Coretan Fans 48 Family: Alunan Melody

Monday, January 2, 2017

Alunan Melody

Tittle                 : Alunan Melody
Genre               : Horror, Mystery, Psychological, Police, Romance, Supernatural, Thriller
.
.
.
Sinopsis
Sebuah kecelakaan terjadi di sebuah laboratorium besar di dalam gunung, laboratorium yang meneliti dan menjalankan proyek rekayasa genetika manusia. Laboratorium itu hancur ketika salah satu subjek percobaan yang sedang dalam pengerjaan mengamuk karena kesalahan pekerja ketika sedang merekayasa subjek percobaan. Alhasil, ‘manusia percobaan’ itu lepas kendali dan menyerang apa saja yang disekitarnya, dan akhirnya dia lolos setelah menghancurkan laboratorium itu..
.
Dia ditemukan oleh seorang pemuda yang menemukannya tergeletak tak sadarkan diri di tepi sungai. Setelah membawanya pulang dan merawatnya, baru diketahui jika wanita cantik itu memiliki banyak keanehan. Tetapi pemuda itu tidak peduli dan akhirnya menjalani kehidupan baru bersama wanita itu. Tapi tidak lama kemudian, deretan kematian secara tidak wajar dan sadis pun terjadi tidak lama setelah wanita itu hadir dikehidupan pemuda itu. Polisi setempat pun mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengungkap kasus misterius itu..

.
.
.
.
Kasus Pertama
.
.
~~~Author PoV : Mountain~~~
.
Di sebuah gunung, di dalamnya terdapat tempat penelitian yang sangat besar. Tempat penelitian ilegal untuk merekayasa dan bahkan mencoba untuk membuat manusia buatan menggunakan plastik. Manusia ‘abadi’ yang dapat mereka kendalikan. Salah satu proyek yang paling penting adalah berada di lab 25. Di lab itu, mereka mencoba untuk merekayasa penuh seorang manusia agar bisa menggunakan kemampuan otaknya 100%. Sebelumnya mereka sempat mencoba untuk merekayasa kemampuan otak manusia dan berhasil, namun hanya sampai 20% saja. Tapi tidak berapa lama, objek itu gagal karena kesalahan seorang pekerja dalam memasukan serum..
.
“Bagaimana keadaan MP0015?”
.
“Objek sedang dalam kondisi meningkat, kita harus memberinya obat penenang dalam dosis yang lebih besar”
.
“Itu tidak mungkin!! Obat itu berpengaruh dengan rekayasa genetika, hal itu akan mempengaruhi kinerja dari serum O100 pada otak objek!!”
.
‘KRIIIIIIING..’ Tiba-tiba bel tanda bahaya berbunyi, dan itu terjadi diruangan itu. Para pekerja tentu saja panik karena objek percobaan mereka sulit mereka kendalikan, mereka terpaksa memberikan obat penenang, tetapi objek itu bereaksi dan berhasil mencegah pekerja memberikan obat penenang padanya dengan cara membunuhnya secara tragis. Ketika objek itu memukul lengan pekerja, tiba-tiba semua pekerja yang berada di ruangan yang sama mati termutilasi..
.
“GAWAT!! OBJEK TIDAK BISA DIKENDALIKAN!! JIKA DIBIARKAN, DIA AKAN MENGHANCURKAN KEAMANAN!!”
.
Mereka langsung saja memberikan gas beracun pada ruangan itu, tetapi objek itu kembali bereaksi dengan sangat cepat dan menghancurkan saluran gas beracun. Objek itu langsung menghadap cermin satu arah yang tebalnya 5cm, kemudian cermin itu pun sedikit retak dan akhirnya retak seluruhnya..
.
“I-I-INI… TIDAK… MUNGKIN…!!” Pikir para pekerja ketakutan. Cermin itu sudah retak sepenuhnya, namun belum pecah. Salah satu layar komputer menunjukan data si objek. Salah satu yang paling menonjol adalah kemampuan otak yang sudah mencapai 50%..
.
‘PRANK..’
.
“WHOAAAAHH!!” Para pekerja berlari ketakutan menuju pintu darurat, tetapi mereka sudah mati termutilasi sebelum sampai di depan pintu. Darah menodai ruangan dan potongan tubuh berserakan begitu saja. Objek itu pun keluar ruangan dengan santainya, dia sepertinya berniat untuk menghancurkan tempat penelitian itu dan kabur..
