Coretan Fans 48 Family: Come for Killing Part II

Thursday, May 12, 2016

Come for Killing Part II

Title : Come for Killing Part II
Genre : Thriller, Horror, Romance, Fanfiction, Adult (17++)
Cast :
Galus Gani Pratamayudha as Gani (Silent Rose)
Rusdi Arianto as Rusdi
Elaine Hartanto as Elaine / Ilen
Rendy Okta as Rendy
Jessica Veranda as Ve
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
~
~Happy Reading~
~
~
~~~PoV Author : Bogor~~~
.                                       
“Weleh? Si Gani post story nih. Story apaan, yak?” Pikir Rusdi bingung. Dia saat ini sedang asik bermain Facebook, hobinya itu sudah membuat dirinya sedikit kesulitan dalam berinteraksi, meski sebenarnya dia mempunyai banyak teman. Lelaki yang sangat menyukai hewan bebek itu mulai membuka salah satu thread yang di post oleh Gani, teman Facebook-nya..
.
“Gue baru tau kalau Gani itu suka buat story, kira-kira bagus gak yah story-nya?” Gumam Rusdi penasaran. “Ahhh.. Mending gue baca dulu story-nya, dan semoga aja bagus” Harapnya dengan senang..
.
Dia klik thread milik Gani, “Hmm? Come For Killing, yah? genre utamanya Thriller, Horror? Wah, bakalan tegang nih gue!! Semoga aja seru story si Gani!!”
.
Rusdi pun mulai membaca perlahan, untuk awal cerita dia masih belum menemukan kecocokan dengan genre utama cerita Gani. Tapi memasuki pertengahan, dia pun mulai mengerti. Dengan perasaan tegang, dia membaca cerita Gani sendirian. Saat ini sebenarnya dia sedang berada di kamar seorang diri dengan lampu mati, sekarang pun sudah lewat jam tidur, tepatnya jam 10 malam, tapi itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi Rusdi untuk membaca cerita menyeramkan buatan teman dunia mayanya itu..
.
“Ok.. Mulai masuk klimaks!! Gani dari dunia lain coba bunuh Gani yang asli!! Tapi hebat juga tuh anak, gue gak pernah kepikiran cerita kayak gini!!” Pikir Rusdi sambil membaca scene dimana Gani dari dunia lain sedang mencoba membunuh Gani yang asli. Sedangkan saat itu Shania sedang berlari menuruni tangga. Dan saat itulah klimaks yang sebenarnya telah Rusdi dapatkan dimana Shania melihat orang tua Gani dibunuh, lalu Gani palsu pun membunuh Shania dengan cara yang tragis..
.
“Gila!! Gue takut banget!! Tapi.. masih ada lanjutannya?” Pikir Rusdi bingung. Dia pikir cerita itu sudah selesai, tapi ternyata belum. Dia scroll kebawah..
.
“Bener-bener encer otak tuh anak!! Mimpi dihubungin sama dunia nyata, gue gak pernah kepikiran alur kayak gitu. Dimana dia buat cerita, tapi cerita itu jadi kenyataan dengan kemunculan sosok Gani dari cerita, kemudian membunuh Gani sang author” Pikir Rusdi kagum. Dia pun melihat komentar dan berkomentar pada thread itu, tapi tidak ada satu pun balasan dari Gani sendiri..
.
“Sombong juga tuh anak!! Dasar!! Tapi, bagus juga sih story Gani. Apalagi gak banyak orang yang minat buat genre thriller atau horror kayak gitu” Ucap Rusdi kagum. Dia pun menyandarkan tubuhnya pada kursi dan meregangkan tubuhnya..
.
“Ahhh!! Enaknya sih sekarang ya tidur!!” Rusdi pun mematikan kompternya dan bangkit menuju tempat tidur. Dia langsung menjatuhkan tubuhnya dan menarik selimut serta guling..
.
“Haaahh.. Entah kenapa gue gak takut meski gue udah baca cerita buatan si GG itu, padahalnya gue kalau denger cerita horror juga pasti jadi takut sendiri” Gumamnya..
.
2 jam setelah Rusdi tertidur, saat ini jam sudah menujukan pukul 12.20 malam. Keadaan sunyi dan mencekam pun pasti akan terasa jika sudah memasuki jam-jam seperti ini entah dimana pun..
.
‘TUT.. NGIIING..’ Tombol power supply ditekan dan komputer menyala dengan sendirinya, sedangkan sang pemilik saat ini mungkin sedang bermimpi menikah dan melakukan malam pertama bersama Elaine, kekasih Rusdi..
.
“Ohhh.. Ilen.. Lu itu anugerah terindah yang pernah gue miliki!! Nyam nyam nyam..” Ucap Rusdi sambil mengingau. Dia sendiri tidak sadar jika komputernya menyala dengan sendirinya. Pada layar monitor, pointer bergerak sendiri, tetapi mouse sama sekali tidak bergerak. Pointer itu membuka Google Chrome dan langsung menampilkan Facebook, tepatnya thread cerita buatan Gani. Kemudian bergerak menuju bawah dan diam pada epilog cerita itu. Setelah itu, pointer pun bergerak menuju aplikasi Winamp, dan memutar sebuah lagu. Avenged Sevenfold – Nightmare. Lagu untuk mengenang kematian sang drummer, The Rev. Salah satu lagu rock dalam album Nightmare..
