.
Jangan membaca sambil makan atau minum!!
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada kejadian yang benar-benar terjadi dalam cerita ini!! Mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan cerita ini, cerita ini ditujukan hanya untuk menghibur para pembaca saja!! Tidak bermaksud untuk mengejek atau menyinggung!! Ini hanyalah fantasi si author saja!!
.
.
.
Title : Yona - 3 Kali Pertemuan
Genre : Thriller, Horror, Fanfiction, Adult (18++)
Cast :
Viviyona Apriani as Yona
Melody Nurramdhani Laksani as Melody / Imel
Galus Gani Pratamayudha as Gani
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
.
.
.
Yona
.
3 Kali Pertemuan..
.
.
~~~PoV Author : School~~~
.
‘BRUM.. BRUM.. BRUM..’ Suara knalpot motor yang
menggelegar memenuhi area sekitar parkiran sebuah sekolah elit, terlihat
seorang anak yang terus meng-gas motornya dengan bahagia disaksikan para siswa
dan siswi yang sangat cantik. Pemilik motor tersebut dan 3 rekannya pun membuat
keributan di waktu pulang sekolah..
.
“Liat motor baru gue, daks!! Keren kan!! Keluaran
terbaru nih!! CBR-150!!” Teriak lelaki pemilik motor itu dengan sombong dan
bangganuya bisa memperlihatkan motor keluaran terbarunya..
.
“Madep!! Gue pikir lu masih pake yang motor
totol-totol kayak macan totol-totol itu!! Tapi...” Temannya berhenti berucap,
“Mana cewek barunya? HAHAHA!!” Lanjutnya dengan gelak tawa yang kemudian di
ikuti teman lainnya..
.
“Sialan lu pada!! Bentar lagi gue juga bawa cewek!!”
Ucapnya tidak mau kalah..
.
“Siapa?”
.
“Imel lah!! Siapa lagi?”
.
“Yaelah lu, kayak gak ada cewek lain aja” Ledek temannya..
.
“Biar, terserah gue!! Daripada lu semua yang jomblo
dan gak mampu ngegaet cewek!! Gue lebih baik tentunya!!”
.
“Sialan lu, Gan!! Gue sumpahin lu gak jodoh sama
Imel!!”
.
“Hah? Sorry aja yah, gue gak ada rasa sama tuh cewek!!”
.
“Sok jual mahal, lu!!”
.
“Gani?!! Ayo balik!!”
Ketus seorang wanita cantik yang berjalan anggun menuju orang yang dia
panggil..
.
“Hmm?”
.
“Lu aja yang kesini!!”
Ketus Gani balik pada wanita itu..
.
“Nah loh, baru juga di
omongin, tuh anak udah muncul aja. Panjang umur” Ujar teman Gani. Lalu Imel pun
sampai di dekat Gani dan sahabatnya..
.
“Tadi lu ngomong apa ke
gue, Alfi?!!” Geram Imel menatap tajam pada Alfi. Sedangkan Alfi pun hanya bisa
menggelengkan kepalanya ketakutan..
.
“Ayo kecambah, anter dulu
gue ke rumah Viny!! Dia gak masuk hari ini gara-gara sakit, dan gue mau tengok
dia sekarang!!”
.
“Woi!! Siapa yang lu
panggil kecambah?!! Dasar cewek---” Gani berhenti berucap karena Imel langsung
memberikan isyarat pukulan tepat dihadapan wajah Gani dengan memasang wajah
mengancam. “Gak jadi!!” Lanjut Gani..
.
~
.
“Gimana tadi di kelas?”
.
“Ya gitu-gitu aja, kayak
biasa. Agak sepi juga sih waktu tau Viny gak masuk, gue kan duduk sama Viny”
Imel melunak ketika Gani mengajak bicara..
.
“Sakit apa tuh si te—”
Ucapan Gani kembali terhenti ketika Melody kembali menunjukan kepalan tangannya
di depan wajah Gani yang sedang fokus menyetir. “Gak jadi!!” Teriak Gani
kesal..
.
“Awas aja kalau lu
ngomong kayak waktu itu lagi, gue tonjok juga lu!!”
.
“Iya iya iya!! Ribet amat
sih kalau berduaan sama lu, gue jadi gak bebas!!”
.
“Ya itu sih resiko rumah
bersebelahan, orang tua kerja bareng, satu sekolah, dan orang tua kita yang
minta lu buat jagain gue dari kita kecil!! HAHAHA!!”
.
“Iya iya iya!! Gak usah
ungkit itu juga kali, Mel!!”
.
~
.
