Title : Come
for Killing Part II
Genre : Thriller, Horror, Romance, Fanfiction, Adult (17++)
Cast :
Galus Gani Pratamayudha as Gani (Silent Rose)
Rusdi Arianto as Rusdi
Elaine Hartanto as Elaine / Ilen
Rendy Okta as Rendy
Jessica Veranda as Ve
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
~
~Happy Reading~
~
~
~~~PoV Author : Bogor~~~
.
“Weleh? Si Gani post story nih. Story apaan, yak?”
Pikir Rusdi bingung. Dia saat ini sedang asik bermain Facebook, hobinya itu
sudah membuat dirinya sedikit kesulitan dalam berinteraksi, meski sebenarnya
dia mempunyai banyak teman. Lelaki yang sangat menyukai hewan bebek itu mulai
membuka salah satu thread yang di post oleh Gani, teman Facebook-nya..
.
“Gue baru tau kalau Gani itu suka buat story,
kira-kira bagus gak yah story-nya?” Gumam Rusdi penasaran. “Ahhh.. Mending gue
baca dulu story-nya, dan semoga aja bagus” Harapnya dengan senang..
.
Dia klik thread milik Gani, “Hmm? Come For Killing,
yah? genre utamanya Thriller, Horror? Wah, bakalan tegang nih gue!! Semoga aja
seru story si Gani!!”
.
Rusdi pun mulai membaca perlahan, untuk awal cerita
dia masih belum menemukan kecocokan dengan genre utama cerita Gani. Tapi
memasuki pertengahan, dia pun mulai mengerti. Dengan perasaan tegang, dia
membaca cerita Gani sendirian. Saat ini sebenarnya dia sedang berada di kamar
seorang diri dengan lampu mati, sekarang pun sudah lewat jam tidur, tepatnya
jam 10 malam, tapi itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi Rusdi untuk
membaca cerita menyeramkan buatan teman dunia mayanya itu..
.
“Ok.. Mulai masuk klimaks!! Gani dari dunia lain coba
bunuh Gani yang asli!! Tapi hebat juga tuh anak, gue gak pernah kepikiran cerita
kayak gini!!” Pikir Rusdi sambil membaca scene dimana Gani dari dunia lain
sedang mencoba membunuh Gani yang asli. Sedangkan saat itu Shania sedang
berlari menuruni tangga. Dan saat itulah klimaks yang sebenarnya telah Rusdi
dapatkan dimana Shania melihat orang tua Gani dibunuh, lalu Gani palsu pun
membunuh Shania dengan cara yang tragis..
.
“Gila!! Gue takut banget!! Tapi.. masih ada
lanjutannya?” Pikir Rusdi bingung. Dia pikir cerita itu sudah selesai, tapi
ternyata belum. Dia scroll kebawah..
.
“Bener-bener encer otak tuh anak!! Mimpi dihubungin
sama dunia nyata, gue gak pernah kepikiran alur kayak gitu. Dimana dia buat
cerita, tapi cerita itu jadi kenyataan dengan kemunculan sosok Gani dari
cerita, kemudian membunuh Gani sang author” Pikir Rusdi kagum. Dia pun melihat
komentar dan berkomentar pada thread itu, tapi tidak ada satu pun balasan dari
Gani sendiri..
.
“Sombong juga tuh anak!! Dasar!! Tapi, bagus juga sih
story Gani. Apalagi gak banyak orang yang minat buat genre thriller atau horror
kayak gitu” Ucap Rusdi kagum. Dia pun menyandarkan tubuhnya pada kursi dan
meregangkan tubuhnya..
.
“Ahhh!! Enaknya sih sekarang ya tidur!!” Rusdi pun mematikan
kompternya dan bangkit menuju tempat tidur. Dia langsung menjatuhkan tubuhnya
dan menarik selimut serta guling..
.
“Haaahh.. Entah kenapa gue gak takut meski gue udah
baca cerita buatan si GG itu, padahalnya gue kalau denger cerita horror juga
pasti jadi takut sendiri” Gumamnya..
.
2 jam setelah Rusdi tertidur, saat ini jam sudah
menujukan pukul 12.20 malam. Keadaan sunyi dan mencekam pun pasti akan terasa
jika sudah memasuki jam-jam seperti ini entah dimana pun..
.
‘TUT.. NGIIING..’ Tombol power supply ditekan dan
komputer menyala dengan sendirinya, sedangkan sang pemilik saat ini mungkin
sedang bermimpi menikah dan melakukan malam pertama bersama Elaine, kekasih
Rusdi..
.
“Ohhh.. Ilen.. Lu itu anugerah terindah yang pernah
gue miliki!! Nyam nyam nyam..” Ucap Rusdi sambil mengingau. Dia sendiri tidak
sadar jika komputernya menyala dengan sendirinya. Pada layar monitor, pointer
bergerak sendiri, tetapi mouse sama sekali tidak bergerak. Pointer itu membuka
Google Chrome dan langsung menampilkan Facebook, tepatnya thread cerita buatan
Gani. Kemudian bergerak menuju bawah dan diam pada epilog cerita itu. Setelah
itu, pointer pun bergerak menuju aplikasi Winamp, dan memutar sebuah lagu. Avenged
Sevenfold – Nightmare. Lagu untuk mengenang kematian sang drummer, The Rev.
