ß Sebelumnya di Chapter 1 :
Kasus Pertama
.
“Kau
ada di rumah kami. Oh ya, agar lebih nyaman dalam mengobrol, apa kami boleh tau
namamu? Namaku Galus Gani Pratamayudha, panggil saja Gani. Sedangkan dia
adikku, Anin, Aninditha Rahma Cahyadi lengkapnya”
.
“Hmm…
Nama? Nama… ku? Siapa namaku? Aku tidak memiliki nama…”
.
“Anu…
apa kamu ingat kejadian sebelumnya?”
.
“Kejadian?
Kejadian apa? Dan kenapa aku bisa sampai di sini?”
.
“Pak
Arie? Kami mendapatkan kabar telah ditemukannya jasad wanita yang termutilasi”
.
“Hmm?
jasad yang termutilasi?”
.
“Menurut
bapak, bagaimana kasus kali ini? Apakah ada yang janggal?”
.
“Hmm,
bagaimana, yah? Mungkin hanya seseorang yang memiliki dendam besar saja. Tapi
meskipun begitu, kita harus menangkap pelaku apapun alasannya. Huuuuhh…”
.
à
.
Chapter 2 : Kematian Kedua
.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
“Aku pulang…” Salam Gani sambil berjalan masuk menuju
ruang keluarga. Ketika sampai, dia lihat Melody sedang menonton bersama Anin
sambil memakan es krim. “Makan es krim, masih ada?”
.
“Ada di kulkas, ambil aja” Ujar Anin sambil
memindahkan tayangan televisi, hingga dia berhenti di acara berita ketika dia
sempat mendengar kata ‘kota Bandung’..
.
“Hmm?”
.
“Jasad tersebut ditemukan tadi siang di dalam kardus
oleh seorang pemulung, tidak ada barang yang hilang dari korban. Diduga pelaku
pembunuhan dendam dengan korban karena suatu masalah. Hingga saat ini, polisi
masih menyelediki dan mencari pelaku tersebut melalui cctv yang terpasang di
beberapa sudut kota. Saya Angelica, Bandung, Jawa Barat”
.
“Kak? Liat, kejadiannya di Bandung, kak”
.
“Ya udah, kalau tau gitu, kamu jangan keluar malem-malem.
Ini juga berlaku buat kau, Melody. Jangan pernah pergi keluar seorang diri”
.
“Baiklah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, kau mau pergi
dengan pacarmu?” Tanya Melody penasaran. Gani terkejut dengan ucapan Melody,
padahal baru tadi saja dia berniat mengajak Shania pergi bermain..
.
“Kenapa kau tau?”
.
“Hah? Bukannya kau sendiri yang berkata seperti itu?”
Tanya Melody bingung..
.
“Aku tidak berkata apa-apa tentang pergi dengan
pacarku”
.
“Dengar? Kau sendiri yang berkata jika kau panik
karena tidak mau kami mendengarmu yang akan pergi bersama pacar dan sahabatmu
ke festival”
.
“HAH?!!”
.
“Kenapa dia tau
rencana gue sama temen gue?!! Gue ‘kan nggak bilang?!!” Pikir Gani
bingung..
.
“Dengar, kau sendiri yang berkata pada kami. Benar
‘kan, Anin?” Tanya Melody pada Anin. Sedangkan Anin hanya memasang wajah
kebingungan, hendak marah pun dia bingung dengan tingkah Melody yang ‘asal
ceplos’ seperti itu..
.
“Anu, kak Melody? Anin nggak denger kakak ngomong, kak
Melody nggak sakit ‘kan?”
.
“Hmm? Aneh sekali. Padahal Gani berkata dengan
jelasnya, dan itu terdengar oleh telingaku”
.
Gani langsung berpikir cepat, kembali ada yang janggal
dengan Melody. Berpikir sudah ada empat keanehan yang dimiliki Melody, yaitu
tentang kemampuannya melihat gelombang elektromagnetik, ingatannya yang hanya
bertahan 15 jam, ketakutannya pada polisi, dan teka-teki tidak terlukanya dia
setelah terhanyutkan oleh sungai yang cukup deras. Di depan matanya, Melody
dapat mengetahui apa yang Gani pikirkan hari ini, padahal hari sebelumnya tidak
seperti ini. Hanya ada satu kemampuan yang berhubungan dengan hal itu, dan itu
hanya terjadi di dunia fiksi saja. Yaitu membaca pikiran..