.
~
.
“TEMBAK!! TEMBAAAAKK!!”
.
‘DOR.. DOR.. DOR..’ Peluru yang ditembakan dari senjata melesat dengan cepat menuju MP0015. Tetapi peluru itu berhenti dalam radius lingkaran 4 meter yang akhirnya berjatuhan. Dia seperti memiliki kemampuan untuk menghentikan waktu dalam radius terbatas. Dia berjalan perlahan sambil terus dihujani peluru dengan bermacam kaliber dan bentuk, tetapi sama seperti peluru pertama yang berhenti dalam jarak 4 meter..
.
“MINGGIR!!” Teriak salah seorang pekerja sambil mengarahkan peluncur roket pada MP0015..
.
‘BUM.. DUAR..’ Peluru diluncurkan dan meledakan MP0015..
.
“SEKARANG BARU BISA!!”
.
‘CRATS..’ Tiba-tiba kepala pekerja yang meluncurkan roket terpenggal, darah langsung menyembur dengan derasnya, sedangkan kepala itu terlempar ke belakang. Debu dan asap yang berada di hadapan mereka pun mulai menipis, dan ternyata MP0015 masih berjalan mendekat, serangan roket itu gagal menghentikan objek itu. Lainnya kembali menembaki MP0015 meski mereka sudah tau hasilnya seperti apa, mereka hanya ketakutan. Ketika MP0015 mengarahkan tangannya pada para pekerja, senjata pun langsung terbelah, begitu juga para pekerja di hadapan MP0015 yang mati terpotong satu persatu..
.
Yang menghalangi jalan MP0015 berhasil dibereskan, dia kembali melanjutkan perjalannya dengan darah yang membasahi tubuh dan pakaiannya..
.
~
.
Jika dari luar lab besar itu, lebih tepatnya dari gunung, mungkin hanya gempa biasa saja. Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah kekacauan di dalam gunung itu, ledakan terus terjadi, dan itu disebabkan satu objek percobaan yang lepas kendali. Pada akhirnya MP0015 berhasil keluar, dia kembali melanjutkan perjalanan. Tetapi dia sudah cukup kelelahan, dia berjalan sempoyongan yang pada akhirnya membuatnya jatuh menujur semak-semak dan terus menuju ke bawah. Hingga akhirnya dia benar-benar berada di kaki gunung, berbagai luka menghiasi tubuhnya mulai dari luka sobek, memar, dan ada beberapa tulangnya yang patah..
.
Dia mendengar suara aliran sungai, dia segera berjalan menujub sumber suara itu. Tetapi saat dia akan berjongkok untuk mengambil air, dia tiba-tiba jatuh pingsan ke dalam sungai yang alirannya cukup deras itu. Dia terbawa arus sungai itu..
.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
Malam hari yang tenang, langit begitu bersih dari awan dan bintang, dia bisa melihat bulan berbentuk bulat sempurna dari atas jembatan sambil duduk di atas sepeda setelah pulang membeli bahan makanan di supermarket. Perasaannya sedang berbunga, itu karena dia baru saja menyatakan cinta pada seorang gadis yang duduk di kelas 2 SMA. Gadis itu merupakan adik kelasnya di sekolah yang sama, walau sebenarnya dia sudah lulus dan masuk di salah satu perguruan tinggi terkenal di Bandung..
.
Dia tersenyum sendiri mengingat setiap detik kejadian ketika dirinya menyatakan cintanya pada adik kelasnya, dan baru dia tau juga jika ternyata adik kelasnya memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Sepertinya itu akan menjadi hubungan yang baik..
.
Saat dia akan pulang, sekilas dia melihat sosok tubuh wanita di tepi sungai bawah jembatan. Dia fokuskan pandangannya pada objek mencurigakan itu, dan memang benar jika itu adalah tubuh seorang wanita. Dia langsung berlari menuju wanita yang tergeletak itu. Ketika sampai, dia melihat noda darah yang memenuhi pakaian wanita itu..
.
“HEI…!!” Teriaknya sambil membalikan tubuh wanita itu. Tubuhnya sepertinya baik-baik saja, dia juga merasakan detak jantung yang masih berdetak ketika menempelkan telinganya dengan dada wanita itu. “BERTAHANLAH!!”
.
Tanpa pikir panjang, lelaki itu langsung memompa dada wanita itu, dia memberikan pertolongan pertama menggunakan nafas bantuan. Terus menerus dia tiup dengan kuat hingga dadanya menggembung, kemudian dia tekan-tekan kembali..