Akhirnya mereka berdua
sampai di rumah Viny, rumah itu terasa sangat sepi. Imel langsung menekan bel,
lalu ada jawaban melalui microphone di samping bel itu..
.
“Siapa itu?”
.
“Ini gue Vin, Imel sama
Gani”
.
“Ohhh.. Lu sama kecambah
itu?”
.
“???!!” Gani merasa
jengkel ketika Viny memanggilnya ‘kecambah’..
.
“Ya udah, masuk aja. Di
rumah gue cuma ada gue, lu langsung ke kamar gue”
.
~
.
‘TOK.. TOK.. TOK..’ Imel
dan Gani mengetuk pintu..
.
“Masuk!!” Suara Viny
terdengar lemah dari dalam. Dan saat mereka masuk, Viny pun sedang berbaring
sambil menonton tv..
.
“Yo, gimana kabarnya?”
Sapa Gani..
.
“Baik, gue baik. Gimana
kabar kalian?”
.
“Ya kayak biasa aja,
konflik mulu” Jawab Gani..
.
“HAHAHA!! Padahal jujur
aja, yah. Kalian berdua itu cocok loh kalau pacaran, bisa jadi artis di
sekolah”
.
“GAK MUNGKIN!!” Ketus
Imel..
.
“Woaaahh?!! Yang bener,
Vin?!! Mel? Pacaran, yuk? Gue pingin terkenal kayak lu!!”
.
“Gak mau!! Lu pacaran aja
sama tiang bendera kalau lu mau terkenal!!”
.
“Jahat banget sih lu!!”
Gerutu Gani manja..
.
“Vin? Gue bawa coklat
sama es krim nih, gue simpen di meja, yah?”
.
“Woi!! Cebol, masa orang
sakit dikasih makanan kayak gitu sih?” Tanya Gani gemas..
.
“Jangan panggil gue
cebol!!”
.
“Iya lah, terserah lu.
Daripada entar Viny malah tambah sakit, mending buat gue aja es krim sama
coklatnya”
.
“Ehh? Gak boleh!! Lu beli
aja sendiri, Gan!! Ya urusan makanan sih gue mah gak masalah selama itu enak
sama gratis. Taruh aja di pinggir tv, Mel” Protes Viny..
.
“Mampus lu!!” Ketus Imel
senang. Gani dan Imel pun akhirnya menemani Viny sampai orang tuanya pulang ke
rumah..
.
~
.
Saat ini Gani sedang
berbaring di kamarnya, mendengarkan lagu menggunakan earphone sambil bergumam
mengikuti alunan lagu. Dia terganggu oleh ketukan pintu dan suara teriakan
ibunya yang memerintahkannya untuk segera makan malam. Dia pun segera keluar
dan menuju ruang makan..
.
“Yo..”
.
“Hmm?” Gani bergumam.
“Kok lu ada disini, Mel?” Tanya Gani heran..
.
“Hehehe.. Di rumah lagi
sepi makanan, jadi gue kesini deh. Terus orang tua gue lagi pergi, jadi lu
sabar aja yah? Huehehe..” Imel cengengesan pada Gani..
.
“Yaelah lu!! Dan apa
maksudnya itu?!! Astaga!! Gue gak bisa biarin kursi gue di duduki oleh pantat
lu yang di bawah rata-rata itu!! Huaaaa!!”
.
“APAAA?!! IBUUUU!! GANI
NAKAL!!” Teriak Imel keras..
.
“GANIII!!” Teriak ibu
Gani dari dapur dengan lantangnya..
.
“Gani gak ganggu Imel,
buuu!! Huaaaa!!” Gani tentu merasa jengkel dengan keberadaan wanita
dihadapannya itu. Melody Nurramdhani Laksani, wanita cantik yang selalu
mengganggu kehidupan Gani selama ini, lebih tepatnya ketika 1 SMP, dan sekarang
mereka sudah kelas 2 SMA. Gani awalnya biasa saja dengan tingkah Melody, tapi
kian hari tingkah laku Melody benar-benar diluar perkiraan Gani dan sulit
ditebak. Dia selalu berhasil membuat Gani menjadi ‘budak’-nya dengan tingkahnya
yang selalu berubah. Mulai dari manja hingga angkuh..
.
Tapi meskipun Melody
bertingkah seperti itu, Gani juga tidak bisa lepas dari Melody. Ada sesuau yang
memang hanya akan Melody berikan pada Gani seorang, tidak pada orang lain..
.
“Lu minggat dari situ!!
Kalau kagak, gue telanjangin lu!!” Ancam Gani..
