Coretan Fans 48 Family: April 2016

Wednesday, April 13, 2016

You're My Treasure, Ve

Tittle                : You’re My Treasure, Ve
Genre              : Life, Romance, Action, Family
Author             : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
Cast                 : - Ve
  - Hiru / Andre
  - Kinal
  - Gani
  - Rian
Type                : One-shoot
.
.
~~~PoV Author~~~
.
‘DUM.. DUM.. TASH..’ Suara dentuman drum yang berasal dari salah satu ruangan di lantai 2 hampir memenuhi rumah yang besar itu. Padahal ruangan itu sudah dijadikan ruangan kedap suara, tapi tetap saja masih terdengar jelas..
.
“Uhhh!! Berisik kak!! Ve lagi belajar!!” Teriak seorang gadis cantik yang sedang belajar untuk ujian, namun harus terganggu dengan suara drum yang dilakukan kakaknya itu. Tapi tentu saja kamarnya yang berada di lantai 1 tidak akan bisa mengirim suara ke lantai 2, apalagi di rumah itu sedang dipenuhi oleh suara drum..
.
Kesal karena suara drum yang menurutnya sangat mengganggu, dia pun keluar kamar dengan perasaan marah. Lalu dia mencari orang tuanya untuk mengadu pada mereka, dan dia dapati mereka sedang makan di ruang makan..
.
“Kena---”
.
Ve memotong ucapan ibunya dengan cepat, “Ahhh!! Ve gak tahan, ibu!! Ayah!! Kakak Rese banget!!” Keluhnya sambil menarik kursi dan duduk dengan wajah cemberut dan tangan disilangkan di dadanya..
.
Mereka berdua pun menghela nafas lalu menenangkan Ve, “Ya wajar sayang kakakmu kayak gitu, lah dia kan mau tampil di konser? Sabar aja sayang, nanti dia juga lelah sendiri kok” Ujar ayahnya dengan lembut..
.
“Hmm..” Ve tambah cemberut. “Ve dulu dong yang jadi prioritas!! Jangan kakak yang gilanya minta ampun!!” Protesnya..
.
“Aduuuhh!! Kalian ini kayak anjing sama kucing aja, yah? Gak pernah akur” Ucap sang ibu gemas sambil mengacak rambut Ve..
.
~
.
‘BUK.. BUK.. BUK..’
.
“BUKA!! BUKAAA!!” Teriak Ve sambil memukul pintu kamar kakaknya dengan keras. Tak lama kemudian pun pintu terbuka..
.
“Ada apa lu?”
.
“Ihhh!! Sopan dikit bisa kali, kak?!! Dasar!!”
.
“Iya deh iya. Ada apa adikku sayang?” Tanya sang kakak dengan gemas..
.
“Kakak tuh yang ada apa!! Pelanin dikit main drumnya, Ve lagi belajar!!”
.
“Lah? Mana ada main drum pelan-pelan? Dimana-mana main drum itu semangat, enerjik, keras, dan masih banyak lagi. Gak kayak baca buku, buka sana buka sini, guling sana guling sini kayak sosis bakar aja!!”
.
“Woaaahh!! Mentang-mentang libur kuliah kakak ngomong kayak gitu. Kayak yang bisa aja kakak baca buku atau belajar!!”
.
“Pengalaman kakak jauh lebih banyak kalau dibanding lu yang masih duduk di SMA kelas 2. Dah lah, sana belajar lagi, lu!! Entar kakak pelanin, tapi ya kalau lagunya emang pelan. Kalau gak pelan, ya belajar aja di rumah temen lu!! Hehehe.. BYE..!!”
.
‘BUK.. CKLEK..’
.
“DASAR KAKAK RESEEE!!” Teriak Ve kesal..
.
~
.
Dan akhirnya Ve pun mengalah pada sang kakak dan lebih memilih belajar di rumah sahabatnya..
.
