Title : Come
for Killing Part II
Genre : Thriller, Horror, Romance, Fanfiction, Adult (17++)
Cast :
Galus Gani Pratamayudha as Gani (Silent Rose)
Rusdi Arianto as Rusdi
Elaine Hartanto as Elaine / Ilen
Rendy Okta as Rendy
Jessica Veranda as Ve
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
~
~Happy Reading~
~
~
~~~PoV Author : Bogor~~~
.
“Weleh? Si Gani post story nih. Story apaan, yak?”
Pikir Rusdi bingung. Dia saat ini sedang asik bermain Facebook, hobinya itu
sudah membuat dirinya sedikit kesulitan dalam berinteraksi, meski sebenarnya
dia mempunyai banyak teman. Lelaki yang sangat menyukai hewan bebek itu mulai
membuka salah satu thread yang di post oleh Gani, teman Facebook-nya..
.
“Gue baru tau kalau Gani itu suka buat story,
kira-kira bagus gak yah story-nya?” Gumam Rusdi penasaran. “Ahhh.. Mending gue
baca dulu story-nya, dan semoga aja bagus” Harapnya dengan senang..
.
Dia klik thread milik Gani, “Hmm? Come For Killing,
yah? genre utamanya Thriller, Horror? Wah, bakalan tegang nih gue!! Semoga aja
seru story si Gani!!”
.
Rusdi pun mulai membaca perlahan, untuk awal cerita
dia masih belum menemukan kecocokan dengan genre utama cerita Gani. Tapi
memasuki pertengahan, dia pun mulai mengerti. Dengan perasaan tegang, dia
membaca cerita Gani sendirian. Saat ini sebenarnya dia sedang berada di kamar
seorang diri dengan lampu mati, sekarang pun sudah lewat jam tidur, tepatnya
jam 10 malam, tapi itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi Rusdi untuk
membaca cerita menyeramkan buatan teman dunia mayanya itu..
.
“Ok.. Mulai masuk klimaks!! Gani dari dunia lain coba
bunuh Gani yang asli!! Tapi hebat juga tuh anak, gue gak pernah kepikiran cerita
kayak gini!!” Pikir Rusdi sambil membaca scene dimana Gani dari dunia lain
sedang mencoba membunuh Gani yang asli. Sedangkan saat itu Shania sedang
berlari menuruni tangga. Dan saat itulah klimaks yang sebenarnya telah Rusdi
dapatkan dimana Shania melihat orang tua Gani dibunuh, lalu Gani palsu pun
membunuh Shania dengan cara yang tragis..
.
“Gila!! Gue takut banget!! Tapi.. masih ada
lanjutannya?” Pikir Rusdi bingung. Dia pikir cerita itu sudah selesai, tapi
ternyata belum. Dia scroll kebawah..
.
“Bener-bener encer otak tuh anak!! Mimpi dihubungin
sama dunia nyata, gue gak pernah kepikiran alur kayak gitu. Dimana dia buat
cerita, tapi cerita itu jadi kenyataan dengan kemunculan sosok Gani dari
cerita, kemudian membunuh Gani sang author” Pikir Rusdi kagum. Dia pun melihat
komentar dan berkomentar pada thread itu, tapi tidak ada satu pun balasan dari
Gani sendiri..
.
“Sombong juga tuh anak!! Dasar!! Tapi, bagus juga sih
story Gani. Apalagi gak banyak orang yang minat buat genre thriller atau horror
kayak gitu” Ucap Rusdi kagum. Dia pun menyandarkan tubuhnya pada kursi dan
meregangkan tubuhnya..
.
“Ahhh!! Enaknya sih sekarang ya tidur!!” Rusdi pun mematikan
kompternya dan bangkit menuju tempat tidur. Dia langsung menjatuhkan tubuhnya
dan menarik selimut serta guling..
.
“Haaahh.. Entah kenapa gue gak takut meski gue udah
baca cerita buatan si GG itu, padahalnya gue kalau denger cerita horror juga
pasti jadi takut sendiri” Gumamnya..
.