.
Saat sudah berputar setengah lagu, Rusdi pun mulai terganggu dengan suara lagunya itu. Perlahan dia pun mulai sadar, dan tepat lagu itu selesai, Rusdi pun membuka matanya dan Winamp pun tertutup dengan sendirinya. Tapi tidak untuk browser..
.
“Perasaan gue tadi denger lagu Avenged, kok sekarang udah selesai?” Gumam Rusdi setngah sadar.. “Cuman---” Rusdi berhenti bergumam ketika menyadari komputernya menyala. Dia pun bangkit dan berjalan menuju komputernya dengan perasaan bingung..
.
“Gue yakin udah matiin komputer, tapi kenapa nyala lagi? Dan kenapa Facebook gue kebuka?” Guman Rusdi. Dia pun segera menutup browser dan mematikan kembali komputernya, lalu dia kembali tidur..
.
~
.
Rusdi sekarang sedang berada di café, dia mengajak Elaine untuk mengisi waktu luang. Sambil menikmati hidangan yang mereka pesan, mereka pun larut dalam obrolan biasa, namun mereka terlihat sangat bahagia sekali. Hingga Rusdi teringat kejadian semalam dimana komputernya menyala dengan sendirinya, padahal sudah dia matikan..
.
“Hehehe.. Ilen kan penakut, ya gue ceritain kejadian kemarin gak apa-apa kali, ya?” Siasat Rusdi untuk menjahili dan menakuti Elaine dengan kejadian nyata pun dimulai..
.
“Sayang? Kamu tau gak? Kemarin kan aku main komputer, terus aku matiin. Dan coba tebak, komputer itu nyala sendiri loh jam 12 malem. Malahan buka Facebook aku”
.
“Hah? Mana ada kejadian kayak gitu. Dasar!! Kamu kebanyakan gadang, jadi ngelindur waktu tidur!!” Ketus Elaine..
.
“Aku serius, Len!!” Bukannya ingin menjahili, Rusdi justru terbawa emosinya sendiri yang ingin membuat Elaine percaya dengan kisah semalamnya itu..
.
“Hmm?”
.
“Gini, tadi sih aku maunya bercandain kamu, cuman gagal. Tapi itu emang nyata, Ilen sayang. Komputer aku nyala sendiri dan buka Facebook sendiri, terus aku juga sebelum bangun samar-samar denger lagu Avenged”
.
“Kok kamu malah makin ngelantur gitu, sih?” Tanya Elaine bingung. Dia lihat wajah Rusdi, dia tidak menemukan kebohongan, artinya kekasihnya itu serius..
.
“Udah ah!! Jangan cerita kayak gitu lagi ke aku!!”

.
~
.
Rusdi mengajak Elaine untuk datang ke rumahnya, Rusdi sendiri masih tinggal bersama kedua orang tuanya, begitu juga Elaine. Mereka sudah saling mengenal baik, mungkin mereka berdua berpikiran jika orang tua mereka akan menjodohkan anak mereka ini..
.
“Kamu mau baca ceritanya? Seru loh!!”
.
“Gak mau!!”
.
“Aku temenin”
.
“Hmm.. Iya deh” Ujar Elaine pasrah menerima ajakan Rusdi untuk membaca cerita yang Rusdi maksud. Mereka segera masuk, namun sayang, kedua orang tua Rusdi sedang pergi. Mereka langsung berjalan menuju kamar, Rusdi pun segera menyalakan komputernya, membuka browser lalu masuk Facebook, kemudian memberikan cerita itu pada Elaine..
.
“Nih, aku buka tirai jendelanya” Ujar Rusdi sambil membuka tirai jendela agar cahaya matahari bisa masuk. Elaine pun membacanya dengan seksama, tapi baru saja pada scene dimana Gani yang asli menahan Gani palsu, dia sudah menutup browser-nya..
.
“Yaelah, baru aja Gani ngegabruk Gani, udah takut lagi” Ledek Rusdi gemas. “Baca sampai akhir, dong”
.
“Gak mau!!” Rengek Elaine..
.
“Ya udah, aku bacain aja yah? Aku tau kelanjutannya. Hehehe..”
.
“KYAAAA!!”
.
“Hmm.. Dasar!! Iya iya iya, gak bakalan kok” Rusdi akhirnya pasrah saja. Dia kembali membuka Facebook-nya..
.
“Liat data Gani, aku pingin tau orangnya kayak gimana”
.
“Hoooo? Tertarik sama author-nya? Hehehe..” Goda Rusdi. Dia langsung membuka profile Gani..
.