Salah satu lagu rock dalam album Nightmare..
.
Saat sudah berputar setengah lagu, Rusdi pun mulai
terganggu dengan suara lagunya itu. Perlahan dia pun mulai sadar, dan tepat
lagu itu selesai, Rusdi pun membuka matanya dan Winamp pun tertutup dengan
sendirinya. Tapi tidak untuk browser..
.
“Perasaan gue tadi denger lagu Avenged, kok sekarang
udah selesai?” Gumam Rusdi setngah sadar.. “Cuman---” Rusdi berhenti bergumam
ketika menyadari komputernya menyala. Dia pun bangkit dan berjalan menuju komputernya
dengan perasaan bingung..
.
“Gue yakin udah matiin komputer, tapi kenapa nyala lagi? Dan kenapa Facebook gue kebuka?” Guman Rusdi. Dia pun segera menutup browser dan mematikan kembali komputernya, lalu dia kembali tidur..
“Gue yakin udah matiin komputer, tapi kenapa nyala lagi? Dan kenapa Facebook gue kebuka?” Guman Rusdi. Dia pun segera menutup browser dan mematikan kembali komputernya, lalu dia kembali tidur..
.
~
.
Rusdi sekarang sedang berada di café, dia mengajak
Elaine untuk mengisi waktu luang. Sambil menikmati hidangan yang mereka pesan,
mereka pun larut dalam obrolan biasa, namun mereka terlihat sangat bahagia
sekali. Hingga Rusdi teringat kejadian semalam dimana komputernya menyala
dengan sendirinya, padahal sudah dia matikan..
.
“Hehehe.. Ilen kan penakut, ya gue ceritain kejadian
kemarin gak apa-apa kali, ya?” Siasat Rusdi untuk menjahili dan menakuti Elaine
dengan kejadian nyata pun dimulai..
.
“Sayang? Kamu tau gak? Kemarin kan aku main komputer,
terus aku matiin. Dan coba tebak, komputer itu nyala sendiri loh jam 12 malem.
Malahan buka Facebook aku”
.
“Hah? Mana ada kejadian kayak gitu. Dasar!! Kamu
kebanyakan gadang, jadi ngelindur waktu tidur!!” Ketus Elaine..
.
“Aku serius, Len!!” Bukannya ingin menjahili, Rusdi
justru terbawa emosinya sendiri yang ingin membuat Elaine percaya dengan kisah
semalamnya itu..
.
“Hmm?”
.
“Gini, tadi sih aku maunya bercandain kamu, cuman
gagal. Tapi itu emang nyata, Ilen sayang. Komputer aku nyala sendiri dan buka
Facebook sendiri, terus aku juga sebelum bangun samar-samar denger lagu
Avenged”
.
“Kok kamu malah makin ngelantur gitu, sih?” Tanya
Elaine bingung. Dia lihat wajah Rusdi, dia tidak menemukan kebohongan, artinya
kekasihnya itu serius..
.
“Udah ah!! Jangan cerita kayak gitu lagi ke aku!!”
.
~
.
Rusdi mengajak Elaine untuk datang ke rumahnya, Rusdi
sendiri masih tinggal bersama kedua orang tuanya, begitu juga Elaine. Mereka
sudah saling mengenal baik, mungkin mereka berdua berpikiran jika orang tua
mereka akan menjodohkan anak mereka ini..
.
“Kamu mau baca ceritanya? Seru loh!!”
.
“Gak mau!!”
.
“Aku temenin”
.
“Hmm.. Iya deh” Ujar Elaine pasrah menerima ajakan
Rusdi untuk membaca cerita yang Rusdi maksud. Mereka segera masuk, namun sayang,
kedua orang tua Rusdi sedang pergi. Mereka langsung berjalan menuju kamar,
Rusdi pun segera menyalakan komputernya, membuka browser lalu masuk Facebook,
kemudian memberikan cerita itu pada Elaine..
.
“Nih, aku buka tirai jendelanya” Ujar Rusdi sambil
membuka tirai jendela agar cahaya matahari bisa masuk. Elaine pun membacanya
dengan seksama, tapi baru saja pada scene dimana Gani yang asli menahan Gani
palsu, dia sudah menutup browser-nya..
.
“Yaelah, baru aja Gani ngegabruk Gani, udah takut
lagi” Ledek Rusdi gemas. “Baca sampai akhir, dong”
.
“Gak mau!!” Rengek Elaine..
.
“Ya udah, aku bacain aja yah? Aku tau kelanjutannya.
Hehehe..”
.
“KYAAAA!!”
.
“Hmm.. Dasar!! Iya iya iya, gak bakalan kok” Rusdi
akhirnya pasrah saja. Dia kembali membuka Facebook-nya..
.
“Liat data Gani, aku pingin tau orangnya kayak gimana”
.
“Hoooo? Tertarik sama author-nya? Hehehe..” Goda
Rusdi. Dia langsung membuka profile Gani..