.
“Kau pikir aku bisa membaca pikiran seseorang? Jangan
bercanda, Gani. Mana ada manusia yang bisa melakukan hal itu” Ceplos Melody
lagi. Mungkin baginya, dia mendengar gumaman Gani. Tapi yang sebenarnya dia
memang membaca pikiran Gani. Gani sendiri tidak menggerakan bibirnya sedikit
pun..
.
“Kau lah yang jangan bercanda, Melody. Aku tidak
menggerakan bibirku sedikit pun tadi dan hanya terus berpikir, sedangkan kau
bisa berkata sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Anin tidak mendengarku
berbicara, kau memang bisa membaca pikiranku”
.
“!!!??” Anin terkejut dengan penjelasan kakaknya,
Melody hanya diam kebingungan..
.
“Benarkah itu?”
.
“Benar”
.
“Aku tidak percaya itu” Jawab Melody..
.
“Dengar? Kau sendiri yang berbicara, aku hanya
berpikir saja”
.
“…..” Untuk membuat semuanya jelas, Gani meminta
Melody untuk menjadi objek percobaan lagi. Kali ini mereka akan berbicara
melalui pikiran namun satu arah, yaitu dari Gani pada Melody. Gani akan
berbicara dalam pikirannya yang kemudian akan dilanjutkan oleh Melody. Tanpa
sadar, Melody pun memang berbicara seperti biasa dengan Gani yang sedang
berpikir. Tidak dapat dipungkiri lagi, keanehan wanita cantik itu bertambah
dengan kemampuannya membaca pikiran..
.
“Sialan!! Ini semua tidak masuk akal!! Bagaimana kau
bisa membaca pikiranku? Kenapa kau hanya memiliki ingatan selama 15 jam saja?
Kenapa kau tidak terluka setelah hanyut oleh sungai yang deras? Kenapa kau
takut dengan polisi? AAAAHH!!” Kesal Gani. Dia benar-benar kebingungan dengan
Melody, wanita itu seperti seorang makhluk luar angkasa yang memiliki kemampuan
fiksi seperti dalam cerita, film, atau komik..
.
Melody tertunduk, sepertinya dia juga tidak tau dia
bisa memiliki banyak keanehan seperti itu. “Maaf, aku memang tidak tau…”
Lirihnya menyesal..
.
“Sepertinya aku memang harus mengantarmu ke kantor
polisi…”
.
“JANGAN!! AKU MOHON JANGAN BAWA AKU KE KANTOR POLISI!!
HIKS…!! HIKS…!!” Teriak Melody histeris yang kemudian menangis. Untuk hal ini,
Gani mencurigai Melody yang kemungkinan pernah melakukan kejahatan, terlebih
lagi pembunuhan. Tapi sekalinya dia melakukan kejahatan, reaksinya pun pasti
tidak akan seperti itu. Jika memang seperti itu, sudah pasti Melody akan
mengancam Gani untuk tidak melaporkannya pada polisi..
.
“Aku tidak pernah melakukan kejahatan, aku yakin itu!!
Hiks…!! Hiks…!! Aku mohon, percayalah padaku. Aku juga tidak tau kenapa aku
memiliki keanehan seperti itu…!!” Tetapi ucapannya masih belum dapat diterima
begitu saja karena dirinya yang tidak mampu menahan ingatan jangka waktu
panjang. Tapi untuk saat ini, Gani akan pasrah saja agar tidak terjadi
konflik..
.
“Woah!! Dasar!! Bisanya cuman bikin cewek nangis
aja!!” Kesal Anin yang kemudian memeluk Melody. Tangisan Melody semakin keras,
sepertinya dia memang jujur dengan ucapannya. “Udah, kak. Kak Gani emang kayak
gitu orangnya. Tapi Anin mau kakak nggak baca pikiran orang lain seenaknya aja,
nggak enak juga kalau pikiran orang lain yang harusnya rahasia, tapi harus
bocor ke orang lain” Lanjut Anin..