“Jadi itu orangnya? Hmm, gak nyangka orang kayak dia bisa buat cerita kayak tadi” Ucap Elaine ketika melihat wajah Gani dalam foto profile-nya..
.
“Ya gitulah, lagian dia juga sebenernya orang yang aneh di Facebook, gak tau deh kalau dunia nyata” Jelas Rusdi sambil kembali menuju berandanya. Dan saat dia berada di beranda, dia melihat artikel tentang pembunuhan. Rusdi tertarik dengan artikel itu, dia klik, dan dia masuk ke halaman web lainnya. Setelah masuk, dia pun mulai membaca artikel itu. Tapi dia terkejut dengan isi artikel itu..
.
“ITU.. ITU.. BUKANNYA ITU.. GANI..?!!” Pekik Elaine yang ternyata memperhatikan layar monitor. “GANI.. MENINGGAL?!! TAPI.. TAPI.. APA ITU BENER?!! TAPI KECIL KEMUNGKINANNYA, KAN?!! KALAU ADA NAMA YANG PANJANG DAN SAMA KAYAK GITU?!!” Lanjutnya..
.
Rusdi segera melihat kembali profile Gani, tepatnya alamatnya. Benar-benar sama, Kota Cimahi. Dia kembali membaca artikel itu hingga selesai..
.
“Gani..!! Meninggal karena---” Ucapan Rusdi terhenti ketika halaman web itu tiba-tiba menjadi putih. Dia pikir itu hanya error biasa, tapi ada yang salah. Yaitu ada sesuatu yang muncul dari atas layar, seperti darah, namun didalam layar. Kemudian darah itu membentuk sebuah kalimat..
.
“Rusdi.. Elaine.. Kalian akan mati!!”
.
“KYAAAA!!” Teriak mereka berdua terkejut dan terpental kebelakang. Rusdi segera bangkit dan menutup browser itu, tapi browser itu kembali terbuka dan menampilkan kalimat yang sebelumnya..
.
“APA INI?!! APA MAKSUDNYA INI..?!!” Teriak Rusdi ketakutan..
.
‘JDAR..’ Suara petir yang menggelegar terjadi. Angin bertiup kencang, hujan mulai turun dengan cepat dan deras, jendela yang terbuka pun terbanting-banting karena angin itu..
.
“KENAPA INI?!! BUKANNYA TADI ITU CERAH?!!” Teriak Rusdi panik..
.
“RUSDI!! AKU TAKUUUTT!!” Elaine meringkuk dan memeluk Rusdi dengan erat, Rusdi pun membalas erat pelukan Elaine..
.
‘PRANK..’ Kaca jendela tiba-tiba pecah, air dan angin pun seketika menerpa kamar itu beserta isinya. Komputer tetap menyala, Rusdi pun berusaha untuk mematikan komputer itu agar tidak terjadi hal yang buruk. Tapi bukannya mati, komputer itu malah ‘bermain’ sendiri. Pointer dan keywoard bekerja sendiri, membuka aplikasi apa saja hingga membuat komputer itu hank dan mengeluarkan bunyi ‘bip’ yang nyaring..
.
“AHHH!! SAYANG?!! LEPAS DULU!!”
.
“GAK MAUUU!!”
.
‘TUT..’ Komputer mati secara tiba-tiba, tapi hujan deras disertai angin kencang tetap terjadi. Beberapa detik setelah komputer mati, komputer pun kembali menyala. Layar monitor berwarna putih seluruhnya, lalu tampak samar-samar ada bayangan dari titik kecil, hingga akhirnya membesar dan terlihat jelas sebuah bayangan manusia berwarna hitam..
.
“AP---”
.
‘TEK..’ Lampu tiba-tiba mati, dan hanya diterangi cahaya dari luar. Rusdi menangkap ada sosok manusia dihadapannya. Kemudian lampu kembali menyala, dan muncul sebuah sosok yang membelakangi mereka berdua..
.
“SI.. SIAPA KAU?!! DATANG DARIMANA.. KAU..?!!” Tanya Rusdi ketakutan..
.
“Ohhh.. Ternyata Rusdi dan Elaine? Aku tidak menyangka akan bertemu pasangan penyuka bebek” Ujarnya sambil berbalik. Dan saat dia sudah berbalik sepenuhnya, tentu Rusdi dan Elaine sangat ketakutan, dia adalah Gani.. .
“!!!!”
.
“GA.. GANI..!!?”
.
Wajah Gani penuh dengan luka iris, tubuhnya penuh darah, dan yang paling menakutkan adalah sebuah pisau yang menancap penuh di dadanya..
.
“Kenapa kau menatap dadaku terus? Kau tertarik dengan pisau ini?” Tanya Gani dengan senyum jahat. Rusdi dan Elaine terlalu takut, bahkan untuk bersuara pun mereksa kesulitan. Mereka berdua pun terus mundur perlahan setiap Gani bergerak..
.
‘CRET.. SRRT..’ Dihadapan Rusdi dan Elaine, Gani pun mencabut pisau di dadanya. Darah menetes dari pisau dan luka itu yang membuat mereka berdua bertambah takut..
