Coretan Fans 48 Family: Alunan Melody

Friday, January 6, 2017

Alunan Melody

ß Sebelumnya di Chapter 1 : Kasus Pertama
.
“Kau ada di rumah kami. Oh ya, agar lebih nyaman dalam mengobrol, apa kami boleh tau namamu? Namaku Galus Gani Pratamayudha, panggil saja Gani. Sedangkan dia adikku, Anin, Aninditha Rahma Cahyadi lengkapnya”
.
“Hmm… Nama? Nama… ku? Siapa namaku? Aku tidak memiliki nama…”
.
“Anu… apa kamu ingat kejadian sebelumnya?”
.
“Kejadian? Kejadian apa? Dan kenapa aku bisa sampai di sini?”
.
“Pak Arie? Kami mendapatkan kabar telah ditemukannya jasad wanita yang termutilasi”
.
“Hmm? jasad yang termutilasi?”
.
“Menurut bapak, bagaimana kasus kali ini? Apakah ada yang janggal?”
.
“Hmm, bagaimana, yah? Mungkin hanya seseorang yang memiliki dendam besar saja. Tapi meskipun begitu, kita harus menangkap pelaku apapun alasannya. Huuuuhh…”
.
à
.
Chapter 2 : Kematian Kedua

.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
“Aku pulang…” Salam Gani sambil berjalan masuk menuju ruang keluarga. Ketika sampai, dia lihat Melody sedang menonton bersama Anin sambil memakan es krim. “Makan es krim, masih ada?”
.
“Ada di kulkas, ambil aja” Ujar Anin sambil memindahkan tayangan televisi, hingga dia berhenti di acara berita ketika dia sempat mendengar kata ‘kota Bandung’..
.
“Hmm?”
.
“Jasad tersebut ditemukan tadi siang di dalam kardus oleh seorang pemulung, tidak ada barang yang hilang dari korban. Diduga pelaku pembunuhan dendam dengan korban karena suatu masalah. Hingga saat ini, polisi masih menyelediki dan mencari pelaku tersebut melalui cctv yang terpasang di beberapa sudut kota. Saya Angelica, Bandung, Jawa Barat”
.
“Kak? Liat, kejadiannya di Bandung, kak”
.
“Ya udah, kalau tau gitu, kamu jangan keluar malem-malem. Ini juga berlaku buat kau, Melody. Jangan pernah pergi keluar seorang diri”
.
“Baiklah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, kau mau pergi dengan pacarmu?” Tanya Melody penasaran. Gani terkejut dengan ucapan Melody, padahal baru tadi saja dia berniat mengajak Shania pergi bermain..
.
“Kenapa kau tau?”
.
“Hah? Bukannya kau sendiri yang berkata seperti itu?” Tanya Melody bingung..
.
“Aku tidak berkata apa-apa tentang pergi dengan pacarku”
.
“Dengar? Kau sendiri yang berkata jika kau panik karena tidak mau kami mendengarmu yang akan pergi bersama pacar dan sahabatmu ke festival”
.
“HAH?!!”
.
Kenapa dia tau rencana gue sama temen gue?!! Gue ‘kan nggak bilang?!!” Pikir Gani bingung..
.
“Dengar, kau sendiri yang berkata pada kami. Benar ‘kan, Anin?” Tanya Melody pada Anin. Sedangkan Anin hanya memasang wajah kebingungan, hendak marah pun dia bingung dengan tingkah Melody yang ‘asal ceplos’ seperti itu..
.
“Anu, kak Melody? Anin nggak denger kakak ngomong, kak Melody nggak sakit ‘kan?”
.
“Hmm? Aneh sekali. Padahal Gani berkata dengan jelasnya, dan itu terdengar oleh telingaku”
.
Gani langsung berpikir cepat, kembali ada yang janggal dengan Melody. Berpikir sudah ada empat keanehan yang dimiliki Melody, yaitu tentang kemampuannya melihat gelombang elektromagnetik, ingatannya yang hanya bertahan 15 jam, ketakutannya pada polisi, dan teka-teki tidak terlukanya dia setelah terhanyutkan oleh sungai yang cukup deras. Di depan matanya, Melody dapat mengetahui apa yang Gani pikirkan hari ini, padahal hari sebelumnya tidak seperti ini. Hanya ada satu kemampuan yang berhubungan dengan hal itu, dan itu hanya terjadi di dunia fiksi saja. Yaitu membaca pikiran..
.
“Kau pikir aku bisa membaca pikiran seseorang? Jangan bercanda, Gani. Mana ada manusia yang bisa melakukan hal itu” Ceplos Melody lagi. Mungkin baginya, dia mendengar gumaman Gani. Tapi yang sebenarnya dia memang membaca pikiran Gani. Gani sendiri tidak menggerakan bibirnya sedikit pun..
.
“Kau lah yang jangan bercanda, Melody. Aku tidak menggerakan bibirku sedikit pun tadi dan hanya terus berpikir, sedangkan kau bisa berkata sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Anin tidak mendengarku berbicara, kau memang bisa membaca pikiranku”
.
“!!!??” Anin terkejut dengan penjelasan kakaknya, Melody hanya diam kebingungan..
.
“Benarkah itu?”
.
Benar
.
“Aku tidak percaya itu” Jawab Melody..
.
“Dengar? Kau sendiri yang berbicara, aku hanya berpikir saja”
.
“…..” Untuk membuat semuanya jelas, Gani meminta Melody untuk menjadi objek percobaan lagi. Kali ini mereka akan berbicara melalui pikiran namun satu arah, yaitu dari Gani pada Melody. Gani akan berbicara dalam pikirannya yang kemudian akan dilanjutkan oleh Melody. Tanpa sadar, Melody pun memang berbicara seperti biasa dengan Gani yang sedang berpikir. Tidak dapat dipungkiri lagi, keanehan wanita cantik itu bertambah dengan kemampuannya membaca pikiran..
.
“Sialan!! Ini semua tidak masuk akal!! Bagaimana kau bisa membaca pikiranku? Kenapa kau hanya memiliki ingatan selama 15 jam saja? Kenapa kau tidak terluka setelah hanyut oleh sungai yang deras? Kenapa kau takut dengan polisi? AAAAHH!!” Kesal Gani. Dia benar-benar kebingungan dengan Melody, wanita itu seperti seorang makhluk luar angkasa yang memiliki kemampuan fiksi seperti dalam cerita, film, atau komik..
.
Melody tertunduk, sepertinya dia juga tidak tau dia bisa memiliki banyak keanehan seperti itu. “Maaf, aku memang tidak tau…” Lirihnya menyesal..
.
“Sepertinya aku memang harus mengantarmu ke kantor polisi…”
.
“JANGAN!! AKU MOHON JANGAN BAWA AKU KE KANTOR POLISI!! HIKS…!! HIKS…!!” Teriak Melody histeris yang kemudian menangis. Untuk hal ini, Gani mencurigai Melody yang kemungkinan pernah melakukan kejahatan, terlebih lagi pembunuhan. Tapi sekalinya dia melakukan kejahatan, reaksinya pun pasti tidak akan seperti itu. Jika memang seperti itu, sudah pasti Melody akan mengancam Gani untuk tidak melaporkannya pada polisi..
.
“Aku tidak pernah melakukan kejahatan, aku yakin itu!! Hiks…!! Hiks…!! Aku mohon, percayalah padaku. Aku juga tidak tau kenapa aku memiliki keanehan seperti itu…!!” Tetapi ucapannya masih belum dapat diterima begitu saja karena dirinya yang tidak mampu menahan ingatan jangka waktu panjang. Tapi untuk saat ini, Gani akan pasrah saja agar tidak terjadi konflik..
.