Ve menghempaskan dirinya ke atas kasur, “Huuuhh.. Rese banget kakak gue!! Dasar orang gila, orang stres, orang.. Aaaahh!! Nyebelin banget tuh cowok!!” Gerutunya..
.
“Ya namanya juga kakak, pasti gitulah di setiap keluarga, susah akur, Ve. Apalagi kalau lawan jenis. Aaaahh.. lu ngalamin sendiri gimana rasanya. Lagian gue pikir kak Gani itu sebenernya sayang sama lu”
.
“Menurut gue sih gak gitu, Nal. Nyebelin banget tuh kakak!! Rasanya gue pingin pukul tuh muka pake drumnya!! Giliran ngeganggu, gak mau kalahnya minta ampun. Lah giliran diganggu, malah ngamuk kayak gajah Lampung aja!!”
.
“Udahlah, namanya juga hubungan adik dan kakak yang harmonis. Hehehe.. Mending lu lanjut belajar lagi, jangan tiduran di kasur gue. Kan lu sendiri yang pingin belajar di sini bareng gue?”
.
“Hehehe.. Habis nyaman banget Nal, kalau kakak gue lagi kumat, ya gue gak bisa tenang. Jiwa dan batin gue!!”
.
Akhirnya Ve pun belajar bersama Kinal yang menjadi sahabatnya sejak kelas 2 SMP itu, dan beruntung juga mereka karena bisa satu kelas semenjak itu hingga bangku SMA ini. 2 gadis cantik yang saling bertolak belakang itu belajar bersama. Jessica Veranda atau kerap dipanggil Ve. Gadis yang sangat cantik namun sangat pemalu, bahkan sangat sedikit yang bisa menjadi temannya. Bukan karena Ve sombong, tapi karena sifatnya itu yang memiliki rasa malu yang belebihan. Namun dia juga sebenarnya akrab dengan semua murid di kelasnya..
.
Dan Devi Kinal Putri atau Kinal. Gadis cantik yang berambut sebahu ini memiliki sifat yang terbalik dengan Ve. Dia enerjik, periang, mudah bergaul, dan pemberani. Benar-benar bertolak belakang dengan sahabatnya itu, bahkan dia lebih sering mengajak orang berkenalan, tapi dengan orang tertentu yang menurutnya baik. Dan bisa dibilang juga Kinal itu adalah ‘apa yang dibutuhkan’ oleh Ve, itu karena Ve tidak bisa mengerjakan banyak hal sendirian karena sifatnya itu..
.
~
.
“Nona Ve? Apa nona ingin langsung pulang?” Tanya sang supir pribadi sambil melirik ke arah arah kaca mobil dalam..
.
“Hmm? Mampir dulu ke toko elektronik, yah? Ve mau beli sesuatu” Ujar Ve yang teringat dengan barang yang dia inginkan. Saat sampai di toko elektronik, dia pun langsung masuk ke dalam dan mencari barang yang dia inginkan. Dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu sebuah ponsel keluaran terbaru..
.
“Ahhh.. akhirnya gue bisa juga beli ponsel pake uang sendiri” Pikirnya senang. Tentu meski dia berasal dari keluarga yang memiliki uang lebih, tapi dia tidak manja, begitu juga sang kakak. Mereka berdua selalu menyisihkan uang saku mereka, dan membawa bekal makanan sendiri jika pergi ke sekolah atau berkumpul bersama sahabat mereka. Bahkan drum yang setiap hari menganggu Ve adalah hasil jeri payah sang kakak yang bekerja paruh waktu dan tidak terlalu mengandalkan uang dari orang tua, dan dari itulah Ve termotivasi dari kakaknya yang baginya menyebalkan itu..
.
Setelah Ve membeli ponsel dengan uang sakunya sendiri, dia pun segera pulang. Tapi di tengah perjalanan, hujan turun dengan deras. Bahkan sangat sulit melihat ke depan..
.
“Uhhh.. Kalau aja tadi gue pulang lebih cepet, pasti gak bakalan kehujanan gini!!” Gerutu Ve kesal..
