Coretan Fans 48 Family: 2016

Saturday, November 26, 2016

Pesawat Kertas & Buku Kecil

Tittle                : Pesawat Kertas & Buku Kecil
Genre              : Drama, Romance, School
Author             : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
Cast                 : - Galus Gani Pratamayudha as Gani
  - Shania Junianatha as Shania
Type                : One-shoot
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Hei, kalian tau? Aku ingin melukis dunia, dimana bermacam keanekaragaman berdampingan dengan harmonis. Efek dari goresan kuas dan perpaduan warna pasti akan sangat indah sekali. Bagaimana? Kamu ingin mencobanya? Jika ingin, ayo kita melukis bersama. Dan mungkin jika kita melukis bersama, kita akan menemukan sesuatu yang lebih indah lagi. Contohnya, seperti dirimu yang hanya bisa dimiliki satu orang saja. Ah, seandainya aku bisa memilikimu, pasti aku akan sangat bahagia..

Saturday, July 2, 2016

White Rose and The Big Ten

Chapter #1 : Dialah Orangnya
Genre : Action, School, Romance, Thriller, (17++)

Monday, June 20, 2016

Monday, May 23, 2016

Yona

Perhatian!! Bagi mereka yang memiliki mental lemah, diharapkan tidak membaca cerita ini!!
.
Jangan membaca sambil makan atau minum!!
.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada kejadian yang benar-benar terjadi dalam cerita ini!! Mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan cerita ini, cerita ini ditujukan hanya untuk menghibur para pembaca saja!! Tidak bermaksud untuk mengejek atau menyinggung!! Ini hanyalah fantasi si author saja!!
.
.
.
Title : Yona - 3 Kali Pertemuan
Genre : Thriller, Horror, Fanfiction, Adult (18++)
Cast :
Viviyona Apriani as Yona
Melody Nurramdhani Laksani as Melody / Imel
Galus Gani Pratamayudha as Gani
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
.
.
.
Yona
.
3 Kali Pertemuan..
.
.