“Woah!! Dasar!! Bisanya cuman bikin cewek nangis aja!!” Kesal Anin yang kemudian memeluk Melody. Tangisan Melody semakin keras, sepertinya dia memang jujur dengan ucapannya. “Udah, kak. Kak Gani emang kayak gitu orangnya. Tapi Anin mau kakak nggak baca pikiran orang lain seenaknya aja, nggak enak juga kalau pikiran orang lain yang harusnya rahasia, tapi harus bocor ke orang lain” Lanjut Anin..
.
“Haaaahh… Iya, maafkan aku karena seperti itu. Tapi aku ingin kau ikuti perkataan adikku, jangan membaca pikiran lain seenaknya saja, apalagi membeberkannya seperti tadi. Aku harap kau bisa mengendalikan kemampuanmu, Melody”
.
“Terima kasih…” Ucapnya masih terisak..
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Bagaimana?”
.
“Nihil, pak. Kami tidak menemukan sedikit pun sesuatu yang mencurigakan pada cctv itu, sekarang kami sedang mencari petunjuk lain”
.
“Baiklah, lanjutkan pencarian petunjuk!! Kita harus segera mencari pelaku pembunuhan tragis itu!!”
.
“SIAP!!”
.
***
.
Gani dan temannya menepati janji mereka untuk berkumpul di festival, mereka bersenang-senang bersama. Kemeriahan festival akan berlangsung dalam 3 hari, berbagai acara mengisi festival itu mulai dari musik, lomba, bazar, dan yang lainnya..
.
Sedangkan kepolisian yang dipimpin oleh Arie masih mencari petunjuk dari pelaku pembunuhan mengerikan itu. Tapi sampai malam pun, mereka tidak menemukan sedikit petunjuk tentang keberadaan pelaku. Apa ciri-cirinya dan kemana dia pergi..
.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
Sementara Gani dan temannya saling menghabiskan waktu di festival dengan senangnya, Anin dan Melody yang sedang tertidur di rumah Gani. Ada sesuatu yang mencurigakan tercium di sudut kota Bandung, lokasinya tidak jauh dari wilayah rumah Gani..
.
Dan saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, seorang wanita cantik yang baru selesai kerja sedang berjalan menuju rumahnya. Ketika pandangannya melihat ke depan setelah melihat ponsel, dia berpapasan dengan seorang wanita cantik yang memiliki rambut panjang dan hitam, kulitnya terlihat putih meskipun hanya disinari cahaya lampu, dan dia tersenyum pada wanita yang memakai jaket putih itu..
.
‘CRATS..’
.
“Ehh?” Gumam gadis itu kebingungan ketika dirinya merasakan jatuh ke belakang, dia tidak bisa merasakan pijakan di kakinya. Lalu dia melihat tangannya yang terlempar ke atasnya. Dia tidak merasakan anggota tubuhnya, dia juga tidak merasakan sakit. Jika dalam tayangan lambat, dia sekarang sedang terjatuh ke belakang karena kaki yang terpotong, kemudian tangannya yang terputus terlempar ke udara, sementara darah terpancar dengan derasnya karena pompaan jantung. Sungguh dramatis, sadis, dan tragis sekali..
.
‘CRATS.. CRATS..’ Kembali tangan lainnya terputus secara tiba-tiba tanpa dia sadari, dan terakhir adalah kepalanya yang terpenggal. Dan dia tentunya mati seketika, jaket yang awalnya berwarna putih, sekarang sudah berwarna merah darah..
.
~
.
Jam di kota sudah menunjukan pukul 11 malam. Kembali pembunuhan terjadi di sudut lain kota Bandung, kali ini korbannya adalah seorang lelaki berusia 40 tahun yang pulang ke rumahnya. Tidak ada yang melihat siapa yang membunuhnya, dia terbunuh dengan perut yang berlubang, seluruh organ dalam yang berada di perutnya hancur seperti diledakan..
.
***
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Pak Arie? Kami kembali mendapatkan kabar telah ditemukannya dua mayat akibat pembunuhan pada lokasi yang berbeda!!” Rian datang melaporkan adanya kasus lagi pada atasannya..
.
“Apa?!! Pembunuhan lagi?!! Kasus kemarin pun belum selesai dan tidak ada kemajuan, tetapi sudah ada lagi pembunuhan. Kita menuju TKP terdekat dahulu!!”
.
“SIAP!!”
.
~
.
Arie dan anak buahnya sampai di TKP terdekat, yaitu wanita yang menjadi korban pembunuhan tragis..
.
Kasusnya sama seperti kemarin, korban dimutilasi dibagian leher, tangan, dan kaki!!” Pikir Arie kesal. Dia kembali memeriksa tubuh korban, dia merasakan hal yang sama seperti sebelumnya dan meyakini jika pelakunya adalah orang yang sama. Berpikir jika ini bukanlah kebetulan saja dari seseorang yang memiliki dendam, dia yakin jika ada sesuatu yang lain dibalik pembunuhan ini. Dia segera memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan korban, bukti, dan TKP. Kemudian dia pergi ke TKP selanjutnya, yaitu seorang pria berumur 40 tahun..
.
Setelah dia sampai, dia langsung bertanya pada dirinya sendiri, “Hmm? Pelaku yang sama kah?” Pikirnya. Korban selanjutnya berbeda dengan korban sebelumnya, dia mati dengan perut yang meledak..
.
Sedikit berbeda dari korban sebelumnya. Pelaku yang sama… atau pelaku yang berbeda…? Tapi… Bagaimana bisa korban mati karena meledak? Apa dia sebelumnya sudah memakan makanan aneh?” Pikirnya penasaran. Dia kembali memeriksa secara langsung tubuh si korban, tentu saja yang dia rasakan sangat berbeda..
.
Arie mendapatkan data jika korban sebelumnya dibunuh sekitar pukul 10 malam, sedangkan yang sedang dia periksa dibunuh sekitar pukul 11 malam. Waktu yang diperlukan dari TKP sebelumnya ke TKP selanjutnya adalah 5 menit menggunakan motor jika tidak macet dan sekitar 1 jam berjalan kaki. Jika dia adalah pelaku yang sama, sangat pas sekali waktu yang diperlukan. Tapi tentu saja ada faktor lain..
.
“Sialan!! Bagaimana bisa di kota ini ada pembunuhan berantai?!! Dan pelaku pun membunuhnya dengan cara yang sangat sadis…!! Semoga saja pelaku pembunuhan selama ini adalah orang yang sama. Jika ada dua orang, maka akan sangat sulit untuk menangkap mereka karena kurangnya petunjuk!!”
.
Dua pembunuhan terjadi dalam satu hari di kota Bandung dalam selang waktu 1 jam, dan dua korban itu dibunuh dengan cara yang sangat sadis dan tidak dapat diterima akal sehat begitu saja..
.
~
.
“Pak? Kami menemukan data dari ketiga korban pembunuhan itu”
.
“Apa itu?!!” Teriak Arie dengan lantang. Anak buahnya pun langsung memberikan berkas pada Arie, lelaki itu langsung membacanya dengan teliti. “Bagaimana bisa?!! Apa yang sebenarnya terjadi?!! Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan itu?!!” Tanya Arie dalam hati ketika selesai membaca seluruh berkas itu..
.
***
.
.
~~~Author PoV : Collage~~~
.
“Hah?!! Lu tau dari mana, Cin?” Tanya Alfi terkejut. Alfi, Cindy, Ferdi, Nabilah, dan Gani sedang berkumpul di kantin kampus karena mereka memiliki kelas yang kosong. Cindy bercerita pada mereka tentang terbunuhnya dua mahasiswi kampus mereka dan seorang dosen..
.
“Gue juga dengernya samar-samar dari anak kampus, gue nggak tau pastinya gimana. Tapi, kemarin ‘kan emang ada kabar mutilasi di Bandung? Nah, dia itu anak rekam medis. Dan gue denger lagi kalau ada korban lagi, kejadiannya tadi malem, korbannya anak hukum sama dosen inggris!! Dan Gani, anak hukum itu meninggal nggak jauh dari rumah lu!!” Bisik Cindy heboh..
.
Mereka menelan ludah bersamaan setelah mendengar cerita Cindy, apalagi Gani yang mengetahui jika kasusnya berada tidak jauh dari rumahnya. Beruntung kemarin dia tidak menjadi korban karena pulang larut malam. Tapi, memang dia juga mendengar ada keributan di sekitar rumahnya, tetapi dia terlalu cuek karena berpikir hanya gosip tentang pertengkaran atau kecelakaan biasa saja. Tapi ternyata yang sebenarnya adalah kasus pembunuhan sadis..
.
“Berarti kita semua harus lebih hati-hati sekarang, kalau bisa jangan pernah keluar malem sendirian. Terlebih lagi cewek!!” Ujar Gani..
.
“Kenapa harus cewek doang? Lu nggak denger kalau korbannya juga cowok? Jangan seenaknya!!” Sewot Nabilah..
.
“Iya iya iya, gue juga ngerti, Bil”
.
“Yang lebih penting lagi, terus nyalain GPS lu semua supaya kita bisa tau lokasi terakhir dari kita. Lu juga kasih tau Anin juga, Gan” Ucap Alfi..
.
“Hoooo? Lu mau jadi pengawas? 24 jam, ok?”
.
“Iya, tapi komputer gue doang yang 24 jam”
.
“Tapi lu semua tenang aja, ayah gue pasti bisa nuntasin semua masalah ini. Gue yakin dan percaya!!” Ujar Cindy dengan tegas..
.
Dan tidak lama kemudian, seisi kampus pun langsung ramai dengan kedatangan kepala polisi Bandung dan juga anak buahnya. Tentu saja itu hal yang sangat langka mengingat pelindung kota Bandung datang ke kampus mereka..
.
Mereka datang tentu saja untuk meminta data lebih tentang korban pembunuhan yang memang berasal dari kampus itu, dua mahasiswi dan seorang dosen menjadi korbannya. Tentu saja itu menjadi pukulan telak untuk kampus itu. Upacara dadakan pun langsung diadakan hari itu juga yang dihadiri oleh kepala kepolisian kota Bandung..
.
Peringatan untuk berhati-hati ketika keluar pada malam pun diberikan langsung oleh Arie, dia juga berjanji dan bersumpah atas nama kepolisian dan dirinya sendiri akan menangkap dan mengadili pelaku pembunuhan secepatnya dengan seluruh kemampuan yang dia miliki. Sungguh pengabdian yang sangat besar dan tentu saja masalah yang sangat besar. Karena semua orang Bandung tau jika kepala kepolisian kota Bandung sampai turun tangan, sudah dipastikan itu adalah masalah yang sangat serius.
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Bagaimana hasil otopsinya?”
.
“Tidak ada yang mencurigakan, pak. Dalam tubuh korban lelaki itu tidak ada benda asing, semuanya normal!!”
.
“Normal… kau bilang?” Seru Arie heran. Tentu lubang pada korban itu memang karena ledakan, tetapi tidak ada sesuatu yang aneh yang berhasil didapatkan. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa hal tidak masuk akal seperti itu bisa terjadi? Apa ada pelaku atau memang alami karena tubuh korban sendiri? Misteri baru menyelimuti kepolisian, dan kepolisian harus segera menuntaskannya..~~~~~
.
à
.
“Gani? Tadi kau berpikir untuk berbuat mesum pada adikmu, bukan?”
.
“HAH?!!”
.
“LAPORAN, PAK!! JASAD MUTILASI KEMBALI DITEMUKAN DI TAMAN KOTA!!”
.
“APA?!!”
.
“BA-BAGAIMANA… BISA..?!!”
.
“Hmm? Kenapa, kak?”
.
“Ke-kepala kakak pusing!! Seperti mau… meledak…!! Aaaahh!!”
.
“KAK MELODY!!”
.
Selanjutnya di Chapter 3 : Tragedi Ketiga à
.
.
Author by : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose

Friday, December 23, 2016
-

Friday, December 23, 2016

No comments:

Post a Comment