.
“Kenapa? Kalian tertarik dengan pisau ini?”
.
“!!!??” Tiba-tiba Rusdi memiliki kekuatan yang hebat, dia berlari menuju Gani dan menimpanya. Rusdi sempat terkejut jika tubuh Gani itu adalah nyata, bukan ilusi. Tapi dia kesampingkan hal itu untuk menahan dan mengalahkan Gani dengan segenap kekuatan yang tiba-tiba muncul. Kemudian dia rebut pisau itu dengan cepat..
.
“RUSDIII!!” Teriak Elaine..
.
“PERGI!! BIAR AKU YANG URUS GANI!!”
.
“Hoooo? Gani pun melakukan hal ini, tapi dia tidak merebut pisau dariku. Berani juga kau. Huhuhu..”
.
‘CRATS.. CRATS..’ Rusdi tidak tanggung-tanggung untuk melawan Gani, dia langsung menggorok leher Gani. Darah pun terciprat kemana-mana, basah, dan bau anyir. Dan seketika Gani pun berhenti bergerak dan terkulai lemas, kemudian dia kembali menancapkan pisau itu di dada Gani. Lalu dia bangkit dan berbalik menghadap Elaine. Tapi Elaine justru lebih takut ketika melihat Rusdi sang kekasih yang berlumuran darah merah yang pekat..
.
“SA.. SAYANG..!!?”
.
“Ma.. Maafkan aku, sayang. Tapi itu bukanlah yang asli. Kamu kan tau sendiri kalau Gani itu---”
.
“Sudah.. mati. Benar, kan?”
.
“!!!!!” Tentu mereka terkejut dengan suara yang tidak asing lagi, itu adalah suara Gani. Rusdi yang masih berada diatas Gani pun berbalik dan melihat kebawah. Gani tersenyum dengan kondisi yang masih sama setelah tergorok lehernya. Darah masih mengalir, serta daging dan urat yang terpotong terlihat meski samar-samar karena darah itu..
.
“BA.. BAGAIMANA.. BISA..?!!”
.
‘BUK..’ Gani mendorong Rusdi yang lemas tubuhnya. Kemudian dia bangkit sambil menundukan kepalanya dan memegang lehernya yang tergorok..
.
“Entahlah, aku pun tidak tau” Gani tersenyum penuh arti dan sangat menakutkan..
.
‘SRRT.. BUK.. CRATS..’ Gani lepas pisau dari dadanya, lalu dia tendang kepala Rusdi, dan terakhir dia tancapkan pisaunya tepat di leher Rusdi..
.
“KYAAAA!! RUSDIII!!”
.
“Ini impas. Aku rasa..” Ujar Gani sambil melirik Elaine..
.
“!!!!!”
.
“Wanita yang sangat teramat cantik menangis di depanku, aku sangat menyukai itu!! Ketakutan dan menangis sebelum kematiannya. Elaine, kan? Nah, apa yang akan kau lakukan padaku?” Gani bangkit sambil mencabut pisau itu. Kemudian dia berjalan menuju Elaine yang terdiam ketakutan..
.
‘SRRT..’ Gani dengan kuat menarik baju serta pakaian dalam Elaine bersamaan hingga tubuh bagian atas Elaine tidak terlapisi apa-apa..
.
“…..” Elaine tidak bergerak sedikit pun, rasa takutnya terlalu kuat hingga mengalahkan rasa malunya sendiri. Dia tidak peduli lagi apa yang sedang Gani lihat, yang dia inginkan hanyalah pergi dari sini bersama Rusdi dengan selamat. Tapi Rusdi sudah meninggal dengan mengerikan dihadapan Elaine..
.
“Hmm.. Kau tidak malu? Mungkin karena kau terlalu takut. Tapi benar-benar indah sekali tubuhmu itu. Tubuhmu sangat ideal, aku beri nilai 8.2. Buah dada dan pingganmu, aku beri 81. Dan yang menjadi pemenangnya adalah, warna puttingmu yang merah muda itu. Aku beri nilai 87!!” Jelas Gani sambil mengusap seluruh tubuh Elaine dengan pelan..
.
‘CRATS..’ Gani mengiris putting Elaine yang kiri, Elaine berteriak kesakitan ketika Gani melakukan hal itu. Dan putting yang lain adalah targetnya, kini Elaine sudah tidak memiliki 2 ‘benda’ itu di puncak buah dadanya. Darah terus mengalir dari luka iris itu, benar-benar kejam..
.
“SAKIIITT!! HENTIKAAANN!!”
.
‘TAPS.. SRRT..’ Gani langsung menangkap kedua lengan Elaine, kemudian mendorongnya hingga menindihnya. Kemudian dia siapkan lagi pisaunya itu, dia iris buah dada Elaine hingga mengeluarkan darah karena luka yang cukup dalam. Tentu saja Elaine berontak kesakitan, tapi kekuatannya hampir habis dan hanya bisa menangis dan berteriak saja dalam rontaan..