Thursday, May 12, 2016

Come for Killing Part II

Title : Come for Killing Part II
Genre : Thriller, Horror, Romance, Fanfiction, Adult (17++)
Cast :
Galus Gani Pratamayudha as Gani (Silent Rose)
Rusdi Arianto as Rusdi
Elaine Hartanto as Elaine / Ilen
Rendy Okta as Rendy
Jessica Veranda as Ve
.
.
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
~
~Happy Reading~
~
~
~~~PoV Author : Bogor~~~
.                                       
“Weleh? Si Gani post story nih. Story apaan, yak?” Pikir Rusdi bingung. Dia saat ini sedang asik bermain Facebook, hobinya itu sudah membuat dirinya sedikit kesulitan dalam berinteraksi, meski sebenarnya dia mempunyai banyak teman. Lelaki yang sangat menyukai hewan bebek itu mulai membuka salah satu thread yang di post oleh Gani, teman Facebook-nya..
.
“Gue baru tau kalau Gani itu suka buat story, kira-kira bagus gak yah story-nya?” Gumam Rusdi penasaran. “Ahhh.. Mending gue baca dulu story-nya, dan semoga aja bagus” Harapnya dengan senang..
.
Dia klik thread milik Gani, “Hmm? Come For Killing, yah? genre utamanya Thriller, Horror? Wah, bakalan tegang nih gue!! Semoga aja seru story si Gani!!”
.
Rusdi pun mulai membaca perlahan, untuk awal cerita dia masih belum menemukan kecocokan dengan genre utama cerita Gani. Tapi memasuki pertengahan, dia pun mulai mengerti. Dengan perasaan tegang, dia membaca cerita Gani sendirian. Saat ini sebenarnya dia sedang berada di kamar seorang diri dengan lampu mati, sekarang pun sudah lewat jam tidur, tepatnya jam 10 malam, tapi itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi Rusdi untuk membaca cerita menyeramkan buatan teman dunia mayanya itu..
.
“Ok.. Mulai masuk klimaks!! Gani dari dunia lain coba bunuh Gani yang asli!! Tapi hebat juga tuh anak, gue gak pernah kepikiran cerita kayak gini!!” Pikir Rusdi sambil membaca scene dimana Gani dari dunia lain sedang mencoba membunuh Gani yang asli. Sedangkan saat itu Shania sedang berlari menuruni tangga. Dan saat itulah klimaks yang sebenarnya telah Rusdi dapatkan dimana Shania melihat orang tua Gani dibunuh, lalu Gani palsu pun membunuh Shania dengan cara yang tragis..
.
“Gila!! Gue takut banget!! Tapi.. masih ada lanjutannya?” Pikir Rusdi bingung. Dia pikir cerita itu sudah selesai, tapi ternyata belum. Dia scroll kebawah..
.
“Bener-bener encer otak tuh anak!! Mimpi dihubungin sama dunia nyata, gue gak pernah kepikiran alur kayak gitu. Dimana dia buat cerita, tapi cerita itu jadi kenyataan dengan kemunculan sosok Gani dari cerita, kemudian membunuh Gani sang author” Pikir Rusdi kagum. Dia pun melihat komentar dan berkomentar pada thread itu, tapi tidak ada satu pun balasan dari Gani sendiri..
.
“Sombong juga tuh anak!! Dasar!! Tapi, bagus juga sih story Gani. Apalagi gak banyak orang yang minat buat genre thriller atau horror kayak gitu” Ucap Rusdi kagum. Dia pun menyandarkan tubuhnya pada kursi dan meregangkan tubuhnya..
.
“Ahhh!! Enaknya sih sekarang ya tidur!!” Rusdi pun mematikan kompternya dan bangkit menuju tempat tidur. Dia langsung menjatuhkan tubuhnya dan menarik selimut serta guling..
.
“Haaahh.. Entah kenapa gue gak takut meski gue udah baca cerita buatan si GG itu, padahalnya gue kalau denger cerita horror juga pasti jadi takut sendiri” Gumamnya..
.
2 jam setelah Rusdi tertidur, saat ini jam sudah menujukan pukul 12.20 malam. Keadaan sunyi dan mencekam pun pasti akan terasa jika sudah memasuki jam-jam seperti ini entah dimana pun..
.
‘TUT.. NGIIING..’ Tombol power supply ditekan dan komputer menyala dengan sendirinya, sedangkan sang pemilik saat ini mungkin sedang bermimpi menikah dan melakukan malam pertama bersama Elaine, kekasih Rusdi..
.
“Ohhh.. Ilen.. Lu itu anugerah terindah yang pernah gue miliki!! Nyam nyam nyam..” Ucap Rusdi sambil mengingau. Dia sendiri tidak sadar jika komputernya menyala dengan sendirinya. Pada layar monitor, pointer bergerak sendiri, tetapi mouse sama sekali tidak bergerak. Pointer itu membuka Google Chrome dan langsung menampilkan Facebook, tepatnya thread cerita buatan Gani. Kemudian bergerak menuju bawah dan diam pada epilog cerita itu. Setelah itu, pointer pun bergerak menuju aplikasi Winamp, dan memutar sebuah lagu. Avenged Sevenfold – Nightmare. Lagu untuk mengenang kematian sang drummer, The Rev. Salah satu lagu rock dalam album Nightmare..
.
Saat sudah berputar setengah lagu, Rusdi pun mulai terganggu dengan suara lagunya itu. Perlahan dia pun mulai sadar, dan tepat lagu itu selesai, Rusdi pun membuka matanya dan Winamp pun tertutup dengan sendirinya. Tapi tidak untuk browser..
.
“Perasaan gue tadi denger lagu Avenged, kok sekarang udah selesai?” Gumam Rusdi setngah sadar.. “Cuman---” Rusdi berhenti bergumam ketika menyadari komputernya menyala. Dia pun bangkit dan berjalan menuju komputernya dengan perasaan bingung..