.
“IBUUUU!! GANI MESUM!!”
.
“SAYANG!!?”
.
“HUAAAA!!” Gani frustasi
dengan tingkah Melody dan akhirnya pasrah saja duduk jauh dari Melody..
.
“Kalian itu udah kelas 2
SMA, tapi kelakuan masih kayak anak kecil!!” Ketus ibu Gani sambil berjalan
membawa panci berisikan semur daging sapi..
.
“Gani yang mulai, ibu!!”
Rengek Melody sambil melirik Gani dengan senyum kemenangan dan penuh arti..
.
Gani menatap gusar pada
Melody, dia tau maksud dari senyuman itu. Senyuman yang penuh dengan kalimat
kemenangan, ‘Rasain lu!! Makanya lu jangan berani macam-macam dengan cewek
tercantik dan terpintar di angkatan kita, dan lu harus tunduk dihadapan gue!!
HAHAHA!!’. “Haaahh.. Susah banget ngerti satu cewek, apalagi kalau banyak.
Beruntung yang kayak Imel cuman sedikit, sisanya MIRIP BANGET!! HUAAAA!!”
Teriak Gani dalam hati..
.
Akhirnya Gani, Melody,
dan ibu Gani pun makan bersama. Ayah Gani tidak akan pulang malam ini karena
masih ada urusan lain. Yah itu sebenarnya sudah biasa untuk Gani jika ayahnya
itu jarang sekali pulang, pekerjaannya sebagai pemilik beberapa tambang minyak
di Laut Jawa membuatnya harus memaksa menjauh dari keluarganya..
.
~
.
Mereka sudah selesai
makan malam, Melody pamit pulang dan Gani terbebas dari jeratan rantai Melody.
Dia segera masuk ke kamarnya dan berbaring mendengarkan lagu kembali, perlahan
dia mengantuk dan akhirnya tertidur. Dan baru saja 10 menit dia tertidur, suara
ketukan pintu kembali terdengar..
.
“SIAPA LAGI ITU?!!”
.
“Ini gue, Imel!! Gue
masuk, yah?” Jawab Melody tanpa menunggu jawaban dari Gani dan langsung masuk
ke dalam kamar. “Gue tidur disini, yah?” Lanjutnya sambil berbaring disamping
Gani..
.
“Ehh? Gak boleh!! Lagian
kenapa juga lu tidur disini? Terus besok sekolah Mel!!”
.
“Orang tua gue gak
bakalan pulang, gue gak tau kenapa. Ya lu tau sendiri kalau gue itu gak suka
dan gak bisa tidur sendirian, kan?” Jelas Melody sambil menarik selimut untuk
menutupi tubuhnya. “Geser dikit, dong!!” Ketus Melody sambil mendorong Gani
kesamping dekat tembok menggunakan kakinya..
.
“Yaelah lu!! Huaaaa!!
Kebiasaan lu, kalau mau tidur pasti ganggu gue!! Gak usah nendang segala,
Mel!!” Ketus Gani sambil menggeser tubuhnya menjauh dari Melody..
.
“Nah, gitu dong” Tempat
tidur Gani sebenarnya cukup besar jika hanya untuk sendiri, bisa dipakai tidur
hingga 4 orang dengan tubuh sebesar Gani yang memiliki tinggi 175 cm dan berat
sekitar 55 kg..
.
“Good night, kecambah”
.
“Good night too, cebol. Awas
aja kalau lu buat ‘pulau’ dibantal gue!!” Peringat Gani..
.
“Gak akan. Mungkin sih..
Hehehe..”
.
Melihat mereka berdua
tidur satu kamar dan satu ranjang, pasti berpikiran yang tidak-tidak. Tapi
begitulah mereka, mereka selalu tidur bersama sejak kecil. Orang tua mereka
juga tidak mempermasalahkan hal itu meski umur mereka sudah masuk fase dewasa.
Tapi mereka juga tidak pernah memikirkan hal-hal mesum jika berduaan meski Gani
sendiri adalah orang yang mesum. Jika Gani bertingkah mesum, tentu saja Melody akan
‘menghakimi’ Gani yang bertingkah seperti
itu. Hasilnya adalah Gani menghentikan tingkahnya itu..
.
***
.
“Liat tuh, Imel!! Cantik
daks!! Macam model aja tuh anak, tapi sayangnya gak tinggi. Coba aja kalau
kayak saingannya, Ve. Hmm.. gue yakin nanti bakalan Civil War!!”
.
“Yaelah, lu udah punya Ilen
masih aja ngejar mereka. Dasar lu, Chan!!” Ucap Gani malas..