.
“Apakah kau bisa diam, cantik?!!” Geram Gani merasa terganggu. Dia simpan lagi pisau itu di dadanya, kemudian mengambil potongan putting itu, lalu dia masukan dengan paksa kedalam mulut Elaine yang sedang berteriak itu..
.
“EHK!! A.. A.. A..”
.
“Makan saja ini” Ujar Gani sambil mencekik leher Elaine agar Elaine menelan daging berwarna merah itu. Dan akhirnya Elaine pun menelan bagian tubuhnya itu..
.
“HUAAAA!!”
.
“Cukup sampai disini saja, cantik!!”
.
“GRAP..’ Gani mencekik kuat leher Elaine yang membuatnya tidak bisa bernafas. Dia mencoba untuk melepaskan cekikan Gani, tapi tidak bisa karena kekuatan Gani lebih kuat. Hingga akhirnya Elaine pun kehilangan nyawa karena tidak bisa bernafas. Mulutnya berbusa dan matanya terbalik..
.
‘CRET.. CRET.. CRET..’ Untuk ‘hadiah’ terakhir, Gani menusukan pisaunya berkali-kali pada tubuh Elaine sambil tertawa senang. Tidak terkecuali bagian paling intim Elaine pun dia tusuk menggunakan pisau tajam itu..
.
“Hmm? Sepertinya aku salah bermain. Seharusnya aku tusuk dulu bagian bawahnya dan mendengar jeritan Elaine yang memilukan” Gumamnya. “Ahhh.. Tidak perlu disesali, masih ada banyak korban diluar sana. Lagipula Elaine sudah mati” Ucapnya sambil berdiri, dia taruh setangkai mawar di atas Elaine, kemudian berjalan kearah komputer..
.
Saat berada di dekat komputer, Gani pun menaruh mawar juga di atas tubuh Rusdi. “Mawar yang indah, bukan? Dari sekian banyak korban, baru kalian saja yang memberikan perlawanan. Tepatnya kau, Rusdi. Bahkan diriku yang asli pun tidak dapat berkutik ketika aku muncul dihadapannya, dia benar-benar lemah. Maksudku adalah Gani yang asli. Sampai jumpa, kita akan bertemu lagi di tempat lain” Ucapnya sambil masuk kedalam monitor yang masih menyala dan menghilang. Lalu bersamaan dengan menghilangnya Rusdi, komputer itu pun mati. Beberapa detik kemudian..
.
‘DUAR.. DUAR..’ Komputer itu pun meledak di ikuti barang-barang elektronik lainnya, dan memicu sebuah kebakaran yang cukup hebat..
.
.
~~~PoV Author : Ship~~~
.
“Hmm?” Rendy bergumam setelah membaca cerita teman dunia maya-nya, Gani. Dia tidak tau harus memberikan komentar apa, dia like thread Gani dan menyiapkan keyboard pada ponselnya..
.
“Gue harus komen apa yah? Ceritanya sih bagus, genrenya juga bagus, pengambilan latar dan kejadian menurut gue unik. Gue malas kalau harus puji anak itu!!” Ketusnya sambil menatap langit-langit. “Ahhh.. Kasih pujian dikit lah, kasian, kayaknya dia ngemis like sama komen. HAHAHA!!” Ujar Rendy sambil mulai berkomen pada thread Gani..
.
“Menurut gue sih bagus, banget malah (y). Orang yang buat cerita itu, tapi dia mati karena Gani yang datang dari cerita yang dibuat adalah sesuatu yang gak pernah gue pikir sama sekali. Lu buat cerita, dan lu buat tokoh itu buat cerita lagi. Ibaratnya gue mimpi, dan di mimpi itu gue mimpi lagi. Good job, son. Tapi sih bakalan lebih bagus lagi kalau isinya romance, no thriller and horror, dan tokoh utamanya gue sama Ve :v. Hahaha..” Komentar Rendy pun tertera pada thread itu..
.
~
.
Saat ini Rendy sedang melayani para pengunjung, dengan wajah tampan dan balutan kaos putih serta kemeja dan celana hitam, dia melayani para tamu kapal pesiar yang mewah itu. Dengan senyum yang terus mengembang dan sikap sopan serta ramah, dia membuat semua pengunjung merasa nyaman dengan pelayanan hotel di atas kapal pesiar ini..
.
Setelah 2 jam melayani para tamu, Rendy dan teman kerjanya pun beristirahat sampai pekerjaan yang selanjutnya. Dia saat ini sedang berada di bagian geladak kapal yang paling belakang. Sambil duduk bersantai dan menikmati angin laut serta suara deburan ombak, dia mencoba menenangkan diri. Sudah jadi kebiasaan rutin untuk Rendy dalam melakukan hal itu. Dia buka ponselnya, ada LINE masuk. Ve, nama itulah yang tercantum dan sudah setengah jam berlalu semenjak pesan itu..
.
“Sayang? Kamu udah makan?”
