Tittle :
Alunan Melody
Genre :
Horror, Mystery, Psychological, Police, Romance, Supernatural, Thriller
.
.
.
Sinopsis
.
Sebuah kecelakaan terjadi di sebuah laboratorium
besar di dalam gunung, laboratorium yang meneliti dan menjalankan proyek rekayasa
genetika manusia. Laboratorium itu hancur ketika salah satu subjek percobaan
yang sedang dalam pengerjaan mengamuk karena kesalahan pekerja ketika sedang
merekayasa subjek percobaan. Alhasil, ‘manusia percobaan’ itu lepas kendali dan
menyerang apa saja yang disekitarnya, dan akhirnya dia lolos setelah
menghancurkan laboratorium itu..
.
Dia ditemukan oleh seorang pemuda yang
menemukannya tergeletak tak sadarkan diri di tepi sungai. Setelah membawanya
pulang dan merawatnya, baru diketahui jika wanita cantik itu memiliki banyak
keanehan. Tetapi pemuda itu tidak peduli dan akhirnya menjalani kehidupan baru
bersama wanita itu. Tapi tidak lama kemudian, deretan kematian secara tidak
wajar dan sadis pun terjadi tidak lama setelah wanita itu hadir dikehidupan pemuda
itu. Polisi setempat pun mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengungkap
kasus misterius itu..
.
.
.
.
Kasus Pertama
.
.
~~~Author PoV : Mountain~~~
.
Di sebuah gunung, di dalamnya terdapat
tempat penelitian yang sangat besar. Tempat penelitian ilegal untuk merekayasa
dan bahkan mencoba untuk membuat manusia buatan menggunakan plastik. Manusia
‘abadi’ yang dapat mereka kendalikan. Salah satu proyek yang paling penting
adalah berada di lab 25. Di lab itu, mereka mencoba untuk merekayasa penuh
seorang manusia agar bisa menggunakan kemampuan otaknya 100%. Sebelumnya mereka
sempat mencoba untuk merekayasa kemampuan otak manusia dan berhasil, namun
hanya sampai 20% saja. Tapi tidak berapa lama, objek itu gagal karena kesalahan
seorang pekerja dalam memasukan serum..
.
“Bagaimana keadaan MP0015?”
.
“Objek sedang dalam kondisi meningkat,
kita harus memberinya obat penenang dalam dosis yang lebih besar”
.
“Itu tidak mungkin!! Obat itu
berpengaruh dengan rekayasa genetika, hal itu akan mempengaruhi kinerja dari
serum O100 pada otak objek!!”
.
‘KRIIIIIIING..’ Tiba-tiba bel tanda
bahaya berbunyi, dan itu terjadi diruangan itu. Para pekerja tentu saja panik
karena objek percobaan mereka sulit mereka kendalikan, mereka terpaksa
memberikan obat penenang, tetapi objek itu bereaksi dan berhasil mencegah
pekerja memberikan obat penenang padanya dengan cara membunuhnya secara tragis.
Ketika objek itu memukul lengan pekerja, tiba-tiba semua pekerja yang berada di
ruangan yang sama mati termutilasi..
.
“GAWAT!! OBJEK TIDAK BISA DIKENDALIKAN!!
JIKA DIBIARKAN, DIA AKAN MENGHANCURKAN KEAMANAN!!”
.
Mereka langsung saja memberikan gas
beracun pada ruangan itu, tetapi objek itu kembali bereaksi dengan sangat cepat
dan menghancurkan saluran gas beracun. Objek itu langsung menghadap cermin satu
arah yang tebalnya 5cm, kemudian cermin itu pun sedikit retak dan akhirnya
retak seluruhnya..
.
“I-I-INI… TIDAK… MUNGKIN…!!” Pikir para
pekerja ketakutan. Cermin itu sudah retak sepenuhnya, namun belum pecah. Salah
satu layar komputer menunjukan data si objek. Salah satu yang paling menonjol
adalah kemampuan otak yang sudah mencapai 50%..
.
‘PRANK..’
.
“WHOAAAAHH!!” Para pekerja berlari
ketakutan menuju pintu darurat, tetapi mereka sudah mati termutilasi sebelum
sampai di depan pintu. Darah menodai ruangan dan potongan tubuh berserakan
begitu saja. Objek itu pun keluar ruangan dengan santainya, dia sepertinya
berniat untuk menghancurkan tempat penelitian itu dan kabur..
.
~
.
“TEMBAK!! TEMBAAAAKK!!”
.
‘DOR.. DOR.. DOR..’ Peluru yang
ditembakan dari senjata melesat dengan cepat menuju MP0015. Tetapi peluru itu
berhenti dalam radius lingkaran 4 meter yang akhirnya berjatuhan. Dia seperti
memiliki kemampuan untuk menghentikan waktu dalam radius terbatas. Dia berjalan
perlahan sambil terus dihujani peluru dengan bermacam kaliber dan bentuk,
tetapi sama seperti peluru pertama yang berhenti dalam jarak 4 meter..
.
“MINGGIR!!” Teriak salah seorang pekerja
sambil mengarahkan peluncur roket pada MP0015..
.
‘BUM.. DUAR..’ Peluru diluncurkan dan
meledakan MP0015..
.
“SEKARANG BARU BISA!!”
.
‘CRATS..’ Tiba-tiba kepala pekerja yang
meluncurkan roket terpenggal, darah langsung menyembur dengan derasnya,
sedangkan kepala itu terlempar ke belakang. Debu dan asap yang berada di
hadapan mereka pun mulai menipis, dan ternyata MP0015 masih berjalan mendekat,
serangan roket itu gagal menghentikan objek itu. Lainnya kembali menembaki
MP0015 meski mereka sudah tau hasilnya seperti apa, mereka hanya ketakutan.
Ketika MP0015 mengarahkan tangannya pada para pekerja, senjata pun langsung
terbelah, begitu juga para pekerja di hadapan MP0015 yang mati terpotong satu
persatu..
.
Yang menghalangi jalan MP0015 berhasil
dibereskan, dia kembali melanjutkan perjalannya dengan darah yang membasahi
tubuh dan pakaiannya..
.
~
.
Jika dari luar lab besar itu, lebih
tepatnya dari gunung, mungkin hanya gempa biasa saja. Tetapi yang sebenarnya
terjadi adalah kekacauan di dalam gunung itu, ledakan terus terjadi, dan itu
disebabkan satu objek percobaan yang lepas kendali. Pada akhirnya MP0015
berhasil keluar, dia kembali melanjutkan perjalanan. Tetapi dia sudah cukup
kelelahan, dia berjalan sempoyongan yang pada akhirnya membuatnya jatuh menujur
semak-semak dan terus menuju ke bawah. Hingga akhirnya dia benar-benar berada
di kaki gunung, berbagai luka menghiasi tubuhnya mulai dari luka sobek, memar,
dan ada beberapa tulangnya yang patah..
.
Dia mendengar suara aliran sungai, dia
segera berjalan menujub sumber suara itu. Tetapi saat dia akan berjongkok untuk
mengambil air, dia tiba-tiba jatuh pingsan ke dalam sungai yang alirannya cukup
deras itu. Dia terbawa arus sungai itu..
.
.
~~~Author PoV : City~~~
.
Malam hari yang tenang, langit begitu
bersih dari awan dan bintang, dia bisa melihat bulan berbentuk bulat sempurna
dari atas jembatan sambil duduk di atas sepeda setelah pulang membeli bahan
makanan di supermarket. Perasaannya sedang berbunga, itu karena dia baru saja
menyatakan cinta pada seorang gadis yang duduk di kelas 2 SMA. Gadis itu
merupakan adik kelasnya di sekolah yang sama, walau sebenarnya dia sudah lulus
dan masuk di salah satu perguruan tinggi terkenal di Bandung..
.
Dia tersenyum sendiri mengingat setiap
detik kejadian ketika dirinya menyatakan cintanya pada adik kelasnya, dan baru
dia tau juga jika ternyata adik kelasnya memiliki perasaan yang sama
terhadapnya. Sepertinya itu akan menjadi hubungan yang baik..
.
Saat dia akan pulang, sekilas dia
melihat sosok tubuh wanita di tepi sungai bawah jembatan. Dia fokuskan
pandangannya pada objek mencurigakan itu, dan memang benar jika itu adalah
tubuh seorang wanita. Dia langsung berlari menuju wanita yang tergeletak itu.
Ketika sampai, dia melihat noda darah yang memenuhi pakaian wanita itu..
.
“HEI…!!” Teriaknya sambil membalikan
tubuh wanita itu. Tubuhnya sepertinya baik-baik saja, dia juga merasakan detak
jantung yang masih berdetak ketika menempelkan telinganya dengan dada wanita
itu. “BERTAHANLAH!!”
.
Tanpa pikir panjang, lelaki itu langsung
memompa dada wanita itu, dia memberikan pertolongan pertama menggunakan nafas
bantuan. Terus menerus dia tiup dengan kuat hingga dadanya menggembung,
kemudian dia tekan-tekan kembali..
.
“UHUK…!! UHUK…!! UHUK…!!” Air keluar
ketika wanita itu batuk dan mulai bernafas, tetapi dia masih tidak sadarkan
diri. Rumah sakit jauh dari lokasi mereka, sedangkan puskesmas sudah tutup,
satu-satunya pilihan adalah membawanya terlebih dahulu ke tempat tinggalnya,
kemudian membawanya ke rumah sakit besok. Dia tinggalkan sepedanya dan pulang
sambil menggendong wanita cantik itu..
.
~
.
“Woah!! Kenapa kakak- Ehh? Ngapain kakak
bawa cewek setengah telanjang ke rumah?!!” Teriak seorang gadis terkejut.
Aninditha Rahma Cahyadi, itu nama gadis itu, adik kandung lelaki itu..
.
“Udah, nanti kakak jelasin semuanya.
Sekarang kakak minta bantu ke kamu, tempat tidur, sama kotak P3K, kakak mau
bersihin dulu dia”
.
“EHH?!! DIA CEWEK, KAK!! MASA HARUS DIBERSIHIN
SAMA COWOK?!!”
.
“Emang kamu mau?”
.
“Ya, itu… Aaaahh!! Ya udah, biar Anin
yang bersihin, kakak siapin semuanya. Anin nggak tega sama cewek itu, entar
malah kakak apa-apain ceweknya!!”
.
“Ya nggak, lah!!” Mereka berdua langsung
mengerjakan tugasnya masing-masing. Anin membersihkan wanita itu, sedangkan
lelaki itu menyiapkan hal yang diperlukan untuk merawat wanita itu..
.
~
.
Mereka selesai membersihkan dan merawat
wanita itu, sekarang wanita itu sudah berganti pakaian dengan yang lebih baik lagi,
beruntung tubuhnya mirip dengan tubuh Anin, sehingga bisa menggunakan pakaian
Anin..
.
“Dia… cantik…” Gumam lelaki itu tanpa
sadar..
.
‘TUK..’ Anin menjitak kepala kakaknya..
.
“AW!!”
.
“Mulai jelalatan matanya!! Katanya baru
punya pacar, tapi kok udah terpesona sama cewek ini!!?”
.
“Wajar, dia emang cantik bagi kakak”
.
“Iya juga, sih. Anin akui itu”
.
Memang apa yang dikatakan mereka berdua
adalah kejujuran jika wanita yang sedang terbaring tidur di hadapan mereka
benar-benar sangat cantik. Kulitnya putih bersih, bibirnya merah muda dan
tipis, rambutnya hitam pekat dan panjang, dia juga memakai cincin biru di ibu
jari kirinya..
.
