Tittle : You’re My Treasure, Ve
Genre : Life, Romance, Action, Family
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a
Silent Rose
Cast : - Ve
- Hiru / Andre
- Kinal
- Gani
- Rian
Type : One-shoot
.
.
~~~PoV Author~~~
.
‘DUM.. DUM.. TASH..’ Suara dentuman drum
yang berasal dari salah satu ruangan di lantai 2 hampir memenuhi rumah yang
besar itu. Padahal ruangan itu sudah dijadikan ruangan kedap suara, tapi tetap
saja masih terdengar jelas..
.
“Uhhh!! Berisik kak!! Ve lagi belajar!!”
Teriak seorang gadis cantik yang sedang belajar untuk ujian, namun harus
terganggu dengan suara drum yang dilakukan kakaknya itu. Tapi tentu saja
kamarnya yang berada di lantai 1 tidak akan bisa mengirim suara ke lantai 2,
apalagi di rumah itu sedang dipenuhi oleh suara drum..
.
Kesal karena suara drum yang menurutnya
sangat mengganggu, dia pun keluar kamar dengan perasaan marah. Lalu dia mencari
orang tuanya untuk mengadu pada mereka, dan dia dapati mereka sedang makan di
ruang makan..
.
“Kena---”
.
Ve memotong ucapan ibunya dengan cepat,
“Ahhh!! Ve gak tahan, ibu!! Ayah!! Kakak Rese banget!!” Keluhnya sambil menarik
kursi dan duduk dengan wajah cemberut dan tangan disilangkan di dadanya..
.
Mereka berdua pun menghela nafas lalu
menenangkan Ve, “Ya wajar sayang kakakmu kayak gitu, lah dia kan mau tampil di
konser? Sabar aja sayang, nanti dia juga lelah sendiri kok” Ujar ayahnya dengan
lembut..
.
“Hmm..” Ve tambah cemberut. “Ve dulu dong
yang jadi prioritas!! Jangan kakak yang gilanya minta ampun!!” Protesnya..
.
“Aduuuhh!! Kalian ini kayak anjing sama kucing
aja, yah? Gak pernah akur” Ucap sang ibu gemas sambil mengacak rambut Ve..
.
~
.
‘BUK.. BUK.. BUK..’
.
“BUKA!! BUKAAA!!” Teriak Ve sambil memukul
pintu kamar kakaknya dengan keras. Tak lama kemudian pun pintu terbuka..
.
“Ada apa lu?”
.
“Ihhh!! Sopan dikit bisa kali, kak?!!
Dasar!!”
.
“Iya deh iya. Ada apa adikku sayang?”
Tanya sang kakak dengan gemas..
.
“Kakak tuh yang ada apa!! Pelanin dikit
main drumnya, Ve lagi belajar!!”
.
“Lah? Mana ada main drum pelan-pelan?
Dimana-mana main drum itu semangat, enerjik, keras, dan masih banyak lagi. Gak
kayak baca buku, buka sana buka sini, guling sana guling sini kayak sosis bakar
aja!!”
.
“Woaaahh!! Mentang-mentang libur kuliah
kakak ngomong kayak gitu. Kayak yang bisa aja kakak baca buku atau belajar!!”
.
“Pengalaman kakak jauh lebih banyak kalau
dibanding lu yang masih duduk di SMA kelas 2. Dah lah, sana belajar lagi, lu!!
Entar kakak pelanin, tapi ya kalau lagunya emang pelan. Kalau gak pelan, ya
belajar aja di rumah temen lu!! Hehehe.. BYE..!!”
.
‘BUK.. CKLEK..’
.
“DASAR KAKAK RESEEE!!” Teriak Ve kesal..
.
~
.
Dan akhirnya Ve pun mengalah pada sang
kakak dan lebih memilih belajar di rumah sahabatnya..
.
Ve menghempaskan dirinya ke atas kasur,
“Huuuhh.. Rese banget kakak gue!! Dasar orang gila, orang stres, orang.. Aaaahh!!
Nyebelin banget tuh cowok!!” Gerutunya..
.
“Ya namanya juga kakak, pasti gitulah di
setiap keluarga, susah akur, Ve. Apalagi kalau lawan jenis. Aaaahh.. lu
ngalamin sendiri gimana rasanya. Lagian gue pikir kak Gani itu sebenernya
sayang sama lu”
.
“Menurut gue sih gak gitu, Nal. Nyebelin
banget tuh kakak!! Rasanya gue pingin pukul tuh muka pake drumnya!! Giliran
ngeganggu, gak mau kalahnya minta ampun. Lah giliran diganggu, malah ngamuk
kayak gajah Lampung aja!!”
.
“Udahlah, namanya juga hubungan adik dan
kakak yang harmonis. Hehehe.. Mending lu lanjut belajar lagi, jangan tiduran di
kasur gue. Kan lu sendiri yang pingin belajar di sini bareng gue?”
.
“Hehehe.. Habis nyaman banget Nal, kalau
kakak gue lagi kumat, ya gue gak bisa tenang. Jiwa dan batin gue!!”
.
Akhirnya Ve pun belajar bersama Kinal yang
menjadi sahabatnya sejak kelas 2 SMP itu, dan beruntung juga mereka karena bisa
satu kelas semenjak itu hingga bangku SMA ini. 2 gadis cantik yang saling
bertolak belakang itu belajar bersama. Jessica Veranda atau kerap dipanggil Ve.
Gadis yang sangat cantik namun sangat pemalu, bahkan sangat sedikit yang bisa
menjadi temannya. Bukan karena Ve sombong, tapi karena sifatnya itu yang
memiliki rasa malu yang belebihan. Namun dia juga sebenarnya akrab dengan semua
murid di kelasnya..
.
Dan Devi Kinal Putri atau Kinal. Gadis
cantik yang berambut sebahu ini memiliki sifat yang terbalik dengan Ve. Dia
enerjik, periang, mudah bergaul, dan pemberani. Benar-benar bertolak belakang
dengan sahabatnya itu, bahkan dia lebih sering mengajak orang berkenalan, tapi
dengan orang tertentu yang menurutnya baik. Dan bisa dibilang juga Kinal itu
adalah ‘apa yang dibutuhkan’ oleh Ve, itu karena Ve tidak bisa mengerjakan banyak
hal sendirian karena sifatnya itu..
.
~
.
“Nona Ve? Apa nona ingin langsung pulang?”
Tanya sang supir pribadi sambil melirik ke arah arah kaca mobil dalam..
.
“Hmm? Mampir dulu ke toko elektronik, yah?
Ve mau beli sesuatu” Ujar Ve yang teringat dengan barang yang dia inginkan.
Saat sampai di toko elektronik, dia pun langsung masuk ke dalam dan mencari
barang yang dia inginkan. Dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan,
yaitu sebuah ponsel keluaran terbaru..
.
“Ahhh.. akhirnya gue bisa juga beli ponsel
pake uang sendiri” Pikirnya senang. Tentu meski dia berasal dari keluarga yang
memiliki uang lebih, tapi dia tidak manja, begitu juga sang kakak. Mereka berdua
selalu menyisihkan uang saku mereka, dan membawa bekal makanan sendiri jika
pergi ke sekolah atau berkumpul bersama sahabat mereka. Bahkan drum yang setiap
hari menganggu Ve adalah hasil jeri payah sang kakak yang bekerja paruh waktu
dan tidak terlalu mengandalkan uang dari orang tua, dan dari itulah Ve
termotivasi dari kakaknya yang baginya menyebalkan itu..
.
Setelah Ve membeli ponsel dengan uang
sakunya sendiri, dia pun segera pulang. Tapi di tengah perjalanan, hujan turun
dengan deras. Bahkan sangat sulit melihat ke depan..
.
“Uhhh.. Kalau aja tadi gue pulang lebih
cepet, pasti gak bakalan kehujanan gini!!” Gerutu Ve kesal..
