Tittle : You’re My Treasure, Ve
Genre : Life, Romance, Action, Family
Author : Galus Gani Pratamayudha a.k.a
Silent Rose
Cast : - Ve
- Hiru / Andre
- Kinal
- Gani
- Rian
Type : One-shoot
.
.
~~~PoV Author~~~
.
‘DUM.. DUM.. TASH..’ Suara dentuman drum
yang berasal dari salah satu ruangan di lantai 2 hampir memenuhi rumah yang
besar itu. Padahal ruangan itu sudah dijadikan ruangan kedap suara, tapi tetap
saja masih terdengar jelas..
.
“Uhhh!! Berisik kak!! Ve lagi belajar!!”
Teriak seorang gadis cantik yang sedang belajar untuk ujian, namun harus
terganggu dengan suara drum yang dilakukan kakaknya itu. Tapi tentu saja
kamarnya yang berada di lantai 1 tidak akan bisa mengirim suara ke lantai 2,
apalagi di rumah itu sedang dipenuhi oleh suara drum..
.
Kesal karena suara drum yang menurutnya
sangat mengganggu, dia pun keluar kamar dengan perasaan marah. Lalu dia mencari
orang tuanya untuk mengadu pada mereka, dan dia dapati mereka sedang makan di
ruang makan..
.
“Kena---”
.
Ve memotong ucapan ibunya dengan cepat,
“Ahhh!! Ve gak tahan, ibu!! Ayah!! Kakak Rese banget!!” Keluhnya sambil menarik
kursi dan duduk dengan wajah cemberut dan tangan disilangkan di dadanya..
.
Mereka berdua pun menghela nafas lalu
menenangkan Ve, “Ya wajar sayang kakakmu kayak gitu, lah dia kan mau tampil di
konser? Sabar aja sayang, nanti dia juga lelah sendiri kok” Ujar ayahnya dengan
lembut..
.
“Hmm..” Ve tambah cemberut. “Ve dulu dong
yang jadi prioritas!! Jangan kakak yang gilanya minta ampun!!” Protesnya..
.
“Aduuuhh!! Kalian ini kayak anjing sama kucing
aja, yah? Gak pernah akur” Ucap sang ibu gemas sambil mengacak rambut Ve..
.
~
.
‘BUK.. BUK.. BUK..’
.
“BUKA!! BUKAAA!!” Teriak Ve sambil memukul
pintu kamar kakaknya dengan keras. Tak lama kemudian pun pintu terbuka..
.
“Ada apa lu?”
.
“Ihhh!! Sopan dikit bisa kali, kak?!!
Dasar!!”
.
“Iya deh iya. Ada apa adikku sayang?”
Tanya sang kakak dengan gemas..
.
“Kakak tuh yang ada apa!! Pelanin dikit
main drumnya, Ve lagi belajar!!”
.
“Lah? Mana ada main drum pelan-pelan?
Dimana-mana main drum itu semangat, enerjik, keras, dan masih banyak lagi. Gak
kayak baca buku, buka sana buka sini, guling sana guling sini kayak sosis bakar
aja!!”
.
“Woaaahh!! Mentang-mentang libur kuliah
kakak ngomong kayak gitu. Kayak yang bisa aja kakak baca buku atau belajar!!”
.
“Pengalaman kakak jauh lebih banyak kalau
dibanding lu yang masih duduk di SMA kelas 2. Dah lah, sana belajar lagi, lu!!
Entar kakak pelanin, tapi ya kalau lagunya emang pelan. Kalau gak pelan, ya
belajar aja di rumah temen lu!! Hehehe.. BYE..!!”
.
‘BUK.. CKLEK..’
.
“DASAR KAKAK RESEEE!!” Teriak Ve kesal..
.
~
.
Dan akhirnya Ve pun mengalah pada sang
kakak dan lebih memilih belajar di rumah sahabatnya..
.
Ve menghempaskan dirinya ke atas kasur,
“Huuuhh.. Rese banget kakak gue!! Dasar orang gila, orang stres, orang.. Aaaahh!!
Nyebelin banget tuh cowok!!” Gerutunya..
.
“Ya namanya juga kakak, pasti gitulah di
setiap keluarga, susah akur, Ve. Apalagi kalau lawan jenis. Aaaahh.. lu
ngalamin sendiri gimana rasanya. Lagian gue pikir kak Gani itu sebenernya
sayang sama lu”
.
“Menurut gue sih gak gitu, Nal. Nyebelin
banget tuh kakak!! Rasanya gue pingin pukul tuh muka pake drumnya!! Giliran
ngeganggu, gak mau kalahnya minta ampun. Lah giliran diganggu, malah ngamuk
kayak gajah Lampung aja!!”
.
“Udahlah, namanya juga hubungan adik dan
kakak yang harmonis. Hehehe.. Mending lu lanjut belajar lagi, jangan tiduran di
kasur gue. Kan lu sendiri yang pingin belajar di sini bareng gue?”
.
“Hehehe.. Habis nyaman banget Nal, kalau
kakak gue lagi kumat, ya gue gak bisa tenang. Jiwa dan batin gue!!”
.
Akhirnya Ve pun belajar bersama Kinal yang
menjadi sahabatnya sejak kelas 2 SMP itu, dan beruntung juga mereka karena bisa
satu kelas semenjak itu hingga bangku SMA ini. 2 gadis cantik yang saling
bertolak belakang itu belajar bersama. Jessica Veranda atau kerap dipanggil Ve.
Gadis yang sangat cantik namun sangat pemalu, bahkan sangat sedikit yang bisa
menjadi temannya. Bukan karena Ve sombong, tapi karena sifatnya itu yang
memiliki rasa malu yang belebihan. Namun dia juga sebenarnya akrab dengan semua
murid di kelasnya..
.
Dan Devi Kinal Putri atau Kinal. Gadis
cantik yang berambut sebahu ini memiliki sifat yang terbalik dengan Ve. Dia
enerjik, periang, mudah bergaul, dan pemberani. Benar-benar bertolak belakang
dengan sahabatnya itu, bahkan dia lebih sering mengajak orang berkenalan, tapi
dengan orang tertentu yang menurutnya baik. Dan bisa dibilang juga Kinal itu
adalah ‘apa yang dibutuhkan’ oleh Ve, itu karena Ve tidak bisa mengerjakan banyak
hal sendirian karena sifatnya itu..
.
~
.
“Nona Ve? Apa nona ingin langsung pulang?”
Tanya sang supir pribadi sambil melirik ke arah arah kaca mobil dalam..
.
“Hmm? Mampir dulu ke toko elektronik, yah?
Ve mau beli sesuatu” Ujar Ve yang teringat dengan barang yang dia inginkan.
Saat sampai di toko elektronik, dia pun langsung masuk ke dalam dan mencari
barang yang dia inginkan. Dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan,
yaitu sebuah ponsel keluaran terbaru..
.
“Ahhh.. akhirnya gue bisa juga beli ponsel
pake uang sendiri” Pikirnya senang. Tentu meski dia berasal dari keluarga yang
memiliki uang lebih, tapi dia tidak manja, begitu juga sang kakak. Mereka berdua
selalu menyisihkan uang saku mereka, dan membawa bekal makanan sendiri jika
pergi ke sekolah atau berkumpul bersama sahabat mereka. Bahkan drum yang setiap
hari menganggu Ve adalah hasil jeri payah sang kakak yang bekerja paruh waktu
dan tidak terlalu mengandalkan uang dari orang tua, dan dari itulah Ve
termotivasi dari kakaknya yang baginya menyebalkan itu..
.
Setelah Ve membeli ponsel dengan uang
sakunya sendiri, dia pun segera pulang. Tapi di tengah perjalanan, hujan turun
dengan deras. Bahkan sangat sulit melihat ke depan..
.
“Uhhh.. Kalau aja tadi gue pulang lebih
cepet, pasti gak bakalan kehujanan gini!!” Gerutu Ve kesal..
.
~
.
‘TIIITT.. TIIITT..’
.
Ve yang sedang memainkan ponsel barunya
pun kembali terganggu oleh suara yang membisingkan telinganya. “Ada apa, pak?
Jangan klakson gak jelas dong!!” Protes Ve masih tetap memainkan ponsel
barunya..
.
“Anu nona, tapi.. itu.. ada orang yang
menghalangi jalan masuk rumah” Ujar sang supir. Ve melihat ke depan, dan memang
benar ada seseorang yang terdiam membelakangi mobilnya..
.
Seorang lelaki yang menatap ke arah
rumahnya, tapi dia tidak mau pergi meski sudah di klakson oleh supir Ve
berkali-kali..
.
“Tunggu di sini nona!!”
.
“Ahhh.. Gak usah, pak. Biar Ve yang
urus!!” Entah kenapa mulut Ve berkata seperti itu, tapi dia sendiri tidak
memperdulikannya. Tubuhnya pun bergerak sendiri mengambil payung dan segera
pergi keluar..
.
“Ehh?!! Kok gue keluar mobil sih?!! Kenapa
ini?!!” Pikir Ve bingung. Dia pun akhirnya sampai di dekat orang itu yang
ternyata seorang lelaki yang mungkin memiliki umur yang sama dengannya..
.
“Hei..!! Kamu..!! Apa yang kamu lakukan
disini? Cepat menyingkir, kami ingin masuk!!” Tapi ucapan Ve tidak di respon
oleh lelaki itu, dan dia tetap menatap ke arah rumahnya. Ve melihat wajah
lelaki yang kehujanan itu, “Kosong..?” Gumamnya tanpa sadar. Ya, itulah yang Ve
dapatkan. Dia merasa tatapan lelaki itu benar-benar kosong, seperti tatapan
tanpa tujuan..
.
Ve melambaikan tangannya tepat di hadapan
wajah lelaki itu, tapi tetap tidak ada respon. Dan..
.
‘BUK..’ Tiba-tiba lelaki itu tumbang ke
arah Ve..
.
“A.. APA INI?!! BANGUN!!” Pekik Ve panik..
.
~
.
“Hmm? Ibu gak kenal anak ini, ibu rasa dia
bukan dari daerah sini” Ujar sang ibu bingung. Sekarang lelaki itu sudah
terbaring di ruang tamu rumah Ve, dan masih dalam keadaan pingsan..
.
“Bohong!! Kakak yakin ini pasti pacar lu,
kan? Hayo.. ngaku aja lu, Ve!!” Ujar sang kakak. Dan Ve pun langsung melempar
bantal ke arah wajah sang kakak, tapi langsung dia tangkap..
.
“Udah udah udah, jangan ribut mulu!! Kak?
Kakak urus dia, yah?”
.
“HAH?!! Kenapa harus kakak, ayah?!! Kenapa
gak Ve?!!” Protes sang kakak kesal..
.
“Ya kakak lah yang ngurus!! Kalau dia
cewek, ya udah pasti Ve yang ngurus!!”
.
“Ta---”
.
“Udah sayang, nanti ibu kasih hadiah kalau
kakak mau ngurus” Potong sang ibu cepat sambil tersenyum penuh arti..
.
“Apa, ibu?”
.
“Nanti ibu isi tangki bensin sampe penuh!!”
.
“Yos..!!” Teriaknya dengan semangat..
.
~
.
Akhirnya Gani mau mengurus lelaki yang
memang seumuran dengan adiknya itu. Dia mengambil pakaian dan handuk untuk
mengganti pakaian lelaki itu yang basah kuyup. Dia keringkan tubuh lelaki itu
dengan handuk, lalu dia buka bajunya..
.
“EHK!! KENAPA INI?!!” Pikir Gani terkejut
sekaligus tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Tubuh lelaki itu
penuh luka lebam, cambuk, bahkan ada luka jahitan..
.
“IBU!! AYAH!! VEEE!!” Teriak Gani dengan
lantang..
.
~
.
“Apa maksudnya ini, sayang?”
.
“Ayah pikir dia itu disiksa!!”
.
“KEJAM!!” Pekik Ve sedih. Dia pun lebih
memilih meringkuk pada ibunya..
.
“Kak? Kakak lanjut aja dulu, kalau udah
selesai, panggil kita lagi. Kita rawat dia, dia tidur di kamar tamu” Saran sang
ayah..
.
“Ehh? Gak lapor polisi, ayah?”
.
“Nanti aja, kita gak punya informasi
apa-apa. Bisa-bisa kita kena tuduh melakukan perbudakan, penyiksaan, dan
penganiayaan!!”
.
~
.
Sudah jam 8 malam dan mereka baru selesai
makan malam, Ve pun membawa beberapa makanan untuk lelaki asing dan menyedihkan
itu. Dia masuk ke kamar tamu, tapi lelaki itu masih terbaring..
.
“Hmm.. masih tidur.. