malas..
.
“Gue itu cuman kagum aja. Gue yakin lu juga kayak gitu walau lu udah pacaran sama Imel”
.
“Woi!! Bebek jantan!! Gue itu gak pacaran sama tuh cewek cebol!! Lagian kenapa gue harus pacaran sama Melody? Dia cebol, cantik sih, cuman ya kurang berisi aja tuh dada”
.
“Iya iya iya, gue tau itu. HAHAHA!!” Tawa Chandra keras..
.
“Ngomong-ngomong, Gan? Lu emangnya gak keberatan atau cemburu kalau Imel digodain kakak kelas?”
.
“Kagak cemburu sedikit pun. Ngapain juga harus gue harus cemburu? Gak ada untungnya buat gue. Tapi kalau mereka berani nyakitin cewek cebol itu, gue yang bakalan lawan mereka!!”
.
“Lu emang cowok sejati, cuman lu itu bego aja. Dasar lu!! Cewek cantik kayak Imel malah lu cuekin, kenapa lu gak deklarasi-in aja sekalian? Lu juga terkenal di sekolah, tapi sebagai supir dari primadona para cowok sekolah, gak lebih. HAHAHA!!”
.
“Terserah lu semua mau ngomong apa tentang gue, gue gak peduli. Lagian gue juga cuman sebatas teman masa kecil doang, gak lebih”
.
~
.
Sekarang adalah pelajaran olahraga, pelajaran yang sangat di tunggu oleh para anak lelaki. Selain karena bisa membuat tubuh mereka berkeringat, mereka juga bisa melihat para siswi memakai pakaian yang cukup ketat untuk menonjolkan buah dadanya atau pun pantat mereka yang aduhai. Terlebih lagi jika mereka sudah berkeringat, benar-benar membangkitkan gairah dan semangat para lelaki untuk terus berolahraga. Apalagi kelas Gani di tempati oleh salah satu bidadari kampus yang terkenal karena tubuhnya yang seksi, Shania Junianatha dan 2 sahabatnya. Yaitu Nabilah Ratna Ayu dan Natalia..
.
“Liat tuh dada, goyang-goyang kayak jelly aja. Gan? Lu mau gak salah satu dari mereka?”
.
“Siapa juga yang nolak, Wis? Ya pasti mau lah!! Apalagi kalau dapetnya Nabilah. Huehehe..”
.
“Woi!! Nabilah punya gue!! Lu berdua jangan ikut campur urusan gue, yak!!” Protes Darwis kesal..
.
“Tapi, gue heran deh sama lu. Lu itu deket sama Imel, tapi lu kayak yang gak tertarik sama tuh cewek. Jangan-jangan lu maho lagi!!”
.
“WHAT?!! GUE MAHO?!! HARGA DIRI GUE TURUN!! SIALAN LU PADA!! GUE BUKANNYA MAU SAMA IMEL, TAPI KEADAAN YANG MAKSA GUE HARUS KAYAK GITU!!” Jelas Gani kesal..
.
“Heeee? Yakin, tuh? Hehehe..”
.
“Terserah lu pada!! Gue gak peduli!!”
.
“Gani?” Guru olahraga pun memanggil Gani dan dia pun langsung mendekat pada guru..
.
“Iya, pak?”
.
“Tolong kamu ambilkan bola voli di ruang olahraga, ini kuncinya” Pinta guru Gani sambil menyerahkan kunci ruang olahraga. Tanpa banyak bicara, dia pun segera berlari cepat untuk mengambil bola voli. Saat dia sampai di ruang olahraga, dia tidak mendapatkan satu pun bola voli di ruangan itu..
.
“Anu.. Permisi, pak? Bola voli ada dimana, yah?” Tanya Gani pada guru olahraga yang sedang bersantai..
.
“Memangnya di ruangan tidak ada?”
.
‘Tidak, pak”
.
“Kalau begitu cari saja di gudang”
.
“Ehh? Baiklah, pak. Terima kasih” Ujar Gani terkejut dan pergi meninggalkan gurunya itu. “Di gudang? Kok bisa ada disana, yah? Seinget gue peralatan olahraga itu wajib ada di ruang olahraga. Tapi kenapa ada di gudang segala?” Pikir Gani bingung..
.
Gani pun berjalan menuju gudang sekolah, gudang itu sebenarnya adalah tempat untuk peralatan yang sudah tidak terpakai dan rusak. Seperti kursi, meja, papan tulis, alat praktik, dan yang lainnya. Keadaannya pun cukup rapih untuk sebuah gudang yang di isi oleh barang yang tak terpakai, meski banyak sekali debu tebal yang menyelimuti barang-barang itu..
.
Gani mencari bola voli itu, tapi tidak dia temukan. Dia masuk lebih dalam kedalam gudang, akhirnya dia menemukan beberapa bola voli yang berada di jaringnya..
.
“Heeee? Kok bisa ada disini sih?”
.
“?????”
.
‘BRUK..’ Ada sebuah barang yang terjatuh di belakang Gani, Gani pun melirik dan melihat ada seorang wanita yang sedang membereskan buku yang terjatuh. Wanita dengan cambut sebahu dan memakai jepit rambut..
.
“Buku? Cewek?”
.
“Anu.. Apa yang kamu lakukan disini?” Tanya Gani pada wanita itu..
.
“Ehh? Anu.. Aku hanya sedang membereskan buku saja, tadi terjatuh karena senggolanku” Jawab wanita itu..
.
“Seragam sekolah? Tapi kok.. beda.. yah? Sekolah dimana cewek ini?” Pikir Gani bingung. Dia melihat wanita itu memakai seragam sekolah yang asing baginya, tapi bisa sampai di gudang sekolahnya dan sedang membereskan buku..
.
“Kamu dari sekolah mana?”
.
“Aku dari sekolah ini”
.
“Heeee? Sekolah ini? Tapi kenapa seragammu berbeda?” Tanya Gani heran. Dan Gani melihat reaksi terkejut pada raut wajah wanita itu..
.
“Ehh? Itu.. aku murid pindahan, aku juga belum mendapatkan seragam” Jelasnya dengan terkejut..
.
“Oh, baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu, jangan berdiam terlalu lama di gudang ini dan cepat kembali ke kelasmu” Peringat Gani sambil pergi meninggalkan wanita itu..
.
“Iya, terima kasih”
.
“Oh ya, dari kelas mana kamu?”
.
“Aku? Aku dari kelas 11-A” Jawab wanita itu yang membuat Gani terkejut. “11-A? Berarti cewek ini satu kelas dengan si cebol itu?” Dia teringat dengan Melody yang berada di kelas itu..
.
“Oh ya? Kalau begitu aku dari kelas 11-E” Teriak Gani berlari menjauh dari gudang itu..
.
~
.
Olahraga pun dimulai ketika bola voli sudah berada di tangan para murid, mereka melakukan service dan passing bergantian. Setelah olahraga selesai, Gani kembali diminta untuk menyimpan bola voli di ruang olahraga. Tapi saat sampai disana, dia kembali melihat wanita yang sebelumnya dia temui di gudang..
.
“Kau lagi?’
.
“Ehh? Kamu yang tadi, kan?” Seru wanita itu..
.
“Apa yang kamu lakukan disini?”
.
“Tidak ada, aku hanya melihat saja. Oh ya, namamu siapa? Kita belum berkenalan tadi”
.
“Namaku Galus Gani, panggil saja Gani. Namamu?”
.
“Viviyona Apriani, panggil saja Yona”
.
“Hoooo..”
.
“Kalau begitu sampai disini dulu, aku harus segera masuk kelas. Bye..” Ucap Gani yang cepat-cepat menyimpan bola voli dan pergi dari ruangan itu, kemudian Yona pun mengikuti Gani karena Gani akan mengunci ruangan itu..
.
“Bye..”
.
Saat di perjalanan, dia tidak berhenti memikirkan tentan wanita cantik berambut pendek itu. Suaranya pun sangat khas sekali, perawakannya pun cukup ideal untuk wanita seusianya. Tapi bukan itu yang benar-benar mengganjal dalam pikiran Gani, ada sesuatu yang lebih mengganjal namun tidak dia ketahui tentang wanita itu..
.
“TUNGGU TUNGGU TUNGGU..!! RUANGAN DIKUNCI, DAN GUE YANG PEGANG KUNCI, GAK ADA KUNCI CADANGAN SELAIN KUNCI YANG GUE PEGANG..!! TAPI.. KENAPA CEWEK ITU BISA ADA DI DALEM..?!! JANG---”
.
“DOR..!!”
.
“HUAAAA..!!” Tiba-tiba Gani dikejutkan suara tembakan dan pukulan di punggungnya..
.
“Ngelamun aja, lu!! Liat ke depan, lu mau nabrak dinding, hah?!! Dasar kecambah bego!!” Suara wanita yang sangat dia benci dan sangat dia harapkan melengking menusuk telinganya..
.
“Ehh? Lu ternyata, cebol. Ngapain lu disini?”
.
“Lu yang ngapain disini. Dasar lu!! Kalau lu gak gue kagetin kayak tadi, sukses dah lu nabrak tembok!!”
.
“Lah? Terus kenapa? Bukannya lu malah seneng kalau gue nabrak tembok?”
.
“Ya kalau itu sih emang, tapi gue mau minta traktir!!”
.
“Hah?!! Traktir? Woi!! Lu kira gue apa? Bank berjalan, hah? Seenaknya aja lu nguras gue!!”
.
“Udahlah, cuman susu doang kok, gak lebih!!”
.
“Janji, yah?”
.
“Iya iya iya!! Dasar tauge cerewet!!” Akhirnya Gani pun pasrah saja mentraktir Melody membeli susu. Di saat mereka sudah sampai di kantin dan mengambil jajanan mereka sendiri, Gani teringat tentang kejadian sebelumnya..
.
“Hei, cebol. Di kelas lu ada murid pindahan, gak?”
.
“Hmm? Murid pindahan? Gak ada. Kenapa emangnya?”
.
‘DEG..’ Mendengar jawaban Melody, seketika tubuh Gani menjadi tegang, keringat keluar dengan deras, bulu kuduknya berdiri..
.
“Serius!! Bener di kelas lu gak ada murid pindahan?”
.
“Gak ada, kecambah ganteng. Di kelas gue gak ada murid pindahan, masih sama kayak dulu” Gemas Melody..
.
“KALAU DI KELAS MELODY GAK ADA MURID PINDAHAN!! BERARTI.. CEWEK TADI..!! YONA..!!” Gani semakin ketakutan tentang wanita tadi yang 2 kali datang secara tiba-tiba. Tapi dia kesampingkan pikiran negatif-nya agar dia bisa lebih tenang..
.
“Kok lu tegang gitu sih? Keringat lu keluar banyak tuh”
.
“Ehh? Ya wajar lah, gue baru selesai olahraga” Tukas Gani sedikit terkejut..
.
“Ahhh!! Gak mungkin. Sebelum gue pastiin sendiri, gue gak bakalan percaya apa yang gue pikir ini. Lagian ini kan tutur dari si cebol, belum wali kelas kelas Imel. Tapi, kalau pun emang ada murid pindahan, ya pasti Imel juga tau. Dan Yona juga tadi bilang kalau dia murid pindahan baru, tapi belum dapet seragam” Gani berpikir sejenak dan mencoba membuat pernyataannya sendiri. “Bener dugaan gue, dia kan belum dapet seragam, ya otomatis belum sekolah. Mungkin tadi dia cuman datang ke sekolah ada urusan lain dan belum masuk ke jam pelajaran”
.
***
.
Gani sekarang sedang berjalan di lorong gedung, sendirian. Melody sudah pulang duluan, sedangkan dia sendiri ingin diam dulu di sekolah untuk menghindar dari Melody yang terus bermanja ria padanya..
.
“Hmm? Dia…” Pikir Gani. “Yona? Hei!! Kau Yona, ‘kan?” Panggil Gani berteriak ketika dia mengenal sosok yang dia tau. Yona, wanita cantik yang menurutnya masih misterius meski baru 2 kali pertemuan, dan yang ke-3 kalinya untuk sekarang. Yona pun melirik ke arah Gani dan langsung tersenyum. Dia pun mendekati Gani..
.
“Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau belum pulang?”
.
“Ya, aku sedikit menghindar dari sahabatku yang manja. Kau sendiri bagaimana? Kenapa kau belum pulang? Ini udah jam 3 sore lho”
.
“Ya, aku malas di rumah. Lagipula aku lebih suka berada di sekolah daripada di rumah. Mau menemaniku berkeliling?” Tawar Yona. Gani terdiam berpikir, akhirnya dia mengangguk dan menerima ajakan Yona. Mereka berdua berkeliling sekolah sambil mengobrol..
.
“Oh ya, Gani? Aku mau tanya padamu”
.
“Apa itu?”
.
“Kau percaya hantu?”
.
“Hantu? Aku hanya percaya keberadaannya saja”
.
“Lalu, apa kau takut dengan hantu?”
.
“Tidak sama sekali”
.
“Pantas saja kau tidak terkejut dengan kehadiranku”
.
“Hmm?” Gani bergumam bingung, dia pun berhenti berjalan. “Jangan-jangan, kau memang hantu?” Tanya Gani sedikit bergetar. Dia mencoba tenang untuk membuktikan perkataannya yang tadi jika dia memang tidak takut dengan hantu..
.
“…..” Yona terdiam. Justru diamnya Yona itulah yang mungkin membuat pertanyaan Gani menguat tentang kebenarannya..
.
“Oh ya, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan” Ujar Yona..
.
“Kau hantu, tapi aku bisa melihatmu. Padahal aku tidak membuka indra ke-6 ku, sungguh hebat sekali. Atau mungkin itu terbuka dengan sendirinya” Gani berbicara sendiri sambil tersenyum gemas. “Lalu, apa yang ingin kau sampaikan padaku?”
.
“Begini, sebenarnya sudah banyak orang yang bertemu denganku. Hampir setiap tahun selalu ada yang bertemu denganku, dan mereka semua---” Yona menghentikan ucapannya, menggantungnya untuk Gani dan membuat Gani lebih penasaran..
.
“Mereka ketakutan?”
.
“Tidak, mereka mati...” Ujar Yona dengan suara yang menyeramkan. Tiba-tiba Gani merasakan suasana di sekitarnya berubah, suasana mencekam dan mengerikan langsung terasa olehnya. Bulu kuduknya mendadak berdiri, tubuhnya tegang, dan dia mengeluarkan keringat dingin..
.
“Hei… Apa kau sudah siap untuk mati?” Tanya Yona sambil berbalik menghadap Gani. Dan sungguh sosok Yona sangat menakutkan untuk Gani, benar-benar berubah 180 derajat dari sebelumnya. Wajahnya dipenuhi darah dan nanah, serta goresan dari benda tajam. Kulitnya hitam dan mengelupas, aroma busuk menusuk hidung Gani. Rambutnya berubah menjadi merah tua karena darah, pakaian yang robek. Tatapan mata yang menakutkan dan mengerikan, tatapan yang membunuh jiwa Gani..
.
“!!!!!” Gani benar-benar tidak bisa bergerak karena ketakutan, bahkan berpikir saja dia tidak mampu. Seluruh tubuhnya mati hanya karena sosok Yona yang sebenarnya dan tatapannya yang mengerikan itu. Yona memegang sebuah pisau yang cukup besar dan berlumuran darah. Sosok Yona yang Gani kenal dalam 3 kali pertemuan, tapi sudah berubah menjadi sosok yang mengerikan..
.
Yona melayang mendekat pada Gani, darah dan nanah menetes. Sambil melayang mendekat, dia buka jubah hitam yang penuh robekan itu. Sekali lagi hal yang Yona perbuat membuat Gani tidak bisa berkutik lagi. Tubuhnya benar-benar menjijikan, penuh belatung dan serangga. Bahkan ada sebuah luka sobek horizontal di perutnya..
.
‘CRET.. CRET.. BUK..’ Tanpa basa-basi, Yona langsung menusuk Gani menggunakan pisau itu. Dia tusuk Gani berulang kali, sedangkan wajah Gani sekarang menampilkan ekspresi terkejut dan tidak percaya penuh darah. Dia tidak bergerak sedikit pun karena sudah mati. Yona beranjak ke atas Gani dan duduk di atasnya, kembali dia menusuk Gani berulang kali. Dia iris wajah Gani, bahkan dia mencongkel 1 mata Gani, kemudian dia makan sendiri. Setelah dia menusuk Gani menggunakan pisau belasan kali, dia pun kembali berubah menjadi Yona yang sebelumnya. Sosok berparas cantik dengan rambut hitam mengkilap sebahu..
.
“Gani..!! Kau sungguh manis sekali!!” Lirih Yona sambil mengusap wajah Gani yang sudah terlemuri oleh darah. “Kau sungguh tampan sekali jika wajahmu dipenuhi luka gores, dan satu matamu benar-benar membuatmu gagah sekali!!” Yona mencium bibir Gani dan menghisapnya dengan ganas, wajahnya pun berlumuran darah Gani..
.
“Darahmu sangat menyegarkan. Dan matamu tadi, sungguh kau memiliki mata dengan kualitas yang baik”
.
‘TRAK.. CRATS.. CRATS..’ Yona memutar kepala Gani terus menerus, dan akhirnya dia pun memotong menuggunakan pisau yang sama seperti sebelumnya. Kemudian dia angkat kepala Gani..
.
“Begini juga sudah cukup” Gumam Yona sambil tersenyum bahagia. Dia pun pergi meninggalkan tubuh Gani tanpa kepala itu, dan dia membawa kepala itu ke ruang guru..
.
.
~~~PoV Author : Home~~~
.
“Si kecambah kemana sih?!! Gue teleponin, gak di angkat. Gue message, gak di bales. Pasti tuh anak lagi nyombongin motor baru lagi!! Dasar kecambah gak guna!! Gue sumpahi motor lu di tembak tank!!” Gumam Melody gelisah. Dia sendiri sedang berada di kamar Gani, dia gelisah karena tidak bisa bermanja dan ‘menguras’ kantong celana Gani lebih dalam lagi untuk memenuhi perutnya yang lapar akan jajanan luar..
.
‘TING.. NONG..’ Bel rumah Gani berbunyi, saat itu hanya ada Melody seorang saja. Orang tua Gani sedang pergi, itu sebabnya juga dia menunggu kedatangan Gani di rumahnya. Melody berjalan keluar kamar, kemudian dia pun membuka pintu..
.
“Iya? Ada perlu apa?”
.
“Kamu Melody, ‘kan?” Tanyanya sambil tersenyum penuh arti..
.
“Iya, aku Melody. Kamu siapa?” Tanya Melody tanpa ada rasa curiga sedikit pun..
.
“Aku Viviyona Apriani, panggil saja Yona. Aku dapat pesan dari Gani untuk memberikan ini” Ujar Yona sambil menyerahkan sebuah kado..
.
“Ehh? Ini kado, ‘kan?” Tanya Melody sambil menerima kado itu. Tapi saat dia menerimanya, dia mencium bau amis darah yang menjijikan, dia juga merasakan jika bawah kotak itu basah. Saat dia melihat ke bawah, sudah ada beberapa tetesan darah yang menodai lantai rumah Gani..
.
“APA MAKSUDNYA INI?!!” Teriaknya ketakutan. Yona tersenyum, lalu dia buka kotak itu secara cepat. Dan Melody terkejut bukan kepalang ketika melihat isinya, yaitu kepala Gani..
.
“KYAAAA!!” Teriaknya sambil membuang kotak itu, dan otomatis kepala Gani terlempar keluar kotak. Dan itu malah membuat Melody semakin ketakutan. Dia berteriak dan menangis sekerasnya melihat pemandangan yang mengerikan itu..
.
‘BRAK..’ Pintu tiba-tiba tertutup sendiri, dan Yona kembali berubah seperti sebelumnya saat membunuh Gani dengan sadis..
.
“KYAAAA!!”
.
‘CYUT.. CYUT.. CYUT..’ Yona menembak kepala Melody menggunakan paku tembak secara terus menerus, dan seketika Melody pun langsung meregang nyawa. Bahkan wajah dan tubuh pun tidak luput dari paku itu, hingga akhirnya seluruh paku yang tadinya berada pada mesin otomatis itu berpindah dan menancap pada tubuh Melody..
.
“HAHAHA!! Menyenangkan sekali membunuh orang!!”
.
“Membunuh… Aku harus menemukan cara membunuh yang baru. Beruntung sekali aku menemukan paku tembak ini di ruang guru. Mungkin di lain hari, aku akan membunuh dengan cara yang tidak biasa seperti membunuh Melody dan Gani”
.
Yona pergi meninggalkan 2 korban yang mati mengerikan dan tragis itu, tidak berapa lama, hujan pun turun dengan deras. Dia kembali ke sekolah, tepatnya menuju gudang..
.
“Aku akan menunggu kalian, atau jika beruntung, aku yang akan mendatangi kalian. Bersiaplah. Jangan takut berkenalan denganku, aku tidak jahat, aku sangat baik karena tidak memberikan rasa sakit pada kalian para calon korban”
.
“Mungkin aku harus seperti tadi? Mengunjungi rumah kalian secara terang-terangan, atau secara sembunyi-sembunyi. Seperti melalui jendela kamar? HAHAHA!!”
.
“Dan untuk kalian, bersiaplah untuk kedatanganku..!!”~~~~~


  
Monday, May 23, 2016
-

Monday, May 23, 2016

No comments:

Post a Comment