.
“Gue yakin udah matiin komputer, tapi kenapa nyala lagi? Dan kenapa Facebook gue kebuka?” Guman Rusdi. Dia pun segera menutup browser dan mematikan kembali komputernya, lalu dia kembali tidur..
.
~
.
Rusdi sekarang sedang berada di café, dia mengajak Elaine untuk mengisi waktu luang. Sambil menikmati hidangan yang mereka pesan, mereka pun larut dalam obrolan biasa, namun mereka terlihat sangat bahagia sekali. Hingga Rusdi teringat kejadian semalam dimana komputernya menyala dengan sendirinya, padahal sudah dia matikan..
.
“Hehehe.. Ilen kan penakut, ya gue ceritain kejadian kemarin gak apa-apa kali, ya?” Siasat Rusdi untuk menjahili dan menakuti Elaine dengan kejadian nyata pun dimulai..
.
“Sayang? Kamu tau gak? Kemarin kan aku main komputer, terus aku matiin. Dan coba tebak, komputer itu nyala sendiri loh jam 12 malem. Malahan buka Facebook aku”
.
“Hah? Mana ada kejadian kayak gitu. Dasar!! Kamu kebanyakan gadang, jadi ngelindur waktu tidur!!” Ketus Elaine..
.
“Aku serius, Len!!” Bukannya ingin menjahili, Rusdi justru terbawa emosinya sendiri yang ingin membuat Elaine percaya dengan kisah semalamnya itu..
.
“Hmm?”
.
“Gini, tadi sih aku maunya bercandain kamu, cuman gagal. Tapi itu emang nyata, Ilen sayang. Komputer aku nyala sendiri dan buka Facebook sendiri, terus aku juga sebelum bangun samar-samar denger lagu Avenged”
.
“Kok kamu malah makin ngelantur gitu, sih?” Tanya Elaine bingung. Dia lihat wajah Rusdi, dia tidak menemukan kebohongan, artinya kekasihnya itu serius..
.
“Udah ah!! Jangan cerita kayak gitu lagi ke aku!!”

Wednesday, May 11, 2016

Come for Killing

Title: Come For Killing..
Genre: Romance, Thriller, Horor..
Cast : Galus Gani Pratamayudha as Gani
Aninditha Rahma Cahyadi as Anin
Shania Junianatha as Shania
Shinta Naomi as Naomi
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Gani a.k.a Silent Rose
~
~Happy Reading~
~
"terima kasih sudah datang!! mohon datang lagi ke mari yah!!"
hanya ucapan syukur dan terima kasih yang bisa dia lakukan dan ucapkan pada semua pengunjung yang mengunjungi tokonya itu dengan sebuah senyuman yang selalu mereka tunjukan. sebuah toko yang indah dan tenang, toko yang di luarnya saja sudah di hias oleh bunga bunga cantik dan wangi dari berbagai macam jenis bunga. dan saat kita membuka pintu dengan bel yang berdering di atas pintu.. maka mata kita akan di manjakan dengan berbagai macam bunga dan tanaman yang sangat cantik tertata rapih di setiap sisi ruangan yang luas itu. terlihat dari beberapa karyawan yang di dominasi oleh karyawan perempuan sedang menata, menyiram, dan juga menjelaskan tentang informasi bunga bunga di dekatnya..
anggrek, mawar, melati, violet. lavender dan masih banyak lagi jenis bunga dan tanaman yang berada di ruangan kaca luas itu. belum lagi di taman luar bangunan itu yang masih lebih banyak lagi. dan pengunjung pun selalu mencapai ratusan setiap harinya, dan bunga serta tanaman yang laku terjual pun tidak kalah banyak dengan pengunjung yang datang..
toko yang buka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam pun tidak pernah sepi pengunjung, apalagi saat musim liburan. pengunjung yang datang ke toko itu selalu lebih banyak dan beragam. sebuah tempat yang sangat menyenangkan dan juga menenangkan hati dan pikiran kita semua saat mata kita di manjakan dengan warna warni bunga yang tak kalah dengan warna pelangi, dan juga serba harum bunga itu yang tak kalah juga dengan parfum mahal dari para artis..
~
"Nin.. kok lu belum mau balik sih?!! nanti kena begal baru tau rasa lu..!! hehehe.."
"iihhhh..!! apaan sih lu, Gan?!! rese lu!! bilang aja kalau lu nakut nakutin gue kayak gitu supaya gue balik bareng lu kan?!! lagian gak bakalan ada begal kok!! masih jam jamnya rame..!!" protesnya malu..
"hehehe.. ya kan gue yang nge-begal lu nanti.."
"ngapain juga lu capek capek nge-begal gue..!!?" ucap Anin malas..
"ya supaya gue dapetin hati lu itu dong..!!" gombal Gani genit. dan seketika wajah Anin yang cantik pun berubah merah setelah mendapatkan godaan seperti itu. godaan dari anak laki laki bodoh dan gila namun pintar yang selalu saja terus menggoda Anin..
"yaelah..!! hahaha..!!" tawa Gani senang..
"apaan sih lu?!! bego lu!! gue gak mau lu dapetin hati gue!! lu kan SAHABAT TERBAIK GUE..!!" balas Anin tak mau kalah..
"arrgghh.. A.. Anin.. ha.. hati gue hancur..!! ahhhh.. gue mati..!!" kambuh lagi kelakuan Gani yang gila jika sudah di ledek Anin. sikap berlebihannya menjadi dia anak yang aneh di mata temannya, tapi justru itulah yang membuat Anin dan temannya senang melihat Gani menghibur mereka dengan seperti itu. dengan daya tarik seperti itu, dia mampu membuat orang orang si sekitarnya tersenyum dengan tingkahnya..