.
“Haaaahh… Iya, maafkan aku karena seperti itu. Tapi
aku ingin kau ikuti perkataan adikku, jangan membaca pikiran lain seenaknya
saja, apalagi membeberkannya seperti tadi. Aku harap kau bisa mengendalikan
kemampuanmu, Melody”
.
“Terima kasih…” Ucapnya masih terisak..
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Bagaimana?”
.
“Nihil, pak. Kami tidak menemukan sedikit pun sesuatu
yang mencurigakan pada cctv itu, sekarang kami sedang mencari petunjuk lain”
.
“Baiklah, lanjutkan pencarian petunjuk!! Kita harus
segera mencari pelaku pembunuhan tragis itu!!”
.
“SIAP!!”
.
***
.
Gani dan temannya menepati janji mereka untuk
berkumpul di festival, mereka bersenang-senang bersama. Kemeriahan festival
akan berlangsung dalam 3 hari, berbagai acara mengisi festival itu mulai dari
musik, lomba, bazar, dan yang lainnya..
.
Sedangkan kepolisian yang dipimpin oleh Arie masih
mencari petunjuk dari pelaku pembunuhan mengerikan itu. Tapi sampai malam pun,
mereka tidak menemukan sedikit petunjuk tentang keberadaan pelaku. Apa
ciri-cirinya dan kemana dia pergi..
.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
Sementara Gani dan temannya saling menghabiskan waktu
di festival dengan senangnya, Anin dan Melody yang sedang tertidur di rumah
Gani. Ada sesuatu yang mencurigakan tercium di sudut kota Bandung, lokasinya tidak
jauh dari wilayah rumah Gani..
.
Dan saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10 malam,
seorang wanita cantik yang baru selesai kerja sedang berjalan menuju rumahnya.
Ketika pandangannya melihat ke depan setelah melihat ponsel, dia berpapasan
dengan seorang wanita cantik yang memiliki rambut panjang dan hitam, kulitnya
terlihat putih meskipun hanya disinari cahaya lampu, dan dia tersenyum pada
wanita yang memakai jaket putih itu..
.
‘CRATS..’
.
“Ehh?” Gumam gadis itu kebingungan ketika dirinya merasakan
jatuh ke belakang, dia tidak bisa merasakan pijakan di kakinya. Lalu dia
melihat tangannya yang terlempar ke atasnya. Dia tidak merasakan anggota
tubuhnya, dia juga tidak merasakan sakit. Jika dalam tayangan lambat, dia sekarang
sedang terjatuh ke belakang karena kaki yang terpotong, kemudian tangannya yang
terputus terlempar ke udara, sementara darah terpancar dengan derasnya karena
pompaan jantung. Sungguh dramatis, sadis, dan tragis sekali..
.
‘CRATS.. CRATS..’ Kembali tangan lainnya terputus
secara tiba-tiba tanpa dia sadari, dan terakhir adalah kepalanya yang
terpenggal. Dan dia tentunya mati seketika, jaket yang awalnya berwarna putih,
sekarang sudah berwarna merah darah..
.
~
.
Jam di kota sudah menunjukan pukul 11 malam. Kembali
pembunuhan terjadi di sudut lain kota Bandung, kali ini korbannya adalah
seorang lelaki berusia 40 tahun yang pulang ke rumahnya. Tidak ada yang melihat
siapa yang membunuhnya, dia terbunuh dengan perut yang berlubang, seluruh organ
dalam yang berada di perutnya hancur seperti diledakan..
.
***
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Pak Arie? Kami kembali mendapatkan kabar telah
ditemukannya dua mayat akibat pembunuhan pada lokasi yang berbeda!!” Rian
datang melaporkan adanya kasus lagi pada atasannya..
.
“Apa?!! Pembunuhan lagi?!! Kasus kemarin pun belum
selesai dan tidak ada kemajuan, tetapi sudah ada lagi pembunuhan. Kita menuju
TKP terdekat dahulu!!”