.
“Maaf baru bales, sayang. Aku lagi istirahat ini” Balas Rendy. Dan beberapa detik kemudian, Ve pun langsung membalas. “Kayaknya Ve bener-bener nunggu gue nih” Pikir Rendy..
.
“Ohhh. Kamu udah makan? Minum? Terus gimana sama layanannya? Ada masalah?” Tanya Ve secara bertubi-tubi..
.
“Udah kok sayang, lagi nikmatin semilir angin nih sama suara ombak nih. Hehehe.. Oh ya, kamu kan suka baca cerita horror, kan?”
.
“Iya, kenapa emangnya sayang?”
.
“Kamu mau baca cerita temen aku? Bagus loh, tapi sedikit vulgar. Tapi maksudnya vulgar disini itu vulgar pembunuhannya”
.
“Hah? Genrenya apa, sayang?”
.
“Genre utamanya Thriller, Horror, Romance. Aku yakin kamu suka dan bakalan tegang kalau baca cerita ini. Kalau aku sih ya pasti gak bakalan takut”
.
“Huuu.. Sombong!! Dasar!! Aku juga gak bakalan takut. Mana link-nya?”
.
Rendy pun mengirim link thread Gani pada Ve, “Nanti aku baca malem hari, yah? Aku sebenernya masih sibuk” Balas Ve setelah link terkirim. Mereka pun terlibat obrolan seperti biasa, Rendy menceritakan hal yang menarik hari itu, begitu juga Ve. Meski sudah menjalin hubungan selama 5 tahun, mereka masih saja erat walau hubungan mereka ‘LDR’. Tidak ada koflik berat dalam hubungan mereka, dan mereka pun berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi 1 tahun lagi..
.
~
.
Malam hari tiba, keadaan di laut pun cukup membahayakan. Ombak yang cukup besar sering menghantam kapal mewah itu, namun beruntung sang nahkoda sangat ahli dalam mengatasi masalah itu. Meski begitu, Rendy pun tidak mengalami kesulitan dalam pekerajaannya. Sudah sekitar 7 tahun dia bekerja di atas kapal pesiar ini, jadi dia sudah tau situasi seperti apapun, bahkan yang lebih parah dari apa yang sedang di alami saat ini..
.
“Bagaimana dengan pelayanan kami?”
.
“Sangat hebat sekali, tentu itu sudah pasti. Tapi kalian memberikan sesuatu yang berbeda pada kami, itu sungguh hebat sekali”
.
“Rendy? Shift-mu sudah selesai, cepat beristirahat” Bisik rekannya sambil membawa troli berisi beberapa makanan dan melewati Rendy..
.
“Baiklah, terima kasih”
.
~
.
Sesampainya di kamar, dia pun langsung membersihkan diri dan segera berbaring di atas kasur. Dia periksa ponselnya, ada beberapa panggilan dari Ve. Rendy pun menelepon balik menggunakan video call pada Ve, dan Ve kembali menjawab dengan cepat..
.
“Halo, sayang?” Sapa Rendy..
.
“SAYANG?!! AKU TAKUT!!” Suara Ve terdengar lirih dan sedang ketakutan. Rendy langsung bangkit..
.
“Kamu kenapa, sayang?!! Apa yang terjadi?!!” Tanya Rendy panik. Tentu dia sangat panik, itu karena Ve tinggal sendiri saat ini. Dia diberitahu jika orang tua Ve sedang pergi ke luar negeri, dan dia sendirian di rumahnya. Dia merupakan anak tunggal, sedangkan pembantunya hanya datang di waktu tertentu..
.
Dia lihat keadaan Ve, cukup gelap, dan saat itu Ve sedang menangis..
.
“Sayang? Coba bilang ke aku!! Kamu kenapa? Kok gelap gitu?”
.
“SAYANG?!! ADA ORANG ASING!! AKU SEMBUNYI DIBAWAH KASUR IBU!!” Lirih Ve..
.
“Orang asing? MALING?!!”
.
“BUKAN!! DIA TIBA-TIBA MUNCUL!! WAKTU AKU BACA CERITA KAMU TADI, LISTRIK TIBA-TIBA MATI, DAN SEWAKTU NYALA LAGI, UDAH ADA ORANG DIHADAPAN AKU!! DAN AKU LANGSUNG LARI!!”
.
“Lah? Mana ada o---”
.
“ADA SAYANG!! ORANG YANG AKU MAKSUD ITU ADALAH GANI!! ORANG YANG BUAT CERITA ITU!! SEBELUM AKU BACA CERITA ITU, AKU LIAT DULU PROFILE DIA!! DAN ADA SATU THREAD DIMANA THREAD ITU JELASIN KALAU GANI UDAH MENINGGAL!! DAN DIA SEKARANG ADA DI RUMAH INI!!” Jelasnya sambil menangis. Saat ini Rendy sedang berada antar percaya dan tidak, tapi lebih dominan percaya. Dia sangat tahu sifat Ve, entah senang, berbohong, sedih, ketakutan, atau apapun itu. Dia benar-benar tau kekasihnya itu seperti apa. Dan dilihat dari situasi Ve saat ini, meski sangat tidak masuk akal tentang kemunculan Gani, tapi dalam lubuk hati pun dia sangat percaya. Jika tidak, Ve tidak akan berkelakuan seperti ini..