.
“UHUK…!! UHUK…!! UHUK…!!” Air keluar ketika wanita itu batuk dan mulai bernafas, tetapi dia masih tidak sadarkan diri. Rumah sakit jauh dari lokasi mereka, sedangkan puskesmas sudah tutup, satu-satunya pilihan adalah membawanya terlebih dahulu ke tempat tinggalnya, kemudian membawanya ke rumah sakit besok. Dia tinggalkan sepedanya dan pulang sambil menggendong wanita cantik itu..
.
~
.
“Woah!! Kenapa kakak- Ehh? Ngapain kakak bawa cewek setengah telanjang ke rumah?!!” Teriak seorang gadis terkejut. Aninditha Rahma Cahyadi, itu nama gadis itu, adik kandung lelaki itu..
.
“Udah, nanti kakak jelasin semuanya. Sekarang kakak minta bantu ke kamu, tempat tidur, sama kotak P3K, kakak mau bersihin dulu dia”
.
“EHH?!! DIA CEWEK, KAK!! MASA HARUS DIBERSIHIN SAMA COWOK?!!”
.
“Emang kamu mau?”
.
“Ya, itu… Aaaahh!! Ya udah, biar Anin yang bersihin, kakak siapin semuanya. Anin nggak tega sama cewek itu, entar malah kakak apa-apain ceweknya!!”
.
“Ya nggak, lah!!” Mereka berdua langsung mengerjakan tugasnya masing-masing. Anin membersihkan wanita itu, sedangkan lelaki itu menyiapkan hal yang diperlukan untuk merawat wanita itu..
.
~
.
Mereka selesai membersihkan dan merawat wanita itu, sekarang wanita itu sudah berganti pakaian dengan yang lebih baik lagi, beruntung tubuhnya mirip dengan tubuh Anin, sehingga bisa menggunakan pakaian Anin..
.
“Dia… cantik…” Gumam lelaki itu tanpa sadar..
.
‘TUK..’ Anin menjitak kepala kakaknya..
.
“AW!!”
.
“Mulai jelalatan matanya!! Katanya baru punya pacar, tapi kok udah terpesona sama cewek ini!!?”
.
“Wajar, dia emang cantik bagi kakak”
.
“Iya juga, sih. Anin akui itu”
.
Memang apa yang dikatakan mereka berdua adalah kejujuran jika wanita yang sedang terbaring tidur di hadapan mereka benar-benar sangat cantik. Kulitnya putih bersih, bibirnya merah muda dan tipis, rambutnya hitam pekat dan panjang, dia juga memakai cincin biru di ibu jari kirinya..
.
Anin meminta penjelasan dari kakaknya, tetapi penjelasan kakaknya kurang baginya. Dia tidak percaya begitu saja dengan penjelasan kakaknya, berpikir jika kakaknya sudah melakukan suatu hal yang buruk terhadap wanita cantik itu..
.
“Emangnya kamu pikir kakak bakalan kayak gitu?”
.
“Ya… nggak juga, sih. Tapi ada kemungkinan juga, ‘kan? Lagian kakak juga cowok normal yang pasti terangsang kalau liat cewek cantik sama seksi!!”
.
“Mmmmhh…”
.
“!!!??”
.
Wanita itu sedikit bergumam sambil menggerakan kelopak matanya, tidak berapa lama kemudian, dia mulai sadar. Matanya perlahan terbuka, cahaya lampu yang terang menyerang matanya dan membuatnya kembali menutup mata..
.
“Mmmhh… Dimana ini?” Gumamnya pelan..
.
“Kamu sudah sadar?”
.
“Ugh!!” Lirih wanita itu kesakitan..
.
“Beristirahatlah dulu, tubuhmu sepertinya masih lemah” Saran Anin sambil mengusap kepala wanita itu. Sepertinya wanita itu merasakan nyaman, terbukti dari wajahnya yang terlihat rileks dan bibir yang tersenyum tipis..
.
Tapi itu hanya berlangsung sesaat, karena wanita itu langsung kembali memasang wajah tanpa ekspresi, kemudian dia membuka matanya sepenuhnya..
.
“Dimana ini?” Kembali dia bertanya tanpa melihat dua orang di sampingnya dan hanya melihat langit kamar saja..
.
“Kau ada di rumah kami. Oh ya, agar lebih nyaman dalam mengobrol, apa kami boleh tau namamu? Namaku Galus Gani Pratamayudha, panggil saja Gani. Sedangkan dia adikku, Anin, Aninditha Rahma Cahyadi lengkapnya”
.
“Hmm… Nama? Nama… ku? Siapa namaku? Aku tidak memiliki nama…” Jawabnya pelan. Mereka bingung dengan wanita itu, entah dia kehilangan ingatan atau memang dari awal dia tidak memiliki nama. Tetapi untuk tebakan kedua sepertinya mustahil jika dia tidak memiliki nama. Ya, dia pasti kehilangan ingatannya..
.
“Anu… apa kamu ingat kejadian sebelumnya?” Tanya Anin..
.
“Kejadian? Kejadian apa? Dan kenapa aku bisa sampai di sini?”
.
Gani menjelaskan semuanya, sedangkan wanita itu hanya mengangguk saja. Sepertinya dia memang kehilangan ingatannya, mungkin karena kepalanya terbentur benda keras. Tapi jika itu terjadi, sudah dipastikan jika kepalanya akan memar. Sedangkan penjelasan Anin ketika membersihkan tubuh wanita itu, tidak ada luka ataupun cacat apapun di tubuhnya. Tubuh wanita itu benar-benar sehat dan baik-baik saja..
.
“Hmm… akan sulit jika kita tidak tau namamu. Bagaimana jika kami memberikanmu nama?” Tanya Gani..
.
“Hmm? Nama untukku?”
.
“Ya, bagaimana dengan Melody? Melody Nurramdhani Laksani?”
.
“Hah? Kenapa kakak bisa sampe meikir jauh gitu?”
.
“Ya, kakak udah punya pemikiran orang dewasa. Hahaha” Jawa Gani sambil tertawa. “Baiklah, Melody. Besok, akan aku antar kamu ke puskesmas atau rumah sakit, kita akan memeriksa kondisimu”
.
“…..” Melody hanya terdiam, sepertinya dia menerima begitu saja. Dia tidak peduli dengan sekitarnya dan kembali memejamkan matanya, kemudian tertidur..
.
***
.
Hari ini Gani berniat untuk membawa Melody ke puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehaetannya, walau sebenarnya dia sangat yakin jika kondisi Melody benar-benar fit. Tapi tetap saja itu tidak normal setelah menemukan Melody terdampar di tepi sungai namun tidak terdapat luka sedikit pun..
.
Gani memasuki kamar Melody, tetapi wanita itu masih tertidur. Tidak mau mengganggu istirahat Melody, dia pergi membantu adiknya untuk menyiapkan sarapan. Tepat setelah semuanya siap, Melody datang dengan sempoyongan, dia terengah-engah seperti selesai berlari..
.
“Ada apa? Kenapa kamu terengah-engah?”
.
‘BRUK..’ Melody jatuh duduk..
.
“Kaki, aku sulit menggerakan kakiku”
.
“Hmm, sepertinya kondisimu masih lemah” Jelas Gani. Dia segera mengangkat Melody dan kembali membaringkannya di tempat tidur, Anin membawakan sarapan dan menyuapi Melody dengan perlahan..
.
“Hei, mmmhh… Gani, ‘kan?”
.
“Hmm?”
.
“Apa… itu? Benda apa itu?” Tanya Melody penasaran sambil menunjuk ponsel Gani..
.
“Ponsel. Kamu tidak tau ponsel?” Tanya Gani bingung. Melody menggelengkan kepalanya, Gani pun sedikit menjelaskan ponsel itu pada Melody..
.
“Apa ponsel bisa mengeluarkan semacam aura? Aura berwarna biru kilat?”
.
“Hah? Tentu saja tidak. Apa yang kamu lihat?”
.
“Yang aku lihat? Ada semacam aura berwarna biru kilat di sekitar benda itu”
.
“…..” Gani terdiam kebingungan. Aura berwarna biru kilat? Apa itu? Gani berpikir keras tentang maksud perkataan Melody. Sesuatu yang berhubungan dengan ponsel, yaitu sinyal, lebih tepatnya gelombang elektromagnetik..
.
“Dan itu tidak hanya ada di sekitar benda itu saja, aura itu berada di sekitar ruangan ini, mulai dari benda kotak itu (TV), lalu itu, itu, dan itu” Lanjutnya yang kemudian menunjuk radio dan laptop..
.
“Kamu… kamu bisa melihat gelombang elektromagnetik?!!”
.
“Hmm?” Melody memasang wajah bingung, dia kembali diberi istilah yang membingungkan. Sepertinya dia memang hilang ingatan, mungkin hanya percakapan biasa saja yang dia ingat, tidak dengan benda dan juga istilahnya di kehidupan sehari-hari. Benar-benar tak terduga bertemu seseorang yang bisa melihat gelombang elektromagnetik, dan benar-benar merepotkan menghadapi orang yang sebagian besar ingatannya hilang..
.
Gani kembali menjelaskan secara singkat tentang gelombang elektromagnetik. Dia pernah membaca suatu artikel jika gelombang elektromagnetik memang berwarna biru seperti kilat, itu sebabnya disebut biru kilat. Dia tidak terlalu percaya dengan hal itu. Tapi, satu hal lagi yang berhubungan dengan hal itu ketika membaca artikel, yaitu tentang orang yang bisa melihat gelombang elektromagnetik. Dikatakan jika memang ada dan bisa, berarti dia bisa memakai kemampuan otaknya sebesar 20%, dengan kata lain dia manusia yang ‘tidak normal’..
.
“Yah, itu sesuatu yang sangat sulit dijelaskan dengan akal pikiran biasa. Lebih penting dari itu, kamu sebaiknya beristirahat dulu, setengah jam lagi kita pergi ke puskesmas untuk memeriksa kondisimu”
.
~
.
Melody selesai diperiksa di puskesmas, hasil tes tidak menunjukan adanya kelainan pada tubuh Melody. Gani kebingungan dengan itu, tetapi dokter memberikan hasil seperti itu, berarti mau tidak mau Gani harus percaya dan menerima..
.
“Oh ya, kamu sebaiknya diam di rumah saja jika kami pergi, jangan berkeliaran dulu”
.
“Hmm? Memangnya kemana kalian akan pergi?”
.
“Adikku pergi sekolah, sedangkan aku sendiri kuliah. Jam 1 siang nanti aku ada kelas, jadi akan aku temani kau sampai aku pergi kuliah dan adikku pulang ke rumah”
.
Akhirnya Gani pun menemani Melody, Gani kembali mengisi ingatan Melody dari pertanyaan yang tidak dia ketahui. Pertanyaan biasa, setidaknya agar Melody bisa mandiri untuk sementara waktu sampai informasi keberadaannya benar-benar jelas..
.
***
.
Sudah dua hari Melody menginap bersama Gani dan Anin, tetapi ada yang salah dengan Melody di hari ini. Dia sangat berbeda sekali dengan hari sebelumnya, dia terlihat kebingungan..
.
“Kamu kenapa, Melody?” Tanya Gani bingung..
.
“Hmm?” Melody bergumam memasang wajah kebingungan. “Kamu berbicara denganku?” Lanjutnya penasaran..
.
“Ehh? Tentu saja, namamu Melody?”
.
“Aku… Melody? Namaku Melody?” Tanya Melody bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Gani dan Anin tentu saja terkejut dengan pertanyaan Melody. Mereka kembali bertanya pada Melody tentang apa yang sudah mereka beritahu kemarin, Melody hanya ingat sedikit saja. Dia tidak tau siapa Gani dan Anin, hanya beberapa ingatan yang masih menempel. Dengan kata lain, dia kehilangan sebagian ingatannya..
.
Gani pikir itu hanyalah lelucon saja, Gani tidak percaya jika Melody memiliki ingatan jangka pendek. Dia akan sedikit ‘kejam’ pada Melody, dia akan menjadikannya objek percobaan untuk membuktikan kebenaran dari lelucon yang tidak lucu itu..
.
***
.
Setelah satu minggu meneliti kemampuan mengingat Melody, akhirnya dia menemukan jawaban. Ternyata Melody memang memiliki ingatan jangka pendek, tepatnya hanya 15 jam saja. Dimulai dari jam 6 pagi dia yang selalu terbangun hingga dia yang selalu tidur jam 9 malam. Dan itu sudah seperti alarm saja untuk Melody. Kembali Gani dan Anin diberikan kenyataan yang tidak dapat diterima mereka begitu saja..
.
“Melody? Sepertinya kamu memiliki ingatan jangka pendek”
.
“Ehh? Benarkah itu?” Tanya Melody sedikit terkejut. “Aku tidak tau apa-apa”
.
“Ya, tapi kami mengetahuinya. Sekarang…” Ujar Gani yang langsung memberikan buku catatan kecil dan pulpen pada Melody. “Kamu tulis kejadian apa saja yang menurutmu bagus di buku ini agar kamu bisa mengingatnya kembali. Tidak perlu semua, cukup yang bagimu penting dan unik saja. Sebagai kenang-kenangan dan juga ingatanmu yang mungkin hilang. Bagimana? Kamu mau?” Lanjut Gani..
.
Melody meraih dua benda itu perlahan, kemudian melihatnya. Setelah itu dia tersenyum kecil pada Gani sambil berkata, “Terima kasih, Gani, Anin”. Gani dan Anin pun senang jika Melody mau mengikuti permintaan mereka..
.
***
.
Hari-hari baru dijalani Gani dan adiknya, Anin, dengan kehadiran Melody. Sudah dua minggu Melody tinggal bersama kakak-beradik itu. Meski begitu, ada yang janggal dengan Melody selain ingatan jangka pendeknya dan kemampuan anehnya yang bisa melihat gelombang elektromagnetik, dia selalu menolak jika diajak ke kantor polisi. Dan penolakannya itu seperti seseorang yang mengalami trauma atau phobia..
.
Gani tidak tau siapa Melody, dari mana dia berasal, kejadian apa yang menimpa Melody sebelumnya, kenapa dia bisa terdampar di tepi sungai tanpa ada luka setelah dia yakini jika Melody hanyut, kenapa dia hanya bisa mengingat selama 15 jam, dia juga tidak bisa berpikir jauh tentang Melody yang bisa melihat gelombang elektromagnetik. Ketika ditanya pun Melody hanya menggelengkan kepala pertanda tidak tau. Gani hanya bisa pasrah dan berharap jika kejadian buruk tidak akan datang menimpanya dan adiknya, atau lebih luas lagi terhadap sahabat dan keluarganya..
.
.
~~~Author PoV : Collage~~~
.
“Gimana? Sekarang jadi atau nggak? Pergi ke festival?”
.
“Pastinya, Fi. Lagian, festival-nya diadain setahun sekali”
.
“Gimana? Lu ikut, Gan? Bawa Shania atau adik lu, biar seru”
.
“Hmm, gue ajak Shania aja. Fer? Fi? Jangan lupa, hutang lu berdua ke gue, masing-masing 100 ribu. Lumayan, tuh”
.
“Sialan, lu. Masih inget aja”
.
“Iya, lah. Lagian gue tinggal bertiga, keungan menipis tiap akhir bulan. Beruntung sekarang awal bulan”
.
“Bertiga? Bukannya berdua? Lu sama Anin doang?”
.
“…..” Gani terdiam. Tentu saja, dia bertiga karena kehadiran Melody, tetapi belum dia beberkan pada orang lain. “Maksudnya kucing gue, lu berdua tau kalau gue punya kucing”
.
“Hmm, iya juga, sih”
.
Ferdiyansyah atau Ferdi, dan Alfian Dwi Fantara atau Alfi. Mereka berdua sahabat Gani, mereka teman SMA dan satu kelas, dan sekarang mereka berada di kampus yang sama meski berbeda jurusan. Tapi meski begitu, mereka masih sering berkumpul. Sebenarnya masih ada dua orang lagi, hanya saja mereka berdua berada di kampus yang berbeda. Rencana mereka bertemu dan berkumpul malam ini di festival..
.
Sedangkan nama Shania yang tadi disebutkan Ferdi adalah pacar baru Gani. Mereka sepertinya akan membawa pasangannya masing-masing. Dan jika terjadi hal itu, Gani dapat berpikir jika pada akhirnya mereka akan menghabiskan waktu bersama pasangan mereka..
.
“Emang lu berdua ngajak pacar lu masing-masing?” Tanya Gani penasaran..
.
“Ngajak, lah. Lagian Cindy udah tau kalau ada festival, dan dia juga ngajak gue” Jawab Alfi..
.
“Hmm… kalau gitu ceritanya, gue juga bakal ngajak Nabilah. Tadinya gue nggak mau ngajak si Bilbil, soalnya ini ‘kan ngumpul bareng sama yang lain? Nggak boleh ada yang ngacau pertemuan kita”
.
“Gampang aja, suruh aja mereka nge-grup sendiri, cowok sama cewek misah”
.
“Hmm... boleh juga”
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Pak Arie? Kami mendapatkan kabar telah ditemukannya jasad wanita yang termutilasi”
.
“Hmm? jasad yang termutilasi?” Tanya sang kepala polisi setempat. Arie Andreana, dialah yang bertanggung jawab untuk keamanan dan ketertiban kota Bandung. Kecerdasan dan keberaniannya yang selalu langsung turun ke lapangan untuk melihat sendiri kasus atau kekacauan memang patut diancungi jempol. Karena setiap dia turun ke lapangan, kasus bisa langsung dia selidiki dan kekacauan bisa langsung mereda..
.
“Kita langsung ke TKP!!”
.
“SIAP!!”
.
~
.
Arie dan anak buahnya pun sampai di TKP, Arie langsung saja melihat jasad tanpa rasa takut. Dan memang benar jika jasad itu termutilasi. Kepala, tangan, dan kakinya terpisah dari tubuh utama. Tanpa rasa takut dan jijik, dia segera memakai sarung tangan dan langsung mencari informasi dengan mengecek langsung bagian tubuh itu satu persatu. Anak buahnya sudah tau kebiasaan atasannya itu, justru semenjak Arie menjabat sebagai kepala polisi, banyak bawahannya yang mengikuti kelakuan atasannya..
.
“Hmm, jasad ini memang dimutilasi oleh seseorang. Tidak ada perkelahian sebelumnya, dia langsung menebas korbannya begitu saja. Juga barang berharga yang dia miliki pun masih ada di sini. Sepertinya pelaku memakai benda yang sangat tajam sehingga pemotongannya bisa dikatakan rapih, kejadiannya tadi malam. Hmm…” Jelas Arie. Dia lihat potongan pada tulang korban pun sangat rapih, dalam hal ini, tentu membutuhkan senjata yang sangat tajam dan kuat, serta kemampuan memotong yang sangat tinggi..
.
“Benda yang sangat tajam? Golok, kah?”
.
“Tidak, bukan golok. Lebih mengarah pada katana, dan aku yakin pelaku mempunyai ilmu yang sangat hebat. Bagaimana dengan cctv?”
.
“Nihil, pak. Di sekitar sini tidak ada cctv. Yang paling dekat berjarak 200 meter dari TKP” Jelas anak buahnya..
.
“Hmm, begitu, yah? Dia mencari tempat yang sepi dan jauh dari jangkauan cctv” Gumamnya yang sedikit mengerti taktik si pembunuh. “Cepat amankan TKP, bawa jasad ini untuk diperiksa lebih lanjut, dan periksa semua cctv yang dipasang dibeberapa sudut kota!! Jika kalian melihat ada yang mencurigakan bagi kalian, segera laporkan padaku!! Rian? Aku ingin kau yang bertanggung jawab untuk mencari informasi dan melaporkannya padaku!!”
.
“SIAP, PAK!!”
.
Jasad dibawa untuk diperiksa lebih lanjut, TKP diamankan, beberapa anak buah Arie langsung pergi ke kantor cctv setempat. Sedangkan Arie sendiri terlebih dulu beristirahat sambil merokok, kemudian Rian Tegara, bawahan Arie pun mendekati..
.
Pangkatnya berada jauh dari atasannya itu, tetapi bisa dikatakan Arie jauh lebih mmpercayai Rian dibanding rekan seangkatannya atau yang pangkatnya tidak jauh darinya. Tentu saja, dia dengan orang tua Rian memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan tadinya Arie akan mempercayakan anaknya pada Rian, tetapi mereka berdua menolak karena sudah memiliki pasangannya masing-masing dan Rian juga yang sudah bertunangan. Selain itu, prestasi Rian dalam akademik entah teori atau praktek merupakan yang terbaik, wajar saja jika Arie melirik Rian dan menjadikannya ‘bawahan spesial’..
.
“Menurut bapak, bagaimana kasus kali ini? Apakah ada yang janggal?” Tanya Rian penasaran..
.
“Hmm, bagaimana, yah? Mungkin hanya seseorang yang memiliki dendam besar saja. Tapi meskipun begitu, kita harus menangkap pelaku apapun alasannya. Huuuuhh…” Jawab Arie yang kemudian menghembuskan asap rokoknya..~~~~~
.
.
Author              :Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose

Wednesday, December 21, 2016
-

Thursday, December 22, 2016

No comments:

Post a Comment