.
~
.
‘TIIITT.. TIIITT..’
.
Ve yang sedang memainkan ponsel barunya pun kembali terganggu oleh suara yang membisingkan telinganya. “Ada apa, pak? Jangan klakson gak jelas dong!!” Protes Ve masih tetap memainkan ponsel barunya..
.
“Anu nona, tapi.. itu.. ada orang yang menghalangi jalan masuk rumah” Ujar sang supir. Ve melihat ke depan, dan memang benar ada seseorang yang terdiam membelakangi mobilnya..
.
Seorang lelaki yang menatap ke arah rumahnya, tapi dia tidak mau pergi meski sudah di klakson oleh supir Ve berkali-kali..
.
“Tunggu di sini nona!!”
.
“Ahhh.. Gak usah, pak. Biar Ve yang urus!!” Entah kenapa mulut Ve berkata seperti itu, tapi dia sendiri tidak memperdulikannya. Tubuhnya pun bergerak sendiri mengambil payung dan segera pergi keluar..
.
“Ehh?!! Kok gue keluar mobil sih?!! Kenapa ini?!!” Pikir Ve bingung. Dia pun akhirnya sampai di dekat orang itu yang ternyata seorang lelaki yang mungkin memiliki umur yang sama dengannya..
.
“Hei..!! Kamu..!! Apa yang kamu lakukan disini? Cepat menyingkir, kami ingin masuk!!” Tapi ucapan Ve tidak di respon oleh lelaki itu, dan dia tetap menatap ke arah rumahnya. Ve melihat wajah lelaki yang kehujanan itu, “Kosong..?” Gumamnya tanpa sadar. Ya, itulah yang Ve dapatkan. Dia merasa tatapan lelaki itu benar-benar kosong, seperti tatapan tanpa tujuan..
.
Ve melambaikan tangannya tepat di hadapan wajah lelaki itu, tapi tetap tidak ada respon. Dan..
.
‘BUK..’ Tiba-tiba lelaki itu tumbang ke arah Ve..
.
“A.. APA INI?!! BANGUN!!” Pekik Ve panik..
.
~
.
“Hmm? Ibu gak kenal anak ini, ibu rasa dia bukan dari daerah sini” Ujar sang ibu bingung. Sekarang lelaki itu sudah terbaring di ruang tamu rumah Ve, dan masih dalam keadaan pingsan..
.
“Bohong!! Kakak yakin ini pasti pacar lu, kan? Hayo.. ngaku aja lu, Ve!!” Ujar sang kakak. Dan Ve pun langsung melempar bantal ke arah wajah sang kakak, tapi langsung dia tangkap..
.
“Udah udah udah, jangan ribut mulu!! Kak? Kakak urus dia, yah?”
.
“HAH?!! Kenapa harus kakak, ayah?!! Kenapa gak Ve?!!” Protes sang kakak kesal..
.
“Ya kakak lah yang ngurus!! Kalau dia cewek, ya udah pasti Ve yang ngurus!!”
.
“Ta---”
.
“Udah sayang, nanti ibu kasih hadiah kalau kakak mau ngurus” Potong sang ibu cepat sambil tersenyum penuh arti..
.
“Apa, ibu?”
.
“Nanti ibu isi tangki bensin sampe penuh!!”
.
“Yos..!!” Teriaknya dengan semangat..
.
~
.
Akhirnya Gani mau mengurus lelaki yang memang seumuran dengan adiknya itu. Dia mengambil pakaian dan handuk untuk mengganti pakaian lelaki itu yang basah kuyup. Dia keringkan tubuh lelaki itu dengan handuk, lalu dia buka bajunya..
.
“EHK!! KENAPA INI?!!” Pikir Gani terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Tubuh lelaki itu penuh luka lebam, cambuk, bahkan ada luka jahitan..
.
“IBU!! AYAH!! VEEE!!” Teriak Gani dengan lantang..