.
“Gue itu cuman kagum aja.
Gue yakin lu juga kayak gitu walau lu udah pacaran sama Imel”
.
“Woi!! Bebek jantan!! Gue
itu gak pacaran sama tuh cewek cebol!! Lagian kenapa gue harus pacaran sama
Melody? Dia cebol, cantik sih, cuman ya kurang berisi aja tuh dada”
.
“Iya iya iya, gue tau
itu. HAHAHA!!” Tawa Chandra keras..
.
“Ngomong-ngomong, Gan? Lu
emangnya gak keberatan atau cemburu kalau Imel digodain kakak kelas?”
.
“Kagak cemburu sedikit
pun. Ngapain juga harus gue harus cemburu? Gak ada untungnya buat gue. Tapi
kalau mereka berani nyakitin cewek cebol itu, gue yang bakalan lawan mereka!!”
.
“Lu emang cowok sejati,
cuman lu itu bego aja. Dasar lu!! Cewek cantik kayak Imel malah lu cuekin,
kenapa lu gak deklarasi-in aja sekalian? Lu juga terkenal di sekolah, tapi
sebagai supir dari primadona para cowok sekolah, gak lebih. HAHAHA!!”
.
“Terserah lu semua mau
ngomong apa tentang gue, gue gak peduli. Lagian gue juga cuman sebatas teman
masa kecil doang, gak lebih”
.
~
.
Sekarang adalah pelajaran
olahraga, pelajaran yang sangat di tunggu oleh para anak lelaki. Selain karena
bisa membuat tubuh mereka berkeringat, mereka juga bisa melihat para siswi memakai
pakaian yang cukup ketat untuk menonjolkan buah dadanya atau pun pantat mereka
yang aduhai. Terlebih lagi jika mereka sudah berkeringat, benar-benar
membangkitkan gairah dan semangat para lelaki untuk terus berolahraga. Apalagi
kelas Gani di tempati oleh salah satu bidadari kampus yang terkenal karena
tubuhnya yang seksi, Shania Junianatha dan 2 sahabatnya. Yaitu Nabilah Ratna
Ayu dan Natalia..
.
“Liat tuh dada,
goyang-goyang kayak jelly aja. Gan? Lu mau gak salah satu dari mereka?”
.
“Siapa juga yang nolak,
Wis? Ya pasti mau lah!! Apalagi kalau dapetnya Nabilah. Huehehe..”
.
“Woi!! Nabilah punya
gue!! Lu berdua jangan ikut campur urusan gue, yak!!” Protes Darwis kesal..
.
“Tapi, gue heran deh sama
lu. Lu itu deket sama Imel, tapi lu kayak yang gak tertarik sama tuh cewek.
Jangan-jangan lu maho lagi!!”
.
“WHAT?!! GUE MAHO?!!
HARGA DIRI GUE TURUN!! SIALAN LU PADA!! GUE BUKANNYA MAU SAMA IMEL, TAPI
KEADAAN YANG MAKSA GUE HARUS KAYAK GITU!!” Jelas Gani kesal..
.
“Heeee? Yakin, tuh?
Hehehe..”
.
“Terserah lu pada!! Gue
gak peduli!!”
.
“Gani?” Guru olahraga pun
memanggil Gani dan dia pun langsung mendekat pada guru..
.
“Iya, pak?”
.
“Tolong kamu ambilkan
bola voli di ruang olahraga, ini kuncinya” Pinta guru Gani sambil menyerahkan
kunci ruang olahraga. Tanpa banyak bicara, dia pun segera berlari cepat untuk
mengambil bola voli. Saat dia sampai di ruang olahraga, dia tidak mendapatkan
satu pun bola voli di ruangan itu..
.
“Anu.. Permisi, pak? Bola
voli ada dimana, yah?” Tanya Gani pada guru olahraga yang sedang bersantai..
.
“Memangnya di ruangan
tidak ada?”
.
‘Tidak, pak”
.
“Kalau begitu cari saja
di gudang”
.
“Ehh? Baiklah, pak.
Terima kasih” Ujar Gani terkejut dan pergi meninggalkan gurunya itu. “Di
gudang? Kok bisa ada disana, yah? Seinget gue peralatan olahraga itu wajib ada
di ruang olahraga. Tapi kenapa ada di gudang segala?” Pikir Gani bingung..
.
Gani pun berjalan menuju
gudang sekolah, gudang itu sebenarnya adalah tempat untuk peralatan yang sudah
tidak terpakai dan rusak. Seperti kursi, meja, papan tulis, alat praktik, dan
yang lainnya. Keadaannya pun cukup rapih untuk sebuah gudang yang di isi oleh
barang yang tak terpakai, meski banyak sekali debu tebal yang menyelimuti
barang-barang itu..
.
Gani mencari bola voli
itu, tapi tidak dia temukan. Dia masuk lebih dalam kedalam gudang, akhirnya dia
menemukan beberapa bola voli yang berada di jaringnya..
.
“Heeee? Kok bisa ada
disini sih?”
.
“?????”
.
‘BRUK..’ Ada sebuah
barang yang terjatuh di belakang Gani, Gani pun melirik dan melihat ada seorang
wanita yang sedang membereskan buku yang terjatuh. Wanita dengan cambut sebahu
dan memakai jepit rambut..
.
“Buku? Cewek?”
.
“Anu.. Apa yang kamu
lakukan disini?” Tanya Gani pada wanita itu..
.
“Ehh? Anu.. Aku hanya
sedang membereskan buku saja, tadi terjatuh karena senggolanku” Jawab wanita
itu..
.
“Seragam sekolah? Tapi
kok.. beda.. yah? Sekolah dimana cewek ini?” Pikir Gani bingung. Dia melihat
wanita itu memakai seragam sekolah yang asing baginya, tapi bisa sampai di
gudang sekolahnya dan sedang membereskan buku..
.
“Kamu dari sekolah mana?”
.
“Aku dari sekolah ini”
.
“Heeee? Sekolah ini? Tapi
kenapa seragammu berbeda?” Tanya Gani heran. Dan Gani melihat reaksi terkejut
pada raut wajah wanita itu..
.
“Ehh? Itu.. aku murid
pindahan, aku juga belum mendapatkan seragam” Jelasnya dengan terkejut..
.
“Oh, baiklah. Kalau
begitu aku pergi dulu, jangan berdiam terlalu lama di gudang ini dan cepat
kembali ke kelasmu” Peringat Gani sambil pergi meninggalkan wanita itu..
.
“Iya, terima kasih”
.
“Oh ya, dari kelas mana
kamu?”
.
“Aku? Aku dari kelas 11-A”
Jawab wanita itu yang membuat Gani terkejut. “11-A? Berarti cewek ini satu
kelas dengan si cebol itu?” Dia teringat dengan Melody yang berada di kelas
itu..
.
“Oh ya? Kalau begitu aku
dari kelas 11-E” Teriak Gani berlari menjauh dari gudang itu..
.
~
.
Olahraga pun dimulai
ketika bola voli sudah berada di tangan para murid, mereka melakukan service
dan passing bergantian. Setelah olahraga selesai, Gani kembali diminta untuk
menyimpan bola voli di ruang olahraga. Tapi saat sampai disana, dia kembali melihat
wanita yang sebelumnya dia temui di gudang..
.
“Kau lagi?’
.
“Ehh? Kamu yang tadi,
kan?” Seru wanita itu..
.
“Apa yang kamu lakukan
disini?”
.
“Tidak ada, aku hanya
melihat saja. Oh ya, namamu siapa? Kita belum berkenalan tadi”
.
“Namaku Galus Gani, panggil
saja Gani. Namamu?”
.
“Viviyona Apriani,
panggil saja Yona”
.
“Hoooo..”
.
“Kalau begitu sampai
disini dulu, aku harus segera masuk kelas. Bye..” Ucap Gani yang cepat-cepat
menyimpan bola voli dan pergi dari ruangan itu, kemudian Yona pun mengikuti Gani
karena Gani akan mengunci ruangan itu..
.
“Bye..”
.
Saat di perjalanan, dia
tidak berhenti memikirkan tentan wanita cantik berambut pendek itu. Suaranya
pun sangat khas sekali, perawakannya pun cukup ideal untuk wanita seusianya.
Tapi bukan itu yang benar-benar mengganjal dalam pikiran Gani, ada sesuatu yang
lebih mengganjal namun tidak dia ketahui tentang wanita itu..
.
“TUNGGU TUNGGU TUNGGU..!!
RUANGAN DIKUNCI, DAN GUE YANG PEGANG KUNCI, GAK ADA KUNCI CADANGAN SELAIN KUNCI
YANG GUE PEGANG..!! TAPI.. KENAPA CEWEK ITU BISA ADA DI DALEM..?!! JANG---”
.
“DOR..!!”
.
“HUAAAA..!!” Tiba-tiba
Gani dikejutkan suara tembakan dan pukulan di punggungnya..
.