Anin meminta penjelasan dari kakaknya,
tetapi penjelasan kakaknya kurang baginya. Dia tidak percaya begitu saja dengan
penjelasan kakaknya, berpikir jika kakaknya sudah melakukan suatu hal yang
buruk terhadap wanita cantik itu..
.
“Emangnya kamu pikir kakak bakalan kayak
gitu?”
.
“Ya… nggak juga, sih. Tapi ada
kemungkinan juga, ‘kan? Lagian kakak juga cowok normal yang pasti terangsang
kalau liat cewek cantik sama seksi!!”
.
“Mmmmhh…”
.
“!!!??”
.
Wanita itu sedikit bergumam sambil
menggerakan kelopak matanya, tidak berapa lama kemudian, dia mulai sadar.
Matanya perlahan terbuka, cahaya lampu yang terang menyerang matanya dan
membuatnya kembali menutup mata..
.
“Mmmhh… Dimana ini?” Gumamnya pelan..
.
“Kamu sudah sadar?”
.
“Ugh!!” Lirih wanita itu kesakitan..
.
“Beristirahatlah dulu, tubuhmu
sepertinya masih lemah” Saran Anin sambil mengusap kepala wanita itu.
Sepertinya wanita itu merasakan nyaman, terbukti dari wajahnya yang terlihat
rileks dan bibir yang tersenyum tipis..
.
Tapi itu hanya berlangsung sesaat,
karena wanita itu langsung kembali memasang wajah tanpa ekspresi, kemudian dia
membuka matanya sepenuhnya..
.
“Dimana ini?” Kembali dia bertanya tanpa
melihat dua orang di sampingnya dan hanya melihat langit kamar saja..
.
“Kau ada di rumah kami. Oh ya, agar
lebih nyaman dalam mengobrol, apa kami boleh tau namamu? Namaku Galus Gani
Pratamayudha, panggil saja Gani. Sedangkan dia adikku, Anin, Aninditha Rahma
Cahyadi lengkapnya”
.
“Hmm… Nama? Nama… ku? Siapa namaku? Aku
tidak memiliki nama…” Jawabnya pelan. Mereka bingung dengan wanita itu, entah
dia kehilangan ingatan atau memang dari awal dia tidak memiliki nama. Tetapi
untuk tebakan kedua sepertinya mustahil jika dia tidak memiliki nama. Ya, dia
pasti kehilangan ingatannya..
.
“Anu… apa kamu ingat kejadian
sebelumnya?” Tanya Anin..
.
“Kejadian? Kejadian apa? Dan kenapa aku
bisa sampai di sini?”
.
Gani menjelaskan semuanya, sedangkan
wanita itu hanya mengangguk saja. Sepertinya dia memang kehilangan ingatannya,
mungkin karena kepalanya terbentur benda keras. Tapi jika itu terjadi, sudah
dipastikan jika kepalanya akan memar. Sedangkan penjelasan Anin ketika
membersihkan tubuh wanita itu, tidak ada luka ataupun cacat apapun di tubuhnya.
Tubuh wanita itu benar-benar sehat dan baik-baik saja..
.
“Hmm… akan sulit jika kita tidak tau
namamu. Bagaimana jika kami memberikanmu nama?” Tanya Gani..
.
“Hmm? Nama untukku?”
.
“Ya, bagaimana dengan Melody? Melody
Nurramdhani Laksani?”
.
“Hah? Kenapa kakak bisa sampe meikir
jauh gitu?”
.
“Ya, kakak udah punya pemikiran orang
dewasa. Hahaha” Jawa Gani sambil tertawa. “Baiklah, Melody. Besok, akan aku
antar kamu ke puskesmas atau rumah sakit, kita akan memeriksa kondisimu”
.
“…..” Melody hanya terdiam, sepertinya
dia menerima begitu saja. Dia tidak peduli dengan sekitarnya dan kembali
memejamkan matanya, kemudian tertidur..
.
***
.