.
~
.
‘TIIITT.. TIIITT..’
.
Ve yang sedang memainkan ponsel barunya
pun kembali terganggu oleh suara yang membisingkan telinganya. “Ada apa, pak?
Jangan klakson gak jelas dong!!” Protes Ve masih tetap memainkan ponsel
barunya..
.
“Anu nona, tapi.. itu.. ada orang yang
menghalangi jalan masuk rumah” Ujar sang supir. Ve melihat ke depan, dan memang
benar ada seseorang yang terdiam membelakangi mobilnya..
.
Seorang lelaki yang menatap ke arah
rumahnya, tapi dia tidak mau pergi meski sudah di klakson oleh supir Ve
berkali-kali..
.
“Tunggu di sini nona!!”
.
“Ahhh.. Gak usah, pak. Biar Ve yang
urus!!” Entah kenapa mulut Ve berkata seperti itu, tapi dia sendiri tidak
memperdulikannya. Tubuhnya pun bergerak sendiri mengambil payung dan segera
pergi keluar..
.
“Ehh?!! Kok gue keluar mobil sih?!! Kenapa
ini?!!” Pikir Ve bingung. Dia pun akhirnya sampai di dekat orang itu yang
ternyata seorang lelaki yang mungkin memiliki umur yang sama dengannya..
.
“Hei..!! Kamu..!! Apa yang kamu lakukan
disini? Cepat menyingkir, kami ingin masuk!!” Tapi ucapan Ve tidak di respon
oleh lelaki itu, dan dia tetap menatap ke arah rumahnya. Ve melihat wajah
lelaki yang kehujanan itu, “Kosong..?” Gumamnya tanpa sadar. Ya, itulah yang Ve
dapatkan. Dia merasa tatapan lelaki itu benar-benar kosong, seperti tatapan
tanpa tujuan..
.
Ve melambaikan tangannya tepat di hadapan
wajah lelaki itu, tapi tetap tidak ada respon. Dan..
.
‘BUK..’ Tiba-tiba lelaki itu tumbang ke
arah Ve..
.
“A.. APA INI?!! BANGUN!!” Pekik Ve panik..
.
~
.
“Hmm? Ibu gak kenal anak ini, ibu rasa dia
bukan dari daerah sini” Ujar sang ibu bingung. Sekarang lelaki itu sudah
terbaring di ruang tamu rumah Ve, dan masih dalam keadaan pingsan..
.
“Bohong!! Kakak yakin ini pasti pacar lu,
kan? Hayo.. ngaku aja lu, Ve!!” Ujar sang kakak. Dan Ve pun langsung melempar
bantal ke arah wajah sang kakak, tapi langsung dia tangkap..
.
“Udah udah udah, jangan ribut mulu!! Kak?
Kakak urus dia, yah?”
.
“HAH?!! Kenapa harus kakak, ayah?!! Kenapa
gak Ve?!!” Protes sang kakak kesal..
.
“Ya kakak lah yang ngurus!! Kalau dia
cewek, ya udah pasti Ve yang ngurus!!”
.
“Ta---”
.
“Udah sayang, nanti ibu kasih hadiah kalau
kakak mau ngurus” Potong sang ibu cepat sambil tersenyum penuh arti..
.
“Apa, ibu?”
.
“Nanti ibu isi tangki bensin sampe penuh!!”
.
“Yos..!!” Teriaknya dengan semangat..
.
~
.
Akhirnya Gani mau mengurus lelaki yang
memang seumuran dengan adiknya itu. Dia mengambil pakaian dan handuk untuk
mengganti pakaian lelaki itu yang basah kuyup. Dia keringkan tubuh lelaki itu
dengan handuk, lalu dia buka bajunya..
.
“EHK!! KENAPA INI?!!” Pikir Gani terkejut
sekaligus tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Tubuh lelaki itu
penuh luka lebam, cambuk, bahkan ada luka jahitan..
.
“IBU!! AYAH!! VEEE!!” Teriak Gani dengan
lantang..