.
“Jadi itu orangnya? Hmm, gak nyangka orang kayak dia
bisa buat cerita kayak tadi” Ucap Elaine ketika melihat wajah Gani dalam foto
profile-nya..
.
“Ya gitulah, lagian dia juga sebenernya orang yang
aneh di Facebook, gak tau deh kalau dunia nyata” Jelas Rusdi sambil kembali
menuju berandanya. Dan saat dia berada di beranda, dia melihat artikel tentang
pembunuhan. Rusdi tertarik dengan artikel itu, dia klik, dan dia masuk ke
halaman web lainnya. Setelah masuk, dia pun mulai membaca artikel itu. Tapi dia
terkejut dengan isi artikel itu..
.
“ITU.. ITU.. BUKANNYA ITU.. GANI..?!!” Pekik Elaine
yang ternyata memperhatikan layar monitor. “GANI.. MENINGGAL?!! TAPI.. TAPI..
APA ITU BENER?!! TAPI KECIL KEMUNGKINANNYA, KAN?!! KALAU ADA NAMA YANG PANJANG
DAN SAMA KAYAK GITU?!!” Lanjutnya..
.
Rusdi segera melihat kembali profile Gani, tepatnya
alamatnya. Benar-benar sama, Kota Cimahi. Dia kembali membaca artikel itu
hingga selesai..
.
“Gani..!! Meninggal karena---” Ucapan Rusdi terhenti
ketika halaman web itu tiba-tiba menjadi putih. Dia pikir itu hanya error
biasa, tapi ada yang salah. Yaitu ada sesuatu yang muncul dari atas layar,
seperti darah, namun didalam layar. Kemudian darah itu membentuk sebuah
kalimat..
.
“Rusdi.. Elaine.. Kalian akan mati!!”
.
“KYAAAA!!” Teriak mereka berdua terkejut dan terpental
kebelakang. Rusdi segera bangkit dan menutup browser itu, tapi browser itu
kembali terbuka dan menampilkan kalimat yang sebelumnya..
.
“APA INI?!! APA MAKSUDNYA INI..?!!” Teriak Rusdi
ketakutan..
.
‘JDAR..’ Suara petir yang menggelegar terjadi. Angin
bertiup kencang, hujan mulai turun dengan cepat dan deras, jendela yang terbuka
pun terbanting-banting karena angin itu..
.
“KENAPA INI?!! BUKANNYA TADI ITU CERAH?!!” Teriak
Rusdi panik..
.
“RUSDI!! AKU TAKUUUTT!!” Elaine meringkuk dan memeluk
Rusdi dengan erat, Rusdi pun membalas erat pelukan Elaine..
.
‘PRANK..’ Kaca jendela tiba-tiba pecah, air dan angin
pun seketika menerpa kamar itu beserta isinya. Komputer tetap menyala, Rusdi
pun berusaha untuk mematikan komputer itu agar tidak terjadi hal yang buruk.
Tapi bukannya mati, komputer itu malah ‘bermain’ sendiri. Pointer dan keywoard
bekerja sendiri, membuka aplikasi apa saja hingga membuat komputer itu hank dan
mengeluarkan bunyi ‘bip’ yang nyaring..
.
“AHHH!! SAYANG?!! LEPAS DULU!!”
.
“GAK MAUUU!!”
.
‘TUT..’ Komputer mati secara tiba-tiba, tapi hujan
deras disertai angin kencang tetap terjadi. Beberapa detik setelah komputer
mati, komputer pun kembali menyala. Layar monitor berwarna putih seluruhnya,
lalu tampak samar-samar ada bayangan dari titik kecil, hingga akhirnya membesar
dan terlihat jelas sebuah bayangan manusia berwarna hitam..
.
“AP---”
.
‘TEK..’ Lampu tiba-tiba mati, dan hanya diterangi
cahaya dari luar. Rusdi menangkap ada sosok manusia dihadapannya. Kemudian lampu
kembali menyala, dan muncul sebuah sosok yang membelakangi mereka berdua..
.
“SI.. SIAPA KAU?!! DATANG DARIMANA.. KAU..?!!” Tanya
Rusdi ketakutan..
.
“Ohhh.. Ternyata Rusdi dan Elaine? Aku tidak menyangka
akan bertemu pasangan penyuka bebek” Ujarnya sambil berbalik. Dan saat dia
sudah berbalik sepenuhnya, tentu Rusdi dan Elaine sangat ketakutan, dia adalah
Gani.. .
“!!!!”
.
“GA.. GANI..!!?”
.
Wajah Gani penuh dengan luka iris, tubuhnya penuh
darah, dan yang paling menakutkan adalah sebuah pisau yang menancap penuh di
dadanya..
.
“Kenapa kau menatap dadaku terus? Kau tertarik dengan
pisau ini?” Tanya Gani dengan senyum jahat. Rusdi dan Elaine terlalu takut,
bahkan untuk bersuara pun mereksa kesulitan. Mereka berdua pun terus mundur
perlahan setiap Gani bergerak..
.
‘CRET.. SRRT..’ Dihadapan Rusdi dan Elaine, Gani pun
mencabut pisau di dadanya. Darah menetes dari pisau dan luka itu yang membuat
mereka berdua bertambah takut..
.
“Kenapa? Kalian tertarik dengan pisau ini?”
.
“!!!??” Tiba-tiba Rusdi memiliki kekuatan yang hebat,
dia berlari menuju Gani dan menimpanya. Rusdi sempat terkejut jika tubuh Gani
itu adalah nyata, bukan ilusi. Tapi dia kesampingkan hal itu untuk menahan dan
mengalahkan Gani dengan segenap kekuatan yang tiba-tiba muncul. Kemudian dia
rebut pisau itu dengan cepat..
.
“RUSDIII!!” Teriak Elaine..
.
“PERGI!! BIAR AKU YANG URUS GANI!!”
.
“Hoooo? Gani pun melakukan hal ini, tapi dia tidak
merebut pisau dariku. Berani juga kau. Huhuhu..”
.
‘CRATS.. CRATS..’ Rusdi tidak tanggung-tanggung untuk
melawan Gani, dia langsung menggorok leher Gani. Darah pun terciprat
kemana-mana, basah, dan bau anyir. Dan seketika Gani pun berhenti bergerak dan
terkulai lemas, kemudian dia kembali menancapkan pisau itu di dada Gani. Lalu
dia bangkit dan berbalik menghadap Elaine. Tapi Elaine justru lebih takut
ketika melihat Rusdi sang kekasih yang berlumuran darah merah yang pekat..
.
“SA.. SAYANG..!!?”
.
“Ma.. Maafkan aku, sayang. Tapi itu bukanlah yang
asli. Kamu kan tau sendiri kalau Gani itu---”
.
“Sudah.. mati. Benar, kan?”
.
“!!!!!” Tentu mereka terkejut dengan suara yang tidak
asing lagi, itu adalah suara Gani. Rusdi yang masih berada diatas Gani pun
berbalik dan melihat kebawah. Gani tersenyum dengan kondisi yang masih sama
setelah tergorok lehernya. Darah masih mengalir, serta daging dan urat yang
terpotong terlihat meski samar-samar karena darah itu..
.
“BA.. BAGAIMANA.. BISA..?!!”
.
‘BUK..’ Gani mendorong Rusdi yang lemas tubuhnya.
Kemudian dia bangkit sambil menundukan kepalanya dan memegang lehernya yang
tergorok..
.
“Entahlah, aku pun tidak tau” Gani tersenyum penuh
arti dan sangat menakutkan..
.
‘SRRT.. BUK.. CRATS..’ Gani lepas pisau dari dadanya,
lalu dia tendang kepala Rusdi, dan terakhir dia tancapkan pisaunya tepat di
leher Rusdi..
.
“KYAAAA!! RUSDIII!!”
.
“Ini impas. Aku rasa..” Ujar Gani sambil melirik
Elaine..
.
“!!!!!”
.
“Wanita yang sangat teramat cantik menangis di
depanku, aku sangat menyukai itu!! Ketakutan dan menangis sebelum kematiannya.
Elaine, kan? Nah, apa yang akan kau lakukan padaku?” Gani bangkit sambil
mencabut pisau itu. Kemudian dia berjalan menuju Elaine yang terdiam
ketakutan..
.
‘SRRT..’ Gani dengan kuat menarik baju serta pakaian
dalam Elaine bersamaan hingga tubuh bagian atas Elaine tidak terlapisi
apa-apa..
.
“…..” Elaine tidak bergerak sedikit pun, rasa takutnya
terlalu kuat hingga mengalahkan rasa malunya sendiri. Dia tidak peduli lagi apa
yang sedang Gani lihat, yang dia inginkan hanyalah pergi dari sini bersama
Rusdi dengan selamat. Tapi Rusdi sudah meninggal dengan mengerikan dihadapan
Elaine..
.
“Hmm.. Kau tidak malu? Mungkin karena kau terlalu
takut. Tapi benar-benar indah sekali tubuhmu itu. Tubuhmu sangat ideal, aku
beri nilai 8.2. Buah dada dan pingganmu, aku beri 81. Dan yang menjadi pemenangnya
adalah, warna puttingmu yang merah muda itu. Aku beri nilai 87!!” Jelas Gani
sambil mengusap seluruh tubuh Elaine dengan pelan..
.
‘CRATS..’ Gani mengiris putting Elaine yang kiri,
Elaine berteriak kesakitan ketika Gani melakukan hal itu. Dan putting yang lain
adalah targetnya, kini Elaine sudah tidak memiliki 2 ‘benda’ itu di puncak buah
dadanya. Darah terus mengalir dari luka iris itu, benar-benar kejam..
.
“SAKIIITT!! HENTIKAAANN!!”
.
‘TAPS.. SRRT..’ Gani langsung menangkap kedua lengan
Elaine, kemudian mendorongnya hingga menindihnya. Kemudian dia siapkan lagi
pisaunya itu, dia iris buah dada Elaine hingga mengeluarkan darah karena luka
yang cukup dalam. Tentu saja Elaine berontak kesakitan, tapi kekuatannya hampir
habis dan hanya bisa menangis dan berteriak saja dalam rontaan..