.
“SIAP!!”
.
~
.
Arie dan anak buahnya sampai di TKP terdekat, yaitu
wanita yang menjadi korban pembunuhan tragis..
.
“Kasusnya sama
seperti kemarin, korban dimutilasi dibagian leher, tangan, dan kaki!!”
Pikir Arie kesal. Dia kembali memeriksa tubuh korban, dia merasakan hal yang
sama seperti sebelumnya dan meyakini jika pelakunya adalah orang yang sama.
Berpikir jika ini bukanlah kebetulan saja dari seseorang yang memiliki dendam,
dia yakin jika ada sesuatu yang lain dibalik pembunuhan ini. Dia segera
memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan korban, bukti, dan TKP. Kemudian
dia pergi ke TKP selanjutnya, yaitu seorang pria berumur 40 tahun..
.
Setelah dia sampai, dia langsung bertanya pada dirinya
sendiri, “Hmm? Pelaku yang sama kah?”
Pikirnya. Korban selanjutnya berbeda dengan korban sebelumnya, dia mati dengan
perut yang meledak..
.
“Sedikit berbeda
dari korban sebelumnya. Pelaku yang sama… atau pelaku yang berbeda…? Tapi…
Bagaimana bisa korban mati karena meledak? Apa dia sebelumnya sudah memakan
makanan aneh?” Pikirnya penasaran. Dia kembali memeriksa secara langsung
tubuh si korban, tentu saja yang dia rasakan sangat berbeda..
.
Arie mendapatkan data jika korban sebelumnya dibunuh
sekitar pukul 10 malam, sedangkan yang sedang dia periksa dibunuh sekitar pukul
11 malam. Waktu yang diperlukan dari TKP sebelumnya ke TKP selanjutnya adalah 5
menit menggunakan motor jika tidak macet dan sekitar 1 jam berjalan kaki. Jika
dia adalah pelaku yang sama, sangat pas sekali waktu yang diperlukan. Tapi
tentu saja ada faktor lain..
.
“Sialan!!
Bagaimana bisa di kota ini ada pembunuhan berantai?!! Dan pelaku pun
membunuhnya dengan cara yang sangat sadis…!! Semoga saja pelaku pembunuhan
selama ini adalah orang yang sama. Jika ada dua orang, maka akan sangat sulit
untuk menangkap mereka karena kurangnya petunjuk!!”
.
Dua pembunuhan terjadi dalam satu hari di kota Bandung
dalam selang waktu 1 jam, dan dua korban itu dibunuh dengan cara yang sangat sadis
dan tidak dapat diterima akal sehat begitu saja..
.
~
.
“Pak? Kami menemukan data dari ketiga korban
pembunuhan itu”
.
“Apa itu?!!” Teriak Arie dengan lantang. Anak buahnya
pun langsung memberikan berkas pada Arie, lelaki itu langsung membacanya dengan
teliti. “Bagaimana bisa?!! Apa yang
sebenarnya terjadi?!! Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan itu?!!” Tanya Arie
dalam hati ketika selesai membaca seluruh berkas itu..
.
***
.
.
~~~Author PoV : Collage~~~
.
“Hah?!! Lu tau dari mana, Cin?” Tanya Alfi terkejut.
Alfi, Cindy, Ferdi, Nabilah, dan Gani sedang berkumpul di kantin kampus karena
mereka memiliki kelas yang kosong. Cindy bercerita pada mereka tentang
terbunuhnya dua mahasiswi kampus mereka dan seorang dosen..
.
“Gue juga dengernya samar-samar dari anak kampus, gue
nggak tau pastinya gimana. Tapi, kemarin ‘kan emang ada kabar mutilasi di
Bandung? Nah, dia itu anak rekam medis. Dan gue denger lagi kalau ada korban
lagi, kejadiannya tadi malem, korbannya anak hukum sama dosen inggris!! Dan
Gani, anak hukum itu meninggal nggak jauh dari rumah lu!!” Bisik Cindy heboh..
.