.
“Kamu tenang dulu, sayang!! Jangan panik!! Kamu udah hubungin siapa aja?”
.
Semuanya udah, tapi banyak yang gak percaya. Dan mereka juga gak mau datang kesini, soalnya disini hujan besar, sayang!! Tolong Veee!! KAMU— KYAAAA!!” Tiba-tiba Ve ditarik ke belakang, Rendy bisa melihat apa yang terjadi di sana meski tidak jelas..
.
“VE?!! VEEE!!”
.
“KYAAAA!! PERGIII!!” Ve pun menjatuhkan ponselnya menghadap pada sosok lelaki yang dimaksud oleh Ve, dan otomatis Rendy bisa melihat apa yang ada di layar ponselnya. Ve tidak berbohong, itu benar Gani. Dia tau betul sosok itu karena dia juga sering melihat profile teman Facebook-nya. Tapi yang membuat Rendy ketakutan adalah kondisi Gani saat ini, benar-benar mengerikan..
.
Kondisinya saat ini benar-benar tidak bisa diterima akal dan pikiran. Tubuhnya dilumuri darah merah, penuh luka, dan yang paling tidak masuk akal adalah luka tergorok di lehernya dan sebuah pisau yang menancap di dadanya..
.
“VEEE!! VERANDAAA!!”
.
Gani mendekati Ve sambil melepaskan pisau dari dadanya, tapi Rendy tidak bisa melihat lebih leluasa di tempat Ve. Dia hanya bisa berteriak saja tanpa bisa melakukan apapun..
.
“HENTIKAAANN!! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!! VERANDAAA!!”
.
“KYAAAA!! RENDYYY!!” Dan setelah teriakan Ve, hening pun tercipta. Rendy tidak tau apa yang terjadi disana karena kamera tidak merekam kejadian penuh disana. Yang dia dengar adalah suara basah yang samar-samar..
.
“VE?!! VERANDAAA!!” Teriak Rendy. Lalu ponsel pun bergerak..
.
“BU!!” Teriak Gani tiba-tiba dihadapan kamera ponsel Ve..
.
“HUAAAA!!” Teriak Rendy terkejut dan terjungkal ke belakang hingga menabrak dinding..
.
“Penakut!! Kau ingin tau keadaan kekasihmu?” Tanya Gani. Dia gerakan ponsel itu. “Beginilah keadaan kekasih cantikmu itu. Untuk keseluruhan tubuhnya, total aku memberikan nilai 89. Benar-benar seperti bidadari!! Dia sungguh cantik!! Aku jadi tidak tega untuk membunuhnya dengan sadis, jadi seperti itu saja yang aku lakukan”
.
“VERANDAAA!!” Teriak Rendy menangis. Dia tidak menyangka jika kekasihnya yang bernama lengkap Jessica Veranda itu akan meninggal dalam keadaan pisau yang menancap di buah dada kirinya, dan sebuah gunting di buah dada kanannya..
.
“Sekarang giliranmu, Rendy Okta!!”
.
“!!!!!”
.
‘BRUK.. BUK.. BUK..’ Dia lempar ponselnya hingga hancur, kemudian dia menonjok dinding berkali-kali hingga tangannya terluka parah..
.
“TIDAAAKK!! VERADAAA!! SIAAALL!! KEPARAT KAU, GANIII!! AKAN AKU BUNUH KAU!!” Teriak Rendy kesal. Dia segera membuka ponsel yang lainnya, dia mempunyai 2 ponsel canggih. Lalu dia masuk Facebook, kemudian melihat profile Gani sang pembuat cerita. Dan Rendy kembali terkejut karena ada satu artikel tentang Gani yang memang sudah meninggal..
.
“BAGAIMANA BISA?!! TADI ITU.. ITU.. ITU GANI!!” Pikir Rendy ketakutan. Dia segera berlari keluar kamar, dan segera pergi keluar. Tapi saat di perjalanan, dia tidak bisa berhenti bergoyang. Kapal itu seakan sedang mengalami gelombang yang sangat besar. Dia segera menuju ke ruang kemudi, tapi saat sampai disana, dia melihat banyak sekali mayat yang tergeletak begitu saja..
.
“!!!??”
.
“APA YANG TERJADI DISINI?!!” Dia segera pergi dan menuju geladak kapal bagian depan, tapi kembali diperjalanan dia menemukan mayat. Bukan hanya 1, tapi dia merasa seluruh penumpang di kapal ini sudah dibunuh..
.
“APA YANG TERJADI DISINIII?!!” Teriaknya. Akhirnya dia pun sampai di geladak kapal, keadaannya pun sama, banyak sekali mayat yang tergeletak dengan berbagai macam luka. Mulai luka tusuk, hingga yang sangat brutal seperti pemotongan tubuh..