.
“Apakah kau bisa diam, cantik?!!” Geram Gani merasa
terganggu. Dia simpan lagi pisau itu di dadanya, kemudian mengambil potongan
putting itu, lalu dia masukan dengan paksa kedalam mulut Elaine yang sedang
berteriak itu..
.
“EHK!! A.. A.. A..”
.
“Makan saja ini” Ujar Gani sambil mencekik leher
Elaine agar Elaine menelan daging berwarna merah itu. Dan akhirnya Elaine pun
menelan bagian tubuhnya itu..
.
“HUAAAA!!”
.
“Cukup sampai disini saja, cantik!!”
.
“GRAP..’ Gani mencekik kuat leher Elaine yang
membuatnya tidak bisa bernafas. Dia mencoba untuk melepaskan cekikan Gani, tapi
tidak bisa karena kekuatan Gani lebih kuat. Hingga akhirnya Elaine pun
kehilangan nyawa karena tidak bisa bernafas. Mulutnya berbusa dan matanya
terbalik..
.
‘CRET.. CRET.. CRET..’ Untuk ‘hadiah’ terakhir, Gani
menusukan pisaunya berkali-kali pada tubuh Elaine sambil tertawa senang. Tidak
terkecuali bagian paling intim Elaine pun dia tusuk menggunakan pisau tajam
itu..
.
“Hmm? Sepertinya aku salah bermain. Seharusnya aku
tusuk dulu bagian bawahnya dan mendengar jeritan Elaine yang memilukan”
Gumamnya. “Ahhh.. Tidak perlu disesali, masih ada banyak korban diluar sana.
Lagipula Elaine sudah mati” Ucapnya sambil berdiri, dia taruh setangkai mawar
di atas Elaine, kemudian berjalan kearah komputer..
.
Saat berada di dekat komputer, Gani pun menaruh mawar
juga di atas tubuh Rusdi. “Mawar yang indah, bukan? Dari sekian banyak korban,
baru kalian saja yang memberikan perlawanan. Tepatnya kau, Rusdi. Bahkan diriku
yang asli pun tidak dapat berkutik ketika aku muncul dihadapannya, dia
benar-benar lemah. Maksudku adalah Gani yang asli. Sampai jumpa, kita akan
bertemu lagi di tempat lain” Ucapnya sambil masuk kedalam monitor yang masih
menyala dan menghilang. Lalu bersamaan dengan menghilangnya Rusdi, komputer itu
pun mati. Beberapa detik kemudian..
.
‘DUAR.. DUAR..’ Komputer itu pun meledak di ikuti
barang-barang elektronik lainnya, dan memicu sebuah kebakaran yang cukup
hebat..
.
.
~~~PoV Author : Ship~~~
.
“Hmm?” Rendy bergumam setelah membaca cerita teman
dunia maya-nya, Gani. Dia tidak tau harus memberikan komentar apa, dia like
thread Gani dan menyiapkan keyboard pada ponselnya..
.
“Gue harus komen apa yah? Ceritanya sih bagus,
genrenya juga bagus, pengambilan latar dan kejadian menurut gue unik. Gue malas
kalau harus puji anak itu!!” Ketusnya sambil menatap langit-langit. “Ahhh..
Kasih pujian dikit lah, kasian, kayaknya dia ngemis like sama komen. HAHAHA!!”
Ujar Rendy sambil mulai berkomen pada thread Gani..
.
“Menurut gue sih bagus, banget malah (y). Orang yang
buat cerita itu, tapi dia mati karena Gani yang datang dari cerita yang dibuat
adalah sesuatu yang gak pernah gue pikir sama sekali. Lu buat cerita, dan lu
buat tokoh itu buat cerita lagi. Ibaratnya gue mimpi, dan di mimpi itu gue
mimpi lagi. Good job, son. Tapi sih bakalan lebih bagus lagi kalau isinya
romance, no thriller and horror, dan tokoh utamanya gue sama Ve :v. Hahaha..”
Komentar Rendy pun tertera pada thread itu..
.
~
.
Saat ini Rendy sedang melayani para pengunjung, dengan
wajah tampan dan balutan kaos putih serta kemeja dan celana hitam, dia melayani
para tamu kapal pesiar yang mewah itu. Dengan senyum yang terus mengembang dan
sikap sopan serta ramah, dia membuat semua pengunjung merasa nyaman dengan
pelayanan hotel di atas kapal pesiar ini..
.
Setelah 2 jam melayani para tamu, Rendy dan teman
kerjanya pun beristirahat sampai pekerjaan yang selanjutnya. Dia saat ini
sedang berada di bagian geladak kapal yang paling belakang. Sambil duduk
bersantai dan menikmati angin laut serta suara deburan ombak, dia mencoba
menenangkan diri. Sudah jadi kebiasaan rutin untuk Rendy dalam melakukan hal
itu. Dia buka ponselnya, ada LINE masuk. Ve, nama itulah yang tercantum dan
sudah setengah jam berlalu semenjak pesan itu..
.
“Sayang? Kamu udah makan?”
.
“Maaf baru bales, sayang. Aku lagi istirahat ini”
Balas Rendy. Dan beberapa detik kemudian, Ve pun langsung membalas. “Kayaknya
Ve bener-bener nunggu gue nih” Pikir Rendy..
.
“Ohhh. Kamu udah makan? Minum? Terus gimana sama
layanannya? Ada masalah?” Tanya Ve secara bertubi-tubi..
.
“Udah kok sayang, lagi nikmatin semilir angin nih sama
suara ombak nih. Hehehe.. Oh ya, kamu kan suka baca cerita horror, kan?”
.
“Iya, kenapa emangnya sayang?”
.
“Kamu mau baca cerita temen aku? Bagus loh, tapi
sedikit vulgar. Tapi maksudnya vulgar disini itu vulgar pembunuhannya”
.
“Hah? Genrenya apa, sayang?”
.
“Genre utamanya Thriller, Horror, Romance. Aku yakin
kamu suka dan bakalan tegang kalau baca cerita ini. Kalau aku sih ya pasti gak
bakalan takut”
.
“Huuu.. Sombong!! Dasar!! Aku juga gak bakalan takut.
Mana link-nya?”
.
Rendy pun mengirim link thread Gani pada Ve, “Nanti
aku baca malem hari, yah? Aku sebenernya masih sibuk” Balas Ve setelah link
terkirim. Mereka pun terlibat obrolan seperti biasa, Rendy menceritakan hal yang
menarik hari itu, begitu juga Ve. Meski sudah menjalin hubungan selama 5 tahun,
mereka masih saja erat walau hubungan mereka ‘LDR’. Tidak ada koflik berat
dalam hubungan mereka, dan mereka pun berencana melanjutkan hubungan mereka ke
jenjang yang lebih tinggi 1 tahun lagi..
.
~
.
Malam hari tiba, keadaan di laut pun cukup
membahayakan. Ombak yang cukup besar sering menghantam kapal mewah itu, namun
beruntung sang nahkoda sangat ahli dalam mengatasi masalah itu. Meski begitu,
Rendy pun tidak mengalami kesulitan dalam pekerajaannya. Sudah sekitar 7 tahun
dia bekerja di atas kapal pesiar ini, jadi dia sudah tau situasi seperti
apapun, bahkan yang lebih parah dari apa yang sedang di alami saat ini..
.
“Bagaimana dengan pelayanan kami?”
.
“Sangat hebat sekali, tentu itu sudah pasti. Tapi
kalian memberikan sesuatu yang berbeda pada kami, itu sungguh hebat sekali”
.
“Rendy? Shift-mu sudah selesai, cepat beristirahat”
Bisik rekannya sambil membawa troli berisi beberapa makanan dan melewati
Rendy..
.
“Baiklah, terima kasih”
.
~
.
Sesampainya di kamar, dia pun langsung membersihkan
diri dan segera berbaring di atas kasur. Dia periksa ponselnya, ada beberapa
panggilan dari Ve. Rendy pun menelepon balik menggunakan video call pada Ve,
dan Ve kembali menjawab dengan cepat..
.
“Halo, sayang?” Sapa Rendy..
.
“SAYANG?!! AKU TAKUT!!” Suara Ve terdengar lirih dan
sedang ketakutan. Rendy langsung bangkit..
.
“Kamu kenapa, sayang?!! Apa yang terjadi?!!” Tanya
Rendy panik. Tentu dia sangat panik, itu karena Ve tinggal sendiri saat ini.
Dia diberitahu jika orang tua Ve sedang pergi ke luar negeri, dan dia sendirian
di rumahnya. Dia merupakan anak tunggal, sedangkan pembantunya hanya datang di
waktu tertentu..
.
Dia lihat keadaan Ve, cukup gelap, dan saat itu Ve
sedang menangis..
.
“Sayang? Coba bilang ke aku!! Kamu kenapa? Kok gelap
gitu?”
.
“SAYANG?!! ADA ORANG ASING!! AKU SEMBUNYI DIBAWAH
KASUR IBU!!” Lirih Ve..
.
“Orang asing? MALING?!!”
.
“BUKAN!! DIA TIBA-TIBA MUNCUL!! WAKTU AKU BACA CERITA
KAMU TADI, LISTRIK TIBA-TIBA MATI, DAN SEWAKTU NYALA LAGI, UDAH ADA ORANG
DIHADAPAN AKU!! DAN AKU LANGSUNG LARI!!”
.
“Lah? Mana ada o---”
.
“ADA SAYANG!! ORANG YANG AKU MAKSUD ITU ADALAH GANI!!
ORANG YANG BUAT CERITA ITU!! SEBELUM AKU BACA CERITA ITU, AKU LIAT DULU PROFILE
DIA!! DAN ADA SATU THREAD DIMANA THREAD ITU JELASIN KALAU GANI UDAH MENINGGAL!!