“Ngelamun aja, lu!! Liat
ke depan, lu mau nabrak dinding, hah?!! Dasar kecambah bego!!” Suara wanita
yang sangat dia benci dan sangat dia harapkan melengking menusuk telinganya..
.
“Ehh? Lu ternyata, cebol.
Ngapain lu disini?”
.
“Lu yang ngapain disini.
Dasar lu!! Kalau lu gak gue kagetin kayak tadi, sukses dah lu nabrak tembok!!”
.
“Lah? Terus kenapa?
Bukannya lu malah seneng kalau gue nabrak tembok?”
.
“Ya kalau itu sih emang,
tapi gue mau minta traktir!!”
.
“Hah?!! Traktir? Woi!! Lu
kira gue apa? Bank berjalan, hah? Seenaknya aja lu nguras gue!!”
.
“Udahlah, cuman susu
doang kok, gak lebih!!”
.
“Janji, yah?”
.
“Iya iya iya!! Dasar tauge
cerewet!!” Akhirnya Gani pun pasrah saja mentraktir Melody membeli susu. Di
saat mereka sudah sampai di kantin dan mengambil jajanan mereka sendiri, Gani
teringat tentang kejadian sebelumnya..
.
“Hei, cebol. Di kelas lu
ada murid pindahan, gak?”
.
“Hmm? Murid pindahan? Gak
ada. Kenapa emangnya?”
.
‘DEG..’ Mendengar jawaban
Melody, seketika tubuh Gani menjadi tegang, keringat keluar dengan deras, bulu
kuduknya berdiri..
.
“Serius!! Bener di kelas
lu gak ada murid pindahan?”
.
“Gak ada, kecambah
ganteng. Di kelas gue gak ada murid pindahan, masih sama kayak dulu” Gemas
Melody..
.
“KALAU DI KELAS MELODY
GAK ADA MURID PINDAHAN!! BERARTI.. CEWEK TADI..!! YONA..!!” Gani semakin
ketakutan tentang wanita tadi yang 2 kali datang secara tiba-tiba. Tapi dia
kesampingkan pikiran negatif-nya agar dia bisa lebih tenang..
.
“Kok lu tegang gitu sih?
Keringat lu keluar banyak tuh”
.
“Ehh? Ya wajar lah, gue
baru selesai olahraga” Tukas Gani sedikit terkejut..
.
“Ahhh!! Gak mungkin.
Sebelum gue pastiin sendiri, gue gak bakalan percaya apa yang gue pikir ini.
Lagian ini kan tutur dari si cebol, belum wali kelas kelas Imel. Tapi, kalau
pun emang ada murid pindahan, ya pasti Imel juga tau. Dan Yona juga tadi bilang
kalau dia murid pindahan baru, tapi belum dapet seragam” Gani berpikir sejenak
dan mencoba membuat pernyataannya sendiri. “Bener dugaan gue, dia kan belum
dapet seragam, ya otomatis belum sekolah. Mungkin tadi dia cuman datang ke
sekolah ada urusan lain dan belum masuk ke jam pelajaran”
.
***
.
Gani sekarang sedang
berjalan di lorong gedung, sendirian. Melody sudah pulang duluan, sedangkan dia
sendiri ingin diam dulu di sekolah untuk menghindar dari Melody yang terus bermanja
ria padanya..
.
“Hmm? Dia…” Pikir Gani.
“Yona? Hei!! Kau Yona, ‘kan?” Panggil Gani berteriak ketika dia mengenal sosok
yang dia tau. Yona, wanita cantik yang menurutnya masih misterius meski baru 2
kali pertemuan, dan yang ke-3 kalinya untuk sekarang. Yona pun melirik ke arah
Gani dan langsung tersenyum. Dia pun mendekati Gani..
.
“Apa yang kau lakukan
disini? Kenapa kau belum pulang?”
.
“Ya, aku sedikit
menghindar dari sahabatku yang manja. Kau sendiri bagaimana? Kenapa kau belum
pulang? Ini udah jam 3 sore lho”
.
“Ya, aku malas di rumah.
Lagipula aku lebih suka berada di sekolah daripada di rumah. Mau menemaniku
berkeliling?” Tawar Yona. Gani terdiam berpikir, akhirnya dia mengangguk dan
menerima ajakan Yona. Mereka berdua berkeliling sekolah sambil mengobrol..
.
“Oh ya, Gani? Aku mau
tanya padamu”
.
“Apa itu?”
.
“Kau percaya hantu?”
.
“Hantu? Aku hanya percaya
keberadaannya saja”
.
“Lalu, apa kau takut
dengan hantu?”