.
“HUAAAA!! APA YANG TERJADI DISINI?!! SIAAALL!!” Teriak Rendy menangis..
.
“Aku membunuh mereka semua!!”
.
“!!!??”
.
“GANIII!!?” Teriak Rendy yang mengetahui keberadaan Gani dihadapannya..
.
“BA.. BAGAIMANA---”
.
‘CRET..’ Gani dengan cepat menusuk dada Rendy dengan benda yang sama ketika membunuh Ve, yaitu gunting dan pisau..
.
“Cukup seperti ini saja. Aku salut dengan kalian yang bisa mempertahankan hubungan ‘LDR’ selama 5 tahun, dan berencana untuk menikah tahun depan” Bisiknya..
.
“EHK!! BA.. BAGAIMANA---”
.
“CRET..’ Gani memutar 2 benda itu dan mengebor dada Rendy..
.
“HOEEK!!”
.
“Ngomong-ngomong, kekasihmu memang benar-benar cantik. Kau beruntung mendapatkannya, dia sangat cantik, setia, baik hati, perhatian, dan aku yakin masih banyak lagi” Ucap Gani lagi masih tetap memutar pisau dan gunting di dalam dada Rendy. Dan saat sudah berputar penuh, Rendy pun langsung tergolek lemas. Gani melepaskan gunting dan pisau, kemudian mendorong Rendy jatuh ke belakang. Dua luka yang berlubang di dada Rendy. Meski samar-samar, tapi jika melihatnya dengan teliti, tulang dan organ dalam bisa terlihat cukup jelas..
.
“Benar-benar lemah. Dia bahkan lebih lemah dari Ve yang memberikan perlawanan, meski hanya berupa pukulan kecil. Kau tidak seperti Rusdi, Rendy. Maaf saja karena aku tidak bisa memberikan kesempatan padamu untuk melawanku” Ujar Gani sambil menaruh mawar di atas tubuh Rendy..
.
“Mawar yang indah, bukan?” Tanya Gani sambil berjalan menuju haluan kapal. Sedangkan di depan kapal itu ada sebuah batu karang yang cukup besar..
.
‘BRAK.. BRAK..’ Kapal pun menabrak batu karang itu dan membuat kebocorang pada lambung kapal. Tidak lama kemudian, sebuah ledakan terjadi dari belakang kapal. Dan 2 jam kemudian, kapal itu pun akhirnya sepenuhnya tenggelam, membawa seluruh isinya tanpa tersisa termasuk 1000 penumpang dari kalangan orang yang terpandang dan 500 awak kapal..
.
.
~~~PoV Author : Tomb~~~
.
“Gani? Siapa lagi? Kau mempunyai banyak teman Facebook, kan? Teman dari dunia maya mu baru 2 saja yang aku bunuh, sisanya hanyalah pembaca biasa yang tidak berarti” Tanya Gani pada Gani yang asli yang saat ini sudah terkubur dalam tanah. Lebih tepatnya berbicara pada batu nisan..
.
“Aku pikir teman dekatmu saja yang berada di sekitarmu akan menarik. Seperti Alfi, Ian, Milen, Brian, Julian, dan Arinda? Mereka semua sama sepertimu, benar-benar anak yang luar biasa. Mereka cerdas, berbakat, dan cekatan dalam bertindak. Mereka juga tidak termasuk orang yang penakut karena kalian sering melakukan uji nyali”
.
‘PAK..’ Gani menepuk tangannya..
.
“Baiklah, mereka target selanjutnya!!” Gani tersenyum penuh kebahagiaan..
.
“Kalian akan terkejut dengan kedatanganku. Saat kalian sedang sendiri, waspadalah terhadap jendela yang mungkin akan ada yang mengetuk, dari bawah kasur yang mungkin akan ada dorongan ketika kalian akan tidur, suara lemari yang ribut, dan saat kalian sedang bercermin. Atau saat kalian benar-benar akan tertidur, kalian mendengar suara langkah kaki di dekat kalian, entah dari tangga atau langit kamar kalian, dan kemudian mendapati sebuah jejak kaki atau tangan berupa darah atau debu. Dan jangan lupa untuk selalu mengunci pintu agar lebih mudah untuk membunuh kalian, karena aku akan datang dengan sebuah pisau yang menancap di dadaku serta luka gorok dileherku!!” Gani tersenyum pada siapapun yang membaca cerita buatan Gani yang asli. Dia akan memberikan sebuah kejutan untuk mereka yang membaca cerita itu, lalu memberikan sebuah mawar yang sangat indah namun menakutkan. Mawar berwarna merah darah..
.
"Hei? Bukankah mawar ini terlihat sangat cantik dan indah?" Tanya Gani sambil melihat setangkai mawar merah itu..~~~~~

Friday, 6 Mei 2016
-

Wednesday, May 11, 2016

No comments:

Post a Comment