Mereka menelan ludah bersamaan setelah mendengar
cerita Cindy, apalagi Gani yang mengetahui jika kasusnya berada tidak jauh dari
rumahnya. Beruntung kemarin dia tidak menjadi korban karena pulang larut malam.
Tapi, memang dia juga mendengar ada keributan di sekitar rumahnya, tetapi dia
terlalu cuek karena berpikir hanya gosip tentang pertengkaran atau kecelakaan
biasa saja. Tapi ternyata yang sebenarnya adalah kasus pembunuhan sadis..
.
“Berarti kita semua harus lebih hati-hati sekarang,
kalau bisa jangan pernah keluar malem sendirian. Terlebih lagi cewek!!” Ujar
Gani..
.
“Kenapa harus cewek doang? Lu nggak denger kalau
korbannya juga cowok? Jangan seenaknya!!” Sewot Nabilah..
.
“Iya iya iya, gue juga ngerti, Bil”
.
“Yang lebih penting lagi, terus nyalain GPS lu semua
supaya kita bisa tau lokasi terakhir dari kita. Lu juga kasih tau Anin juga,
Gan” Ucap Alfi..
.
“Hoooo? Lu mau jadi pengawas? 24 jam, ok?”
.
“Iya, tapi komputer gue doang yang 24 jam”
.
“Tapi lu semua tenang aja, ayah gue pasti bisa
nuntasin semua masalah ini. Gue yakin dan percaya!!” Ujar Cindy dengan tegas..
.
Dan tidak lama kemudian, seisi kampus pun langsung
ramai dengan kedatangan kepala polisi Bandung dan juga anak buahnya. Tentu saja
itu hal yang sangat langka mengingat pelindung kota Bandung datang ke kampus
mereka..
.
Mereka datang tentu saja untuk meminta data lebih
tentang korban pembunuhan yang memang berasal dari kampus itu, dua mahasiswi
dan seorang dosen menjadi korbannya. Tentu saja itu menjadi pukulan telak untuk
kampus itu. Upacara dadakan pun langsung diadakan hari itu juga yang dihadiri
oleh kepala kepolisian kota Bandung..
.
Peringatan untuk berhati-hati ketika keluar pada malam
pun diberikan langsung oleh Arie, dia juga berjanji dan bersumpah atas nama
kepolisian dan dirinya sendiri akan menangkap dan mengadili pelaku pembunuhan
secepatnya dengan seluruh kemampuan yang dia miliki. Sungguh pengabdian yang
sangat besar dan tentu saja masalah yang sangat besar. Karena semua orang
Bandung tau jika kepala kepolisian kota Bandung sampai turun tangan, sudah
dipastikan itu adalah masalah yang sangat serius.
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Bagaimana hasil otopsinya?”
.
“Tidak ada yang mencurigakan, pak. Dalam tubuh korban
lelaki itu tidak ada benda asing, semuanya normal!!”
.
“Normal… kau bilang?” Seru Arie heran. Tentu lubang
pada korban itu memang karena ledakan, tetapi tidak ada sesuatu yang aneh yang
berhasil didapatkan. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa hal tidak masuk akal
seperti itu bisa terjadi? Apa ada pelaku atau memang alami karena tubuh korban
sendiri? Misteri baru menyelimuti kepolisian, dan kepolisian harus segera
menuntaskannya..~~~~~
.
à
.
“Gani?
Tadi kau berpikir untuk berbuat mesum pada adikmu, bukan?”
.
“HAH?!!”
.
“LAPORAN,
PAK!! JASAD MUTILASI KEMBALI DITEMUKAN DI TAMAN KOTA!!”
.
“APA?!!”
.
“BA-BAGAIMANA…
BISA..?!!”
.
“Hmm?
Kenapa, kak?”
.
“Ke-kepala
kakak pusing!! Seperti mau… meledak…!! Aaaahh!!”
.
“KAK
MELODY!!”
.
Selanjutnya di Chapter 3 : Tragedi Ketiga à
.
.
Author by : Galus Gani
Pratamayudha a.k.a Silent Rose
Friday, December 23, 2016
-
Friday, December 23, 2016

No comments:
Post a Comment