.
“Tidak sama sekali”
.
“Pantas saja kau tidak
terkejut dengan kehadiranku”
.
“Hmm?” Gani bergumam
bingung, dia pun berhenti berjalan. “Jangan-jangan, kau memang hantu?” Tanya
Gani sedikit bergetar. Dia mencoba tenang untuk membuktikan perkataannya yang
tadi jika dia memang tidak takut dengan hantu..
.
“…..” Yona terdiam.
Justru diamnya Yona itulah yang mungkin membuat pertanyaan Gani menguat tentang
kebenarannya..
.
“Oh ya, sebenarnya ada
yang ingin aku sampaikan” Ujar Yona..
.
“Kau hantu, tapi aku bisa
melihatmu. Padahal aku tidak membuka indra ke-6 ku, sungguh hebat sekali. Atau
mungkin itu terbuka dengan sendirinya” Gani berbicara sendiri sambil tersenyum
gemas. “Lalu, apa yang ingin kau sampaikan padaku?”
.
“Begini, sebenarnya sudah
banyak orang yang bertemu denganku. Hampir setiap tahun selalu ada yang bertemu
denganku, dan mereka semua---” Yona menghentikan ucapannya, menggantungnya
untuk Gani dan membuat Gani lebih penasaran..
.
“Mereka ketakutan?”
.
“Tidak, mereka mati...”
Ujar Yona dengan suara yang menyeramkan. Tiba-tiba Gani merasakan suasana di
sekitarnya berubah, suasana mencekam dan mengerikan langsung terasa olehnya. Bulu
kuduknya mendadak berdiri, tubuhnya tegang, dan dia mengeluarkan keringat
dingin..
.
“Hei… Apa kau sudah siap
untuk mati?” Tanya Yona sambil berbalik menghadap Gani. Dan sungguh sosok Yona
sangat menakutkan untuk Gani, benar-benar berubah 180 derajat dari sebelumnya.
Wajahnya dipenuhi darah dan nanah, serta goresan dari benda tajam. Kulitnya
hitam dan mengelupas, aroma busuk menusuk hidung Gani. Rambutnya berubah
menjadi merah tua karena darah, pakaian yang robek. Tatapan mata yang
menakutkan dan mengerikan, tatapan yang membunuh jiwa Gani..
.
“!!!!!” Gani benar-benar
tidak bisa bergerak karena ketakutan, bahkan berpikir saja dia tidak mampu.
Seluruh tubuhnya mati hanya karena sosok Yona yang sebenarnya dan tatapannya
yang mengerikan itu. Yona memegang sebuah pisau yang cukup besar dan berlumuran
darah. Sosok Yona yang Gani kenal dalam 3 kali pertemuan, tapi sudah berubah
menjadi sosok yang mengerikan..
.
Yona melayang mendekat
pada Gani, darah dan nanah menetes. Sambil melayang mendekat, dia buka jubah
hitam yang penuh robekan itu. Sekali lagi hal yang Yona perbuat membuat Gani
tidak bisa berkutik lagi. Tubuhnya benar-benar menjijikan, penuh belatung dan
serangga. Bahkan ada sebuah luka sobek horizontal di perutnya..
.
‘CRET.. CRET.. BUK..’
Tanpa basa-basi, Yona langsung menusuk Gani menggunakan pisau itu. Dia tusuk
Gani berulang kali, sedangkan wajah Gani sekarang menampilkan ekspresi terkejut
dan tidak percaya penuh darah. Dia tidak bergerak sedikit pun karena sudah
mati. Yona beranjak ke atas Gani dan duduk di atasnya, kembali dia menusuk Gani
berulang kali. Dia iris wajah Gani, bahkan dia mencongkel 1 mata Gani, kemudian
dia makan sendiri. Setelah dia menusuk Gani menggunakan pisau belasan kali, dia
pun kembali berubah menjadi Yona yang sebelumnya. Sosok berparas cantik dengan
rambut hitam mengkilap sebahu..
.
“Gani..!! Kau sungguh
manis sekali!!” Lirih Yona sambil mengusap wajah Gani yang sudah terlemuri oleh
darah. “Kau sungguh tampan sekali jika wajahmu dipenuhi luka gores, dan satu
matamu benar-benar membuatmu gagah sekali!!” Yona mencium bibir Gani dan
menghisapnya dengan ganas, wajahnya pun berlumuran darah Gani..
.
“Darahmu sangat
menyegarkan. Dan matamu tadi, sungguh kau memiliki mata dengan kualitas yang
baik”
.