DAN DIA SEKARANG ADA DI RUMAH INI!!” Jelasnya sambil menangis. Saat ini Rendy
sedang berada antar percaya dan tidak, tapi lebih dominan percaya. Dia sangat
tahu sifat Ve, entah senang, berbohong, sedih, ketakutan, atau apapun itu. Dia
benar-benar tau kekasihnya itu seperti apa. Dan dilihat dari situasi Ve saat
ini, meski sangat tidak masuk akal tentang kemunculan Gani, tapi dalam lubuk
hati pun dia sangat percaya. Jika tidak, Ve tidak akan berkelakuan seperti
ini..
.
“Kamu tenang dulu, sayang!! Jangan panik!! Kamu udah
hubungin siapa aja?”
.
“Semuanya udah,
tapi banyak yang gak percaya. Dan mereka juga gak mau datang kesini, soalnya
disini hujan besar, sayang!! Tolong Veee!! KAMU— KYAAAA!!” Tiba-tiba Ve
ditarik ke belakang, Rendy bisa melihat apa yang terjadi di sana meski tidak
jelas..
.
“VE?!! VEEE!!”
.
“KYAAAA!! PERGIII!!” Ve pun menjatuhkan ponselnya
menghadap pada sosok lelaki yang dimaksud oleh Ve, dan otomatis Rendy bisa
melihat apa yang ada di layar ponselnya. Ve tidak berbohong, itu benar Gani.
Dia tau betul sosok itu karena dia juga sering melihat profile teman
Facebook-nya. Tapi yang membuat Rendy ketakutan adalah kondisi Gani saat ini,
benar-benar mengerikan..
.
Kondisinya saat ini benar-benar tidak bisa diterima
akal dan pikiran. Tubuhnya dilumuri darah merah, penuh luka, dan yang paling
tidak masuk akal adalah luka tergorok di lehernya dan sebuah pisau yang
menancap di dadanya..
.
“VEEE!! VERANDAAA!!”
.
Gani mendekati Ve sambil melepaskan pisau dari
dadanya, tapi Rendy tidak bisa melihat lebih leluasa di tempat Ve. Dia hanya
bisa berteriak saja tanpa bisa melakukan apapun..
.
“HENTIKAAANN!! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!!
VERANDAAA!!”
.
“KYAAAA!! RENDYYY!!” Dan setelah teriakan Ve, hening
pun tercipta. Rendy tidak tau apa yang terjadi disana karena kamera tidak
merekam kejadian penuh disana. Yang dia dengar adalah suara basah yang
samar-samar..
.
“VE?!! VERANDAAA!!” Teriak Rendy. Lalu ponsel pun
bergerak..
.
“BU!!” Teriak Gani tiba-tiba dihadapan kamera ponsel
Ve..
.
“HUAAAA!!” Teriak Rendy terkejut dan terjungkal ke
belakang hingga menabrak dinding..
.
“Penakut!! Kau ingin tau keadaan kekasihmu?” Tanya
Gani. Dia gerakan ponsel itu. “Beginilah keadaan kekasih cantikmu itu. Untuk
keseluruhan tubuhnya, total aku memberikan nilai 89. Benar-benar seperti
bidadari!! Dia sungguh cantik!! Aku jadi tidak tega untuk membunuhnya dengan
sadis, jadi seperti itu saja yang aku lakukan”
.
“VERANDAAA!!” Teriak Rendy menangis. Dia tidak
menyangka jika kekasihnya yang bernama lengkap Jessica Veranda itu akan
meninggal dalam keadaan pisau yang menancap di buah dada kirinya, dan sebuah
gunting di buah dada kanannya..
.
“Sekarang giliranmu, Rendy Okta!!”
.
“!!!!!”
.
‘BRUK.. BUK.. BUK..’ Dia lempar ponselnya hingga
hancur, kemudian dia menonjok dinding berkali-kali hingga tangannya terluka
parah..
.
“TIDAAAKK!! VERADAAA!! SIAAALL!! KEPARAT KAU, GANIII!!
AKAN AKU BUNUH KAU!!” Teriak Rendy kesal. Dia segera membuka ponsel yang
lainnya, dia mempunyai 2 ponsel canggih. Lalu dia masuk Facebook, kemudian
melihat profile Gani sang pembuat cerita. Dan Rendy kembali terkejut karena ada
satu artikel tentang Gani yang memang sudah meninggal..
.
“BAGAIMANA BISA?!! TADI ITU.. ITU.. ITU GANI!!” Pikir
Rendy ketakutan. Dia segera berlari keluar kamar, dan segera pergi keluar. Tapi
saat di perjalanan, dia tidak bisa berhenti bergoyang. Kapal itu seakan sedang
mengalami gelombang yang sangat besar. Dia segera menuju ke ruang kemudi, tapi
saat sampai disana, dia melihat banyak sekali mayat yang tergeletak begitu
saja..
.
“!!!??”
.
“APA YANG TERJADI DISINI?!!” Dia segera pergi dan
menuju geladak kapal bagian depan, tapi kembali diperjalanan dia menemukan
mayat. Bukan hanya 1, tapi dia merasa seluruh penumpang di kapal ini sudah
dibunuh..
.