"iihhhh..!! apa apaan sih lu?!! lebay deh lu!! dasar GILA.!!" rajuk Anin senang sambil memukul mukul Gani..
"GILA.. Gani Itu Love Anin..!! hehehe.."
"ehhh?!! GILA itu Gani Itu Love Aneh..!!"
"gak nyambung..!!" ledek Gani sambil menjulurkan lidahnya. sedangkan Anin pun malah bertambah jengkel dengan anak gila ini. anak gila yang membuatnya juga menjadi gila, anak gila yang selalu mengisi hatinya setiap hari dengn pelangi, anak gila yang selalu terselip di tengah tengah kerumunan banyak orang dan bunga bunga sambil dia berharap kalau anak itu hilang di tempat ini namun tidak juga terwujud dan tidak mau terwujud..
~
"Nin.. emangnya lu gak takut apa nge-kost sendirian?" tanya Gani sambil menyetir mobilnya menembus jalanan dengan perlahan..
"gak kok, gue kan pemberani..!! hehehe.. lagian di sebelah kamar kost gue ada kak Naomi..!!"
"ohhh.. ngomong ngomong.. gue boleh pindah ke kost-an lu gak? kost-an lu bisa nerima semua orang kan?"
"semua orang.. laki kaki, perempuan, orang gila, atau hantu.. hehehe.. dan lu masuk ke kategori 1, 3 sama 4 tuh..!! hantu orang gila..!! lagian kan rumah lu juga masih di kota ini.. ngapain juga nge-kost!!?"
"yaelah Nin..!! gue cuman pingin deket lu doang!! dasar lu Nin..!!" gerutu Gani gusar. sedangkan Anin pun hanya bisa tertawa senang melihat Gani yang marah karena dirinya itu. membalas semua perlakuan gombal dan berlebihannya denga mengejeknya..
"hehehe.. Gani.. lu gak marah kan?" goda Anin sambil tersenyum seksi pada Gani yang menampakkan wajah serius itu..
"diem dulu Nin..!! gue lagi fokus nyetir sama fokus liat jalanan di depan..!! kalau lu godain gue dan gue nanti hilang fokus terus kita nabrak gimana?!!"
"yaelah lu Gan..!! sok serius banget sih lu..!! hehehe.. ya emangnya nabrak apaan dulu?"
"nabrak tukang KECOAK GORENG..!!" balas Gani gemas..
"ehhh?!! tukang kecoak goreng?!! kayak ada yang jual aja lu!! atau lu mau yang jadi tukang kecoak goreng itu?!! hahaha..!!"
"....." Gani pun hanya terdiam mendengar ocehan Anin yang tidak mau diam itu. dia sebenarnya memang memiliki sifat pendiam dan pemalu yang kuat, tapi jika sudah masuk kondisi dimana mereka hanya berduaan.. Anin pasti akan mengoceh terus pada sahabatnya ini, mengganggunya dan membuatnya menjadi lebih gila. bahkan Gani berpikir kalau Anin lebih gila darinya..
~
"jadi gimana Nin? masih ada kamar kosong kan?"
"kok lu ngotot banget sih jadi anak?!! periksa sendiri aja..!! hehehe.. lagian kenapa sih lu mau nge-kost di sini? lu kan masih tinggal dirumah orang tua lu!! masih dalam jangkauan pendek.."
"ya kata gue tadi.. biar gue deket sama lu terus dan bisa nakut nakutin lu pas lu tidur atau lagi mandi..!! hehehe.."
"ehhh?!! dasar cowok mesum lu..!! bilang aja kalau lu mau ngintip gue pas lagi mandi..!!" pekik Anin kaget sambil memukul pundak Gani beberapa kali..
"hehehe.. biarin..!! salah sendiri jadi cewek cantik!!"
"dasar lu!! gak mau!! pokoknya lu gak boleh nge-kost di situ!! gue malah lebih takut lu dari pada hantu!!" ucap Anin ketus sambil membuka pintu mobil dan pergi keluar mobil..
"hehehe.. ya deh iya, gak bakalan kok!! jangan marah dong" rayu Gani masih tetap menggoda Anin. wajahnya sudah memerah panas mendapatkan godaan dan juga kelakuan dari makhluk gila yang menyenangkan itu..
"dah deh!! thanks yah udah mau anterin gue pulang..!!" ketus Anin malu malu..
"hehehe.. jangan di tahan tahan dong neng, nanti sakit loh.. mending keluarin aja biar enak..!!"
"IIHHHH.. DASAR GG!! GANI GILA..!!" teriak Anin kesal sambil kembali masuk kedalam mobil dan memukul Gani sekuatnya. ahhh, Anin di buat kesal oleh kelakuan Gani itu. meski begitu tidak ada rasa marah dan benci pada Gani, seperti hubungan antara adik dan kakak saja yang selalu bertengkar namun tidak pernah bermusuhan..
"hah.. hah.. hah.. rese lu!! dasar cowok gila dan mesum!!"
"hehehe.. tapi lu juga seneng kan gue goda kayak gitu?"
"apaan sih lu!!? gak, tau!! gue gak seneng!! udah deh lu cepet pulang!! anak manja gak boleh pulang kemaleman..!! nanti di marahin mamah..!!" ketus Anin malu malu..
"pffftt.. dasar lu Nin!! gue cium baru tau rasa ku..!!
"gak akan pernah mau gue..!!" ledek Anin sambil menjulurkan lidahnya merahnya dan segera kembali keluar sengaja cepat..
"ahhh..!! sini lu!! gue cium lu!!" teriak Gani sambil mencegah Anin pergi, namun Anin terlebih dulu bisa melepaskan cengkraman tangan Gani di bajunya dan kabur keluar mobil menghindari amukan sahabat yang gila dan berotak mesumnya itu..
"hehehe.. gak kena..!! dah deh Gani..!! bye.." ledek Anib sambil menutup pintu mobil..
"ya deh iya, bye sayang..!! hehehe"
"DASAR GILA LU GANI!! MESUM!! GENIT..!!" teriak Anin kesal, namun pikiran dan hatinya merasa terhibur dengan melakukan Gani. sedangkan Gani pun menutup mengunci pintu mobil dan segera menjalankan.mobilnya..
"hihihi.. Gani..!!" batin Anin gemas..
mobil Gani pun melaju dengan perlahan menjauhi tempat kost Anin yang besar itu. kost-an yang memiliki 20 kamar untuk laki laki dan perempuan..
~
'STEP.. STEP..'
"hmm?" Anin sekarang sedang berjalan di lorong kamar kost itu, tapi ada yang aneh dengan keadaan sekitar.. dia merasa ada yang sedang mengikutinya dari belakang, meskipun kecil, tapi dia bisa mendengarkan suara langkah kaki di belakangnya. tapi saat dia menoleh kebelakang, dia tidak menemukan siapa siapa..
"mungkin cuman perasaan gue aja..!!" batinnya sambil kembali melanjutkan langkah kakinya menuju lantai dua dimana kamarnya berada..
~
"ehh, lu udah balik ternyata Nin?" sapa seorang perempuan yang keluar dari kamar mandi. memberikan aura menggoda dan wangi harum sabun mandi dari tubuh seksinya, apalagi di tambah juga geraian rambut hitam panjang yang basah dan juga wajah yang sangat cantik itu. seperti seorang bidadari yang turun dari langit kahyangan untuk melihat aktifitas di bumi ini..
"kak Naomi? iya kak, aku baru pulang dari toko.. kak Naomi juga baru selesai mandi kan? aduhh, aku jadi gimana gitu liat kakak yang baru selesai mandi..!! seksi seksi gimana gitu, kayak ada aura aura menggoda.. aku juga gak tahan kalau liat kakak yang baru selesai mandi..!! tumben kak mandi malem.."
"ehh? hehehe.. thanks deh buat pujiannya!! iya, kakak juga baru selesai mandi. tadi gue kepanasan di kamar, hehehe.. lu gak mandi juga?"
"hmm.. gak kak, besok aja aku mandinya. lagian aku gak suka mandi malem, dingin kak..!! kalau gitu aku masuk ke kamar dulu kak, aku capek kak!! hehehe.. besok aja kalau mau ngobrolnya.."
"oh iya deh, mimpi indah ya say!! kakak juga mau ke kamar kok..!!"
"kakak juga mimpi indah..!!"
~
"ehh?!! kok lu balik lagi sih? Gani!!"
"hah?!! ngomong apaan lu, Shan?!! balik lagi apaan?!! ya iyalah gue balik lagi, soalnya gue mau anterin si Anin pulang..!!" pekik Gani heran melihat ekspresi Shania yang kebingungan dengan ke datangannya..
Gani pun menaruh bungkusan makanan yang berisi roti bakar dan juga martabak telor untuknya dan temannya..
"lu mau roti bakar? gue beli buat lu juga kok.. tapi si Anin mana Shan? dia di kamar mandi ya?"
"HEH..!! LU ITU NGAPAIN DI SINI?!! ANIN KAN UDAH PULANG SAMA LU TADI..!! NGAPAIN LU BALIK LAGI KE TOKO BUNGA?!! KAN UDAH TUTUP!!? LAGIAN ANIN JUGA UDAH PULANG SAMA LU KAN TADI?!! LU PIKUN YAH?!!" teriak Shania kesal..
"hah?!! maksud lu apaan?!! kan lu tau sendiri kan kalau gue itu pergi ke luar beli makanan buat lu, gue sama Anin..!!?"
"tapi kan lu udah balik lagi kan ke sini?!! gue liat tadi li pulang bareng sama si Anin..!!"
"yaelah nih anak!! di bilangin juga kalau gue baru balik beli makanan!! bukan balik dari nganterin Anin..!! kok lu nuduh gue gitu sih?!!"
"kalau ini emang lu yang asli dan baru balik ke sini dari jajan.. terus yang tadi sana Anin siapa?!!"
"maksud lu?!!"
"iihhhh.. nyebelin banget sih lu!! otak lu jaman mana?!! kan tadi gue udah bilang kalau Anin balik sama lu..!!" teriak Shania kesal..
dan tanpa berbicara lagi Gani pun langsung saja pergi meninggalkan toko itu, dia harus segera pergi ke kost Anin untuk melihat keadaannya..
"GAN.. TUNGGUIN GUE!! GUE PINGIN IKUT..!!"
~
'BRUM..' suara deru mesin mobil pun menggerung dengan keras, dan dengan cepat Gani memacu laju kecepatan mobilnya. dia mempunyai firasat buruk pada Anin, Shania berkata kalau Anin pulang dengan dirinya. padahal Shania sendiri tau kalau Gani pergi membeli makanan, tapi tidak untuk Anin sendiri. Anin tidak mengetahui kalau Gani sebenarnya pergi, dan Gani yang mengajak Anin adalah Gani yang palsu, bukan yang asli..
"AAHHHH..!! GUE GAK BISA HUBUNGIN ANIN..!! SIBUK SIBUK SIBUK..!! DASAR OPERATOR GAK GUNA..!!" teriak Gani kesal..
"LU FOKUS AJA KE JALAN!! GUE AJA YANG COBA HUBUNGIN ANIN ATAU TEMENNYA..!!"
~
"iihhhh.. Gani..!! lu kemana sih?!! lu lagi ngapain?!! kok gak bisa gue hubungin?!!" gerutu Anin kesal. dia pun akhirnya menyimpan ponselnya dan berbaring di atas kasur. dia pandangani langit kamarnya yang berwarna biru muda polos, hanya di terangi lampu belajar saja yang remang remang di atas meja belajarnya, memberikan kesan tenang dan romantis meski tanpa lawan jenis. matanya terfokus pada satu titik dan membuat kelopak matanya menjadi berat, perlahan matanya pun mulai menutup perlahan, namun masih di tahan oleh Anin..
"ahhh.. Gani.. seandainya lu ada di sini, gue pasti tidur nyenyak di pangkuan hangat lu.. ngirup aroma parfum khas lu, parfum mawar yang menggoda dan memabukkan gue sama wanita lain..!!" desah Anin. kelopak mata yang terasa berat pun akhirnya memaksa Anin untuk memejamkan matanya dan pergi tidur untuk masuk ke dunia mimpi.. hanya berselang 10 menit saja dia sudah masuk ke dunia mimpi, tapi..
~
"Gani.." ucap Anin senang..
"hmm? lu ternyata Nin.." balas Gani tersenyum. Anin pun langsung saja memeluk Gani, dan mendekatkan wajahnya dan bibirnya pada wajah Gani. Gani pun ikut mendekati wajahnya dan mulai mengecup bibir Anin, manis.. itu yang terasa oleh Gani. sedangkan Anin kembali menghirup aroma parfum mawar Gani dan rasa mint dari bibir Gani..
"Nin.. gue sayang sama lu, gue cinta sama lu Nin..!! lu mau kan jadi pacar gue?" tanya Gani melepaskan ciuman itu..
"ahhh.. iya Gani.. gue mau jadi pacar lu..!!" jawab Anin senang..
"thanks yah.. gue sayang sama lu, gue cinta sama lu. jadi.."

Wednesday, April 13, 2016

You're My Treasure, Ve

Tittle                : You’re My Treasure, Ve
Genre              : Life, Romance, Action, Family
Author             : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose
Cast                 : - Ve
  - Hiru / Andre
  - Kinal
  - Gani
  - Rian
Type                : One-shoot
.
.
~~~PoV Author~~~
.
‘DUM.. DUM.. TASH..’ Suara dentuman drum yang berasal dari salah satu ruangan di lantai 2 hampir memenuhi rumah yang besar itu. Padahal ruangan itu sudah dijadikan ruangan kedap suara, tapi tetap saja masih terdengar jelas..
.
“Uhhh!! Berisik kak!! Ve lagi belajar!!” Teriak seorang gadis cantik yang sedang belajar untuk ujian, namun harus terganggu dengan suara drum yang dilakukan kakaknya itu. Tapi tentu saja kamarnya yang berada di lantai 1 tidak akan bisa mengirim suara ke lantai 2, apalagi di rumah itu sedang dipenuhi oleh suara drum..
.
Kesal karena suara drum yang menurutnya sangat mengganggu, dia pun keluar kamar dengan perasaan marah. Lalu dia mencari orang tuanya untuk mengadu pada mereka, dan dia dapati mereka sedang makan di ruang makan..
.
“Kena---”
.
Ve memotong ucapan ibunya dengan cepat, “Ahhh!! Ve gak tahan, ibu!! Ayah!! Kakak Rese banget!!” Keluhnya sambil menarik kursi dan duduk dengan wajah cemberut dan tangan disilangkan di dadanya..
.
Mereka berdua pun menghela nafas lalu menenangkan Ve, “Ya wajar sayang kakakmu kayak gitu, lah dia kan mau tampil di konser? Sabar aja sayang, nanti dia juga lelah sendiri kok” Ujar ayahnya dengan lembut..
.
“Hmm..” Ve tambah cemberut. “Ve dulu dong yang jadi prioritas!! Jangan kakak yang gilanya minta ampun!!” Protesnya..
.
“Aduuuhh!! Kalian ini kayak anjing sama kucing aja, yah? Gak pernah akur” Ucap sang ibu gemas sambil mengacak rambut Ve..
.
~
.
‘BUK.. BUK.. BUK..’
.
“BUKA!! BUKAAA!!” Teriak Ve sambil memukul pintu kamar kakaknya dengan keras. Tak lama kemudian pun pintu terbuka..
.
“Ada apa lu?”
.
“Ihhh!! Sopan dikit bisa kali, kak?!! Dasar!!”
.
“Iya deh iya. Ada apa adikku sayang?” Tanya sang kakak dengan gemas..
.
“Kakak tuh yang ada apa!! Pelanin dikit main drumnya, Ve lagi belajar!!”
.
“Lah? Mana ada main drum pelan-pelan? Dimana-mana main drum itu semangat, enerjik, keras, dan masih banyak lagi. Gak kayak baca buku, buka sana buka sini, guling sana guling sini kayak sosis bakar aja!!”
.
“Woaaahh!! Mentang-mentang libur kuliah kakak ngomong kayak gitu. Kayak yang bisa aja kakak baca buku atau belajar!!”
.
“Pengalaman kakak jauh lebih banyak kalau dibanding lu yang masih duduk di SMA kelas 2. Dah lah, sana belajar lagi, lu!! Entar kakak pelanin, tapi ya kalau lagunya emang pelan. Kalau gak pelan, ya belajar aja di rumah temen lu!! Hehehe.. BYE..!!”
.
‘BUK.. CKLEK..’
.
“DASAR KAKAK RESEEE!!” Teriak Ve kesal..
.
~
.
Dan akhirnya Ve pun mengalah pada sang kakak dan lebih memilih belajar di rumah sahabatnya..
.
Ve menghempaskan dirinya ke atas kasur, “Huuuhh.. Rese banget kakak gue!! Dasar orang gila, orang stres, orang.. Aaaahh!! Nyebelin banget tuh cowok!!” Gerutunya..
.
“Ya namanya juga kakak, pasti gitulah di setiap keluarga, susah akur, Ve. Apalagi kalau lawan jenis. Aaaahh.. lu ngalamin sendiri gimana rasanya. Lagian gue pikir kak Gani itu sebenernya sayang sama lu”
.
“Menurut gue sih gak gitu, Nal. Nyebelin banget tuh kakak!! Rasanya gue pingin pukul tuh muka pake drumnya!! Giliran ngeganggu, gak mau kalahnya minta ampun. Lah giliran diganggu, malah ngamuk kayak gajah Lampung aja!!”
.
“Udahlah, namanya juga hubungan adik dan kakak yang harmonis. Hehehe.. Mending lu lanjut belajar lagi, jangan tiduran di kasur gue. Kan lu sendiri yang pingin belajar di sini bareng gue?”
.
“Hehehe.. Habis nyaman banget Nal, kalau kakak gue lagi kumat, ya gue gak bisa tenang. Jiwa dan batin gue!!”
.
Akhirnya Ve pun belajar bersama Kinal yang menjadi sahabatnya sejak kelas 2 SMP itu, dan beruntung juga mereka karena bisa satu kelas semenjak itu hingga bangku SMA ini. 2 gadis cantik yang saling bertolak belakang itu belajar bersama. Jessica Veranda atau kerap dipanggil Ve. Gadis yang sangat cantik namun sangat pemalu, bahkan sangat sedikit yang bisa menjadi temannya. Bukan karena Ve sombong, tapi karena sifatnya itu yang memiliki rasa malu yang belebihan. Namun dia juga sebenarnya akrab dengan semua murid di kelasnya..
.
Dan Devi Kinal Putri atau Kinal. Gadis cantik yang berambut sebahu ini memiliki sifat yang terbalik dengan Ve. Dia enerjik, periang, mudah bergaul, dan pemberani. Benar-benar bertolak belakang dengan sahabatnya itu, bahkan dia lebih sering mengajak orang berkenalan, tapi dengan orang tertentu yang menurutnya baik. Dan bisa dibilang juga Kinal itu adalah ‘apa yang dibutuhkan’ oleh Ve, itu karena Ve tidak bisa mengerjakan banyak hal sendirian karena sifatnya itu..
.
~
.
“Nona Ve? Apa nona ingin langsung pulang?” Tanya sang supir pribadi sambil melirik ke arah arah kaca mobil dalam..
.
“Hmm? Mampir dulu ke toko elektronik, yah? Ve mau beli sesuatu” Ujar Ve yang teringat dengan barang yang dia inginkan. Saat sampai di toko elektronik, dia pun langsung masuk ke dalam dan mencari barang yang dia inginkan. Dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu sebuah ponsel keluaran terbaru..
.
“Ahhh.. akhirnya gue bisa juga beli ponsel pake uang sendiri” Pikirnya senang. Tentu meski dia berasal dari keluarga yang memiliki uang lebih, tapi dia tidak manja, begitu juga sang kakak. Mereka berdua selalu menyisihkan uang saku mereka, dan membawa bekal makanan sendiri jika pergi ke sekolah atau berkumpul bersama sahabat mereka. Bahkan drum yang setiap hari menganggu Ve adalah hasil jeri payah sang kakak yang bekerja paruh waktu dan tidak terlalu mengandalkan uang dari orang tua, dan dari itulah Ve termotivasi dari kakaknya yang baginya menyebalkan itu..
.
Setelah Ve membeli ponsel dengan uang sakunya sendiri, dia pun segera pulang. Tapi di tengah perjalanan, hujan turun dengan deras. Bahkan sangat sulit melihat ke depan..
.
“Uhhh.. Kalau aja tadi gue pulang lebih cepet, pasti gak bakalan kehujanan gini!!” Gerutu Ve kesal..
.
~
.
‘TIIITT.. TIIITT..’
.
Ve yang sedang memainkan ponsel barunya pun kembali terganggu oleh suara yang membisingkan telinganya. “Ada apa, pak? Jangan klakson gak jelas dong!!” Protes Ve masih tetap memainkan ponsel barunya..
.
“Anu nona, tapi.. itu.. ada orang yang menghalangi jalan masuk rumah” Ujar sang supir. Ve melihat ke depan, dan memang benar ada seseorang yang terdiam membelakangi mobilnya..
.
Seorang lelaki yang menatap ke arah rumahnya, tapi dia tidak mau pergi meski sudah di klakson oleh supir Ve berkali-kali..
.
“Tunggu di sini nona!!”
.
“Ahhh.. Gak usah, pak. Biar Ve yang urus!!” Entah kenapa mulut Ve berkata seperti itu, tapi dia sendiri tidak memperdulikannya. Tubuhnya pun bergerak sendiri mengambil payung dan segera pergi keluar..
.
“Ehh?!! Kok gue keluar mobil sih?!! Kenapa ini?!!” Pikir Ve bingung. Dia pun akhirnya sampai di dekat orang itu yang ternyata seorang lelaki yang mungkin memiliki umur yang sama dengannya..
.
“Hei..!! Kamu..!! Apa yang kamu lakukan disini? Cepat menyingkir, kami ingin masuk!!” Tapi ucapan Ve tidak di respon oleh lelaki itu, dan dia tetap menatap ke arah rumahnya. Ve melihat wajah lelaki yang kehujanan itu, “Kosong..?” Gumamnya tanpa sadar. Ya, itulah yang Ve dapatkan. Dia merasa tatapan lelaki itu benar-benar kosong, seperti tatapan tanpa tujuan..
.
Ve melambaikan tangannya tepat di hadapan wajah lelaki itu, tapi tetap tidak ada respon. Dan..
.
‘BUK..’ Tiba-tiba lelaki itu tumbang ke arah Ve..
.
“A.. APA INI?!! BANGUN!!” Pekik Ve panik..
.
~
.
“Hmm? Ibu gak kenal anak ini, ibu rasa dia bukan dari daerah sini” Ujar sang ibu bingung. Sekarang lelaki itu sudah terbaring di ruang tamu rumah Ve, dan masih dalam keadaan pingsan..
.
“Bohong!! Kakak yakin ini pasti pacar lu, kan? Hayo.. ngaku aja lu, Ve!!” Ujar sang kakak. Dan Ve pun langsung melempar bantal ke arah wajah sang kakak, tapi langsung dia tangkap..
.
“Udah udah udah, jangan ribut mulu!! Kak? Kakak urus dia, yah?”
.
“HAH?!! Kenapa harus kakak, ayah?!! Kenapa gak Ve?!!” Protes sang kakak kesal..
.
“Ya kakak lah yang ngurus!! Kalau dia cewek, ya udah pasti Ve yang ngurus!!”
.
“Ta---”
.
“Udah sayang, nanti ibu kasih hadiah kalau kakak mau ngurus” Potong sang ibu cepat sambil tersenyum penuh arti..
.
“Apa, ibu?”
.
“Nanti ibu isi tangki bensin sampe penuh!!”
.
“Yos..!!” Teriaknya dengan semangat..
.
~
.
Akhirnya Gani mau mengurus lelaki yang memang seumuran dengan adiknya itu. Dia mengambil pakaian dan handuk untuk mengganti pakaian lelaki itu yang basah kuyup. Dia keringkan tubuh lelaki itu dengan handuk, lalu dia buka bajunya..
.
“EHK!! KENAPA INI?!!” Pikir Gani terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Tubuh lelaki itu penuh luka lebam, cambuk, bahkan ada luka jahitan..
.
“IBU!! AYAH!! VEEE!!” Teriak Gani dengan lantang..

Tuesday, January 5, 2016

I'M THE HERO

~~~~~~~~~~
Hidup itu bagaikan roda berputar
Kadang kita di atas
Kadang kita di bawah
Kita tidak tau kapan
Dan
Seperti apa semua itu akan terjadi di hidup kita
.
Andaikan harta dapat membeli semuanya
Maka nyawa dan harga diri akan terpampang di toko
Andaikan harta membutakan seseorang
Maka harta adalah penyakit paling berbahaya
Andaikan harta adalah sesuatu yang lebih penting dari nyawa
Maka tubuh kita akan di isi oleh harta
.
Tapi
Andaikan takdir dua orang manusia sudah di gariskan
Takdir wanita dan lelaki untuk bersama selamanya
Maka tidak akan bisa terelakan lagi
Bahkan dengan harta yang di miliki
Tidak bisa membeli dan merebut sebuah cinta sejati
Dan
Engkau sendiri tidak akan bisa menolaknya
.
Mengembalikan keadaan
Titik balik kehidupan
Merubah segalanya
Semua mempunyai waktunya masing-masing
Bahkan seekor banteng pun bisa menang melawan singa
.
.
.
Created By : Galus Gani Pratamayudha (Silent Rose)
Inspiration By : Many Inspiration
.
Dengan usaha, kerja keras, doa, dan percaya diri
Mempersembahkan

.
.
.
.
*Cerita ini hanyalah fiktif belaka, semua kejadian dalam cerita ini baik dari latar atau kejadian hanyalah fikti belaka dan karangan sang penulis saja. Nama tokoh yang dipakai sedikit dikarang menyesuaikan jalan cerita. TERIMA KASIH..

Genre       Drama, Romance, Action, Little Comedy, Thriller, Adult (17++)

Author      : Galus Gani Pratamayudha a.k.a Silent Rose

Realese     : Unknown

Cast           : *bisa berubah sewaktu-waktu..
.
.
.
-Galus Gani Pratamayudha (Gani)
Lelaki mesum, cerdas, cekatan, dan apa adanya. Memiliki grup band yang sering tampil di cafe. Orang yang akan mengambil alih seluruh kendali keluarga Anatha di semua saham milik Shania saat itu..

-Melody Nurramdhani Laksani (Melody)
Ibu kandung dari Gani. Wanita cantik dari 3 orang anak ini emiliki masa lalu yang cukup kelam dan menyedihkan. Memiliki hubungan erat bersama Julian yang hanya di ketahui oleh Julian, dirinya sendiri, Desy, Jessica dan orang tua Julian..

-Shinta Naomi (Naomi)
Kakak Gani yang sangat cantik, baik, dan judes. Salah satu penyebab Gani berubah jadi mesum adalah karena kakaknya sendiri. Wanita tangguh dan rela melakukan apa saja demi keluarganya..

-Aninditha Rahma Cahyadi (Anin)
Adik Gani yang manja, kekanak-kanakan, comel. Sering bermanja-manja pada Gani karena dia sudah menganggap Gani sebagai kakak dan juga ayahnya. Sifatnya yang kanak-kanak meski umurnya sudah 21 tahun, tapi dia benar-benar polos dan tidak tau 'apa itu cinta'..

-Julianto Nugraha Anatha (Julian)
Lelaki sukses, mendiang suami dari Desy, ayah kandung Shania. Di kenal sebagai pribadi yang tegas, pekerja keras, humoris, baik dan bertanggung jawab. Karena sifatmya itulah ayah Julian memberikan seluruh harta kekayaan dan saham padanya, tapi tidak membagi rata dengan saudaranya. Sehingga menimbulkan kedengkian dan rasa cemburu pada Julian. Memiliki satu rahasia besar yang hanya di ketahui oleh Desy sang istri, Jessica sang adik, Melody sang ibu dari Gani, dan kedua orang tuanya..