‘TRAK.. CRATS.. CRATS..’
Yona memutar kepala Gani terus menerus, dan akhirnya dia pun memotong
menuggunakan pisau yang sama seperti sebelumnya. Kemudian dia angkat kepala
Gani..
.
“Begini juga sudah cukup”
Gumam Yona sambil tersenyum bahagia. Dia pun pergi meninggalkan tubuh Gani
tanpa kepala itu, dan dia membawa kepala itu ke ruang guru..
.
.
~~~PoV Author : Home~~~
.
“Si kecambah kemana
sih?!! Gue teleponin, gak di angkat. Gue message, gak di bales. Pasti tuh anak
lagi nyombongin motor baru lagi!! Dasar kecambah gak guna!! Gue sumpahi motor
lu di tembak tank!!” Gumam Melody gelisah. Dia sendiri sedang berada di kamar
Gani, dia gelisah karena tidak bisa bermanja dan ‘menguras’ kantong celana Gani
lebih dalam lagi untuk memenuhi perutnya yang lapar akan jajanan luar..
.
‘TING.. NONG..’ Bel rumah
Gani berbunyi, saat itu hanya ada Melody seorang saja. Orang tua Gani sedang
pergi, itu sebabnya juga dia menunggu kedatangan Gani di rumahnya. Melody
berjalan keluar kamar, kemudian dia pun membuka pintu..
.
“Iya? Ada perlu apa?”
.
“Kamu Melody, ‘kan?”
Tanyanya sambil tersenyum penuh arti..
.
“Iya, aku Melody. Kamu
siapa?” Tanya Melody tanpa ada rasa curiga sedikit pun..
.
“Aku Viviyona Apriani,
panggil saja Yona. Aku dapat pesan dari Gani untuk memberikan ini” Ujar Yona
sambil menyerahkan sebuah kado..
.
“Ehh? Ini kado, ‘kan?”
Tanya Melody sambil menerima kado itu. Tapi saat dia menerimanya, dia mencium
bau amis darah yang menjijikan, dia juga merasakan jika bawah kotak itu basah.
Saat dia melihat ke bawah, sudah ada beberapa tetesan darah yang menodai lantai
rumah Gani..
.
“APA MAKSUDNYA INI?!!”
Teriaknya ketakutan. Yona tersenyum, lalu dia buka kotak itu secara cepat. Dan
Melody terkejut bukan kepalang ketika melihat isinya, yaitu kepala Gani..
.
“KYAAAA!!” Teriaknya
sambil membuang kotak itu, dan otomatis kepala Gani terlempar keluar kotak. Dan
itu malah membuat Melody semakin ketakutan. Dia berteriak dan menangis
sekerasnya melihat pemandangan yang mengerikan itu..
.
‘BRAK..’ Pintu tiba-tiba
tertutup sendiri, dan Yona kembali berubah seperti sebelumnya saat membunuh
Gani dengan sadis..
.
“KYAAAA!!”
.
‘CYUT.. CYUT.. CYUT..’
Yona menembak kepala Melody menggunakan paku tembak secara terus menerus, dan
seketika Melody pun langsung meregang nyawa. Bahkan wajah dan tubuh pun tidak
luput dari paku itu, hingga akhirnya seluruh paku yang tadinya berada pada
mesin otomatis itu berpindah dan menancap pada tubuh Melody..
.
“HAHAHA!! Menyenangkan
sekali membunuh orang!!”
.
“Membunuh… Aku harus
menemukan cara membunuh yang baru. Beruntung sekali aku menemukan paku tembak
ini di ruang guru. Mungkin di lain hari, aku akan membunuh dengan cara yang
tidak biasa seperti membunuh Melody dan Gani”
.
Yona pergi meninggalkan 2
korban yang mati mengerikan dan tragis itu, tidak berapa lama, hujan pun turun
dengan deras. Dia kembali ke sekolah, tepatnya menuju gudang..
.
“Aku akan menunggu
kalian, atau jika beruntung, aku yang akan mendatangi kalian. Bersiaplah.
Jangan takut berkenalan denganku, aku tidak jahat, aku sangat baik karena tidak
memberikan rasa sakit pada kalian para calon korban”
.
“Mungkin aku harus
seperti tadi? Mengunjungi rumah kalian secara terang-terangan, atau secara
sembunyi-sembunyi. Seperti melalui jendela kamar? HAHAHA!!”
.
“Dan untuk kalian,
bersiaplah untuk kedatanganku..!!”~~~~~
Monday, May 23, 2016
-
Monday, May 23, 2016
No comments:
Post a Comment