“APA YANG TERJADI DISINIII?!!” Teriaknya. Akhirnya dia
pun sampai di geladak kapal, keadaannya pun sama, banyak sekali mayat yang
tergeletak dengan berbagai macam luka. Mulai luka tusuk, hingga yang sangat
brutal seperti pemotongan tubuh..
.
“HUAAAA!! APA YANG TERJADI DISINI?!! SIAAALL!!” Teriak
Rendy menangis..
.
“Aku membunuh mereka semua!!”
.
“!!!??”
.
“GANIII!!?” Teriak Rendy yang mengetahui keberadaan
Gani dihadapannya..
.
“BA.. BAGAIMANA---”
.
‘CRET..’ Gani dengan cepat menusuk dada Rendy dengan
benda yang sama ketika membunuh Ve, yaitu gunting dan pisau..
.
“Cukup seperti ini saja. Aku salut dengan kalian yang
bisa mempertahankan hubungan ‘LDR’ selama 5 tahun, dan berencana untuk menikah
tahun depan” Bisiknya..
.
“EHK!! BA.. BAGAIMANA---”
.
“CRET..’ Gani memutar 2 benda itu dan mengebor dada
Rendy..
.
“HOEEK!!”
.
“Ngomong-ngomong, kekasihmu memang benar-benar cantik.
Kau beruntung mendapatkannya, dia sangat cantik, setia, baik hati, perhatian, dan
aku yakin masih banyak lagi” Ucap Gani lagi masih tetap memutar pisau dan
gunting di dalam dada Rendy. Dan saat sudah berputar penuh, Rendy pun langsung
tergolek lemas. Gani melepaskan gunting dan pisau, kemudian mendorong Rendy
jatuh ke belakang. Dua luka yang berlubang di dada Rendy. Meski samar-samar,
tapi jika melihatnya dengan teliti, tulang dan organ dalam bisa terlihat cukup
jelas..
.
“Benar-benar lemah. Dia bahkan lebih lemah dari Ve
yang memberikan perlawanan, meski hanya berupa pukulan kecil. Kau tidak seperti
Rusdi, Rendy. Maaf saja karena aku tidak bisa memberikan kesempatan padamu
untuk melawanku” Ujar Gani sambil menaruh mawar di atas tubuh Rendy..
.
“Mawar yang indah, bukan?” Tanya Gani sambil berjalan
menuju haluan kapal. Sedangkan di depan kapal itu ada sebuah batu karang yang
cukup besar..
.
‘BRAK.. BRAK..’ Kapal pun menabrak batu karang itu dan
membuat kebocorang pada lambung kapal. Tidak lama kemudian, sebuah ledakan
terjadi dari belakang kapal. Dan 2 jam kemudian, kapal itu pun akhirnya
sepenuhnya tenggelam, membawa seluruh isinya tanpa tersisa termasuk 1000
penumpang dari kalangan orang yang terpandang dan 500 awak kapal..
.
.
~~~PoV Author : Tomb~~~
.
“Gani? Siapa lagi? Kau mempunyai banyak teman
Facebook, kan? Teman dari dunia maya mu baru 2 saja yang aku bunuh, sisanya
hanyalah pembaca biasa yang tidak berarti” Tanya Gani pada Gani yang asli yang
saat ini sudah terkubur dalam tanah. Lebih tepatnya berbicara pada batu nisan..
.
“Aku pikir teman dekatmu saja yang berada di sekitarmu
akan menarik. Seperti Alfi, Ian, Milen, Brian, Julian, dan Arinda? Mereka semua
sama sepertimu, benar-benar anak yang luar biasa. Mereka cerdas, berbakat, dan
cekatan dalam bertindak. Mereka juga tidak termasuk orang yang penakut karena
kalian sering melakukan uji nyali”
.
‘PAK..’ Gani menepuk tangannya..
.
“Baiklah, mereka target selanjutnya!!” Gani tersenyum
penuh kebahagiaan..
.
“Kalian akan terkejut dengan kedatanganku. Saat kalian
sedang sendiri, waspadalah terhadap jendela yang mungkin akan ada yang
mengetuk, dari bawah kasur yang mungkin akan ada dorongan ketika kalian akan
tidur, suara lemari yang ribut, dan saat kalian sedang bercermin. Atau saat
kalian benar-benar akan tertidur, kalian mendengar suara langkah kaki di dekat
kalian, entah dari tangga atau langit kamar kalian, dan kemudian mendapati
sebuah jejak kaki atau tangan berupa darah atau debu. Dan jangan lupa untuk
selalu mengunci pintu agar lebih mudah untuk membunuh kalian, karena aku akan
datang dengan sebuah pisau yang menancap di dadaku serta luka gorok dileherku!!”
Gani tersenyum pada siapapun yang membaca cerita buatan Gani yang asli. Dia
akan memberikan sebuah kejutan untuk mereka yang membaca cerita itu, lalu
memberikan sebuah mawar yang sangat indah namun menakutkan. Mawar berwarna
merah darah..
.
"Hei? Bukankah mawar ini terlihat sangat cantik dan indah?" Tanya Gani sambil melihat setangkai mawar merah itu..~~~~~
Friday, 6 Mei 2016
-
Wednesday, May 11, 2016
No comments:
Post a Comment