2 jam setelah Rusdi tertidur, saat ini jam sudah
menujukan pukul 12.20 malam. Keadaan sunyi dan mencekam pun pasti akan terasa
jika sudah memasuki jam-jam seperti ini entah dimana pun..
.
‘TUT.. NGIIING..’ Tombol power supply ditekan dan
komputer menyala dengan sendirinya, sedangkan sang pemilik saat ini mungkin
sedang bermimpi menikah dan melakukan malam pertama bersama Elaine, kekasih
Rusdi..
.
“Ohhh.. Ilen.. Lu itu anugerah terindah yang pernah
gue miliki!! Nyam nyam nyam..” Ucap Rusdi sambil mengingau. Dia sendiri tidak
sadar jika komputernya menyala dengan sendirinya. Pada layar monitor, pointer
bergerak sendiri, tetapi mouse sama sekali tidak bergerak. Pointer itu membuka
Google Chrome dan langsung menampilkan Facebook, tepatnya thread cerita buatan
Gani. Kemudian bergerak menuju bawah dan diam pada epilog cerita itu. Setelah
itu, pointer pun bergerak menuju aplikasi Winamp, dan memutar sebuah lagu. Avenged
Sevenfold – Nightmare. Lagu untuk mengenang kematian sang drummer, The Rev.
Salah satu lagu rock dalam album Nightmare..
.
Saat sudah berputar setengah lagu, Rusdi pun mulai
terganggu dengan suara lagunya itu. Perlahan dia pun mulai sadar, dan tepat
lagu itu selesai, Rusdi pun membuka matanya dan Winamp pun tertutup dengan
sendirinya. Tapi tidak untuk browser..
.
“Perasaan gue tadi denger lagu Avenged, kok sekarang
udah selesai?” Gumam Rusdi setngah sadar.. “Cuman---” Rusdi berhenti bergumam
ketika menyadari komputernya menyala. Dia pun bangkit dan berjalan menuju komputernya
dengan perasaan bingung..
.
“Gue yakin udah matiin komputer, tapi kenapa nyala lagi? Dan kenapa Facebook
gue kebuka?” Guman Rusdi. Dia pun segera menutup browser dan mematikan kembali
komputernya, lalu dia kembali tidur..
.
~
.
Rusdi sekarang sedang berada di café, dia mengajak
Elaine untuk mengisi waktu luang. Sambil menikmati hidangan yang mereka pesan,
mereka pun larut dalam obrolan biasa, namun mereka terlihat sangat bahagia
sekali. Hingga Rusdi teringat kejadian semalam dimana komputernya menyala
dengan sendirinya, padahal sudah dia matikan..
.
“Hehehe.. Ilen kan penakut, ya gue ceritain kejadian
kemarin gak apa-apa kali, ya?” Siasat Rusdi untuk menjahili dan menakuti Elaine
dengan kejadian nyata pun dimulai..
.
“Sayang? Kamu tau gak? Kemarin kan aku main komputer,
terus aku matiin. Dan coba tebak, komputer itu nyala sendiri loh jam 12 malem.
Malahan buka Facebook aku”
.
“Hah? Mana ada kejadian kayak gitu. Dasar!! Kamu
kebanyakan gadang, jadi ngelindur waktu tidur!!” Ketus Elaine..
.
“Aku serius, Len!!” Bukannya ingin menjahili, Rusdi
justru terbawa emosinya sendiri yang ingin membuat Elaine percaya dengan kisah
semalamnya itu..
.
“Hmm?”
.
“Gini, tadi sih aku maunya bercandain kamu, cuman
gagal. Tapi itu emang nyata, Ilen sayang. Komputer aku nyala sendiri dan buka
Facebook sendiri, terus aku juga sebelum bangun samar-samar denger lagu
Avenged”
.
“Kok kamu malah makin ngelantur gitu, sih?” Tanya
Elaine bingung. Dia lihat wajah Rusdi, dia tidak menemukan kebohongan, artinya
kekasihnya itu serius..
.
“Udah ah!! Jangan cerita kayak gitu lagi ke aku!!”