Hari ini Gani berniat untuk membawa
Melody ke puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehaetannya, walau sebenarnya dia
sangat yakin jika kondisi Melody benar-benar fit. Tapi tetap saja itu tidak
normal setelah menemukan Melody terdampar di tepi sungai namun tidak terdapat
luka sedikit pun..
.
Gani memasuki kamar Melody, tetapi wanita
itu masih tertidur. Tidak mau mengganggu istirahat Melody, dia pergi membantu
adiknya untuk menyiapkan sarapan. Tepat setelah semuanya siap, Melody datang
dengan sempoyongan, dia terengah-engah seperti selesai berlari..
.
“Ada apa? Kenapa kamu terengah-engah?”
.
‘BRUK..’ Melody jatuh duduk..
.
“Kaki, aku sulit menggerakan kakiku”
.
“Hmm, sepertinya kondisimu masih lemah”
Jelas Gani. Dia segera mengangkat Melody dan kembali membaringkannya di tempat
tidur, Anin membawakan sarapan dan menyuapi Melody dengan perlahan..
.
“Hei, mmmhh… Gani, ‘kan?”
.
“Hmm?”
.
“Apa… itu? Benda apa itu?” Tanya Melody
penasaran sambil menunjuk ponsel Gani..
.
“Ponsel. Kamu tidak tau ponsel?” Tanya
Gani bingung. Melody menggelengkan kepalanya, Gani pun sedikit menjelaskan
ponsel itu pada Melody..
.
“Apa ponsel bisa mengeluarkan semacam
aura? Aura berwarna biru kilat?”
.
“Hah? Tentu saja tidak. Apa yang kamu
lihat?”
.
“Yang aku lihat? Ada semacam aura berwarna
biru kilat di sekitar benda itu”
.
“…..” Gani terdiam kebingungan. Aura
berwarna biru kilat? Apa itu? Gani berpikir keras tentang maksud perkataan
Melody. Sesuatu yang berhubungan dengan ponsel, yaitu sinyal, lebih tepatnya
gelombang elektromagnetik..
.
“Dan itu tidak hanya ada di sekitar
benda itu saja, aura itu berada di sekitar ruangan ini, mulai dari benda kotak
itu (TV), lalu itu, itu, dan itu” Lanjutnya yang kemudian menunjuk radio dan
laptop..
.
“Kamu… kamu bisa melihat gelombang
elektromagnetik?!!”
.
“Hmm?” Melody memasang wajah bingung,
dia kembali diberi istilah yang membingungkan. Sepertinya dia memang hilang
ingatan, mungkin hanya percakapan biasa saja yang dia ingat, tidak dengan benda
dan juga istilahnya di kehidupan sehari-hari. Benar-benar tak terduga bertemu
seseorang yang bisa melihat gelombang elektromagnetik, dan benar-benar
merepotkan menghadapi orang yang sebagian besar ingatannya hilang..
.
Gani kembali menjelaskan secara singkat
tentang gelombang elektromagnetik. Dia pernah membaca suatu artikel jika
gelombang elektromagnetik memang berwarna biru seperti kilat, itu sebabnya
disebut biru kilat. Dia tidak terlalu percaya dengan hal itu. Tapi, satu hal
lagi yang berhubungan dengan hal itu ketika membaca artikel, yaitu tentang orang
yang bisa melihat gelombang elektromagnetik. Dikatakan jika memang ada dan
bisa, berarti dia bisa memakai kemampuan otaknya sebesar 20%, dengan kata lain
dia manusia yang ‘tidak normal’..
.
“Yah, itu sesuatu yang sangat sulit
dijelaskan dengan akal pikiran biasa. Lebih penting dari itu, kamu sebaiknya
beristirahat dulu, setengah jam lagi kita pergi ke puskesmas untuk memeriksa
kondisimu”
.
~
.
Melody selesai diperiksa di puskesmas,
hasil tes tidak menunjukan adanya kelainan pada tubuh Melody. Gani kebingungan
dengan itu, tetapi dokter memberikan hasil seperti itu, berarti mau tidak mau
Gani harus percaya dan menerima..
.
“Oh ya, kamu sebaiknya diam di rumah
saja jika kami pergi, jangan berkeliaran dulu”
.
“Hmm? Memangnya kemana kalian akan
pergi?”
.
“Adikku pergi sekolah, sedangkan aku
sendiri kuliah. Jam 1 siang nanti aku ada kelas, jadi akan aku temani kau
sampai aku pergi kuliah dan adikku pulang ke rumah”
.
Akhirnya Gani pun menemani Melody, Gani
kembali mengisi ingatan Melody dari pertanyaan yang tidak dia ketahui.
Pertanyaan biasa, setidaknya agar Melody bisa mandiri untuk sementara waktu
sampai informasi keberadaannya benar-benar jelas..
.
***
.
Sudah dua hari Melody menginap bersama
Gani dan Anin, tetapi ada yang salah dengan Melody di hari ini. Dia sangat
berbeda sekali dengan hari sebelumnya, dia terlihat kebingungan..
.
“Kamu kenapa, Melody?” Tanya Gani
bingung..
.
“Hmm?” Melody bergumam memasang wajah
kebingungan. “Kamu berbicara denganku?” Lanjutnya penasaran..
.
“Ehh? Tentu saja, namamu Melody?”
.
“Aku… Melody? Namaku Melody?” Tanya
Melody bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Gani dan Anin tentu saja
terkejut dengan pertanyaan Melody. Mereka kembali bertanya pada Melody tentang
apa yang sudah mereka beritahu kemarin, Melody hanya ingat sedikit saja. Dia
tidak tau siapa Gani dan Anin, hanya beberapa ingatan yang masih menempel.
Dengan kata lain, dia kehilangan sebagian ingatannya..
.
Gani pikir itu hanyalah lelucon saja,
Gani tidak percaya jika Melody memiliki ingatan jangka pendek. Dia akan sedikit
‘kejam’ pada Melody, dia akan menjadikannya objek percobaan untuk membuktikan
kebenaran dari lelucon yang tidak lucu itu..
.
***
.
Setelah satu minggu meneliti kemampuan
mengingat Melody, akhirnya dia menemukan jawaban. Ternyata Melody memang
memiliki ingatan jangka pendek, tepatnya hanya 15 jam saja. Dimulai dari jam 6
pagi dia yang selalu terbangun hingga dia yang selalu tidur jam 9 malam. Dan
itu sudah seperti alarm saja untuk Melody. Kembali Gani dan Anin diberikan
kenyataan yang tidak dapat diterima mereka begitu saja..
.
“Melody? Sepertinya kamu memiliki
ingatan jangka pendek”
.
“Ehh? Benarkah itu?” Tanya Melody
sedikit terkejut. “Aku tidak tau apa-apa”
.
“Ya, tapi kami mengetahuinya. Sekarang…”
Ujar Gani yang langsung memberikan buku catatan kecil dan pulpen pada Melody.
“Kamu tulis kejadian apa saja yang menurutmu bagus di buku ini agar kamu bisa
mengingatnya kembali. Tidak perlu semua, cukup yang bagimu penting dan unik
saja. Sebagai kenang-kenangan dan juga ingatanmu yang mungkin hilang. Bagimana?
Kamu mau?” Lanjut Gani..
.
Melody meraih dua benda itu perlahan,
kemudian melihatnya. Setelah itu dia tersenyum kecil pada Gani sambil berkata,
“Terima kasih, Gani, Anin”. Gani dan Anin pun senang jika Melody mau mengikuti
permintaan mereka..
.
***
.
Hari-hari baru dijalani Gani dan
adiknya, Anin, dengan kehadiran Melody. Sudah dua minggu Melody tinggal bersama
kakak-beradik itu. Meski begitu, ada yang janggal dengan Melody selain ingatan
jangka pendeknya dan kemampuan anehnya yang bisa melihat gelombang
elektromagnetik, dia selalu menolak jika diajak ke kantor polisi. Dan
penolakannya itu seperti seseorang yang mengalami trauma atau phobia..
.
Gani tidak tau siapa Melody, dari mana
dia berasal, kejadian apa yang menimpa Melody sebelumnya, kenapa dia bisa
terdampar di tepi sungai tanpa ada luka setelah dia yakini jika Melody hanyut,
kenapa dia hanya bisa mengingat selama 15 jam, dia juga tidak bisa berpikir
jauh tentang Melody yang bisa melihat gelombang elektromagnetik. Ketika ditanya
pun Melody hanya menggelengkan kepala pertanda tidak tau. Gani hanya bisa
pasrah dan berharap jika kejadian buruk tidak akan datang menimpanya dan
adiknya, atau lebih luas lagi terhadap sahabat dan keluarganya..
.
.
~~~Author PoV : Collage~~~
.
“Gimana? Sekarang jadi atau nggak? Pergi
ke festival?”
.
“Pastinya, Fi. Lagian, festival-nya
diadain setahun sekali”
.
“Gimana? Lu ikut, Gan? Bawa Shania atau
adik lu, biar seru”
.
“Hmm, gue ajak Shania aja. Fer? Fi?
Jangan lupa, hutang lu berdua ke gue, masing-masing 100 ribu. Lumayan, tuh”
.
“Sialan, lu. Masih inget aja”
.
“Iya, lah. Lagian gue tinggal bertiga,
keungan menipis tiap akhir bulan. Beruntung sekarang awal bulan”
.
“Bertiga? Bukannya berdua? Lu sama Anin
doang?”
.
“…..” Gani terdiam. Tentu saja, dia
bertiga karena kehadiran Melody, tetapi belum dia beberkan pada orang lain.
“Maksudnya kucing gue, lu berdua tau kalau gue punya kucing”
.
“Hmm, iya juga, sih”
.
Ferdiyansyah atau Ferdi, dan Alfian Dwi
Fantara atau Alfi. Mereka berdua sahabat Gani, mereka teman SMA dan satu kelas,
dan sekarang mereka berada di kampus yang sama meski berbeda jurusan. Tapi
meski begitu, mereka masih sering berkumpul. Sebenarnya masih ada dua orang
lagi, hanya saja mereka berdua berada di kampus yang berbeda. Rencana mereka
bertemu dan berkumpul malam ini di festival..
.
Sedangkan nama Shania yang tadi
disebutkan Ferdi adalah pacar baru Gani. Mereka sepertinya akan membawa
pasangannya masing-masing. Dan jika terjadi hal itu, Gani dapat berpikir jika
pada akhirnya mereka akan menghabiskan waktu bersama pasangan mereka..
.
“Emang lu berdua ngajak pacar lu
masing-masing?” Tanya Gani penasaran..
.
“Ngajak, lah. Lagian Cindy udah tau
kalau ada festival, dan dia juga ngajak gue” Jawab Alfi..
.
“Hmm… kalau gitu ceritanya, gue juga
bakal ngajak Nabilah. Tadinya gue nggak mau ngajak si Bilbil, soalnya ini ‘kan
ngumpul bareng sama yang lain? Nggak boleh ada yang ngacau pertemuan kita”
.
“Gampang aja, suruh aja mereka nge-grup
sendiri, cowok sama cewek misah”
.
“Hmm... boleh juga”
.
.
~~~Author PoV : Police~~~
.
“Pak Arie? Kami mendapatkan kabar telah
ditemukannya jasad wanita yang termutilasi”
.
“Hmm? jasad yang termutilasi?” Tanya
sang kepala polisi setempat. Arie Andreana, dialah yang bertanggung jawab untuk
keamanan dan ketertiban kota Bandung. Kecerdasan dan keberaniannya yang selalu
langsung turun ke lapangan untuk melihat sendiri kasus atau kekacauan memang
patut diancungi jempol. Karena setiap dia turun ke lapangan, kasus bisa
langsung dia selidiki dan kekacauan bisa langsung mereda..
.
“Kita langsung ke TKP!!”
.
“SIAP!!”
.
~
.
Arie dan anak buahnya pun sampai di TKP,
Arie langsung saja melihat jasad tanpa rasa takut. Dan memang benar jika jasad
itu termutilasi. Kepala, tangan, dan kakinya terpisah dari tubuh utama. Tanpa
rasa takut dan jijik, dia segera memakai sarung tangan dan langsung mencari
informasi dengan mengecek langsung bagian tubuh itu satu persatu. Anak buahnya
sudah tau kebiasaan atasannya itu, justru semenjak Arie menjabat sebagai kepala
polisi, banyak bawahannya yang mengikuti kelakuan atasannya..
.
“Hmm, jasad ini memang dimutilasi oleh
seseorang. Tidak ada perkelahian sebelumnya, dia langsung menebas korbannya
begitu saja. Juga barang berharga yang dia miliki pun masih ada di sini. Sepertinya
pelaku memakai benda yang sangat tajam sehingga pemotongannya bisa dikatakan
rapih, kejadiannya tadi malam. Hmm…” Jelas Arie. Dia lihat potongan pada tulang
korban pun sangat rapih, dalam hal ini, tentu membutuhkan senjata yang sangat
tajam dan kuat, serta kemampuan memotong yang sangat tinggi..
.
“Benda yang sangat tajam? Golok, kah?”
.
“Tidak, bukan golok. Lebih mengarah pada
katana, dan aku yakin pelaku mempunyai ilmu yang sangat hebat. Bagaimana dengan
cctv?”
.
“Nihil, pak. Di sekitar sini tidak ada
cctv. Yang paling dekat berjarak 200 meter dari TKP” Jelas anak buahnya..
.
“Hmm, begitu, yah? Dia mencari tempat
yang sepi dan jauh dari jangkauan cctv” Gumamnya yang sedikit mengerti taktik
si pembunuh. “Cepat amankan TKP, bawa jasad ini untuk diperiksa lebih lanjut,
dan periksa semua cctv yang dipasang dibeberapa sudut kota!! Jika kalian
melihat ada yang mencurigakan bagi kalian, segera laporkan padaku!! Rian? Aku
ingin kau yang bertanggung jawab untuk mencari informasi dan melaporkannya
padaku!!”
.
“SIAP, PAK!!”
.
Jasad dibawa untuk diperiksa lebih
lanjut, TKP diamankan, beberapa anak buah Arie langsung pergi ke kantor cctv
setempat. Sedangkan Arie sendiri terlebih dulu beristirahat sambil merokok,
kemudian Rian Tegara, bawahan Arie pun mendekati..
.
Pangkatnya berada jauh dari atasannya
itu, tetapi bisa dikatakan Arie jauh lebih mmpercayai Rian dibanding rekan
seangkatannya atau yang pangkatnya tidak jauh darinya. Tentu saja, dia dengan
orang tua Rian memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan tadinya Arie akan
mempercayakan anaknya pada Rian, tetapi mereka berdua menolak karena sudah memiliki
pasangannya masing-masing dan Rian juga yang sudah bertunangan. Selain itu,
prestasi Rian dalam akademik entah teori atau praktek merupakan yang terbaik,
wajar saja jika Arie melirik Rian dan menjadikannya ‘bawahan spesial’..
.
“Menurut bapak, bagaimana kasus kali
ini? Apakah ada yang janggal?” Tanya Rian penasaran..
.
“Hmm, bagaimana, yah? Mungkin hanya seseorang
yang memiliki dendam besar saja. Tapi meskipun begitu, kita harus menangkap
pelaku apapun alasannya. Huuuuhh…” Jawab Arie yang kemudian menghembuskan asap
rokoknya..~~~~~
.
.
Author :Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
Wednesday, December 21, 2016
-
Thursday, December 22, 2016

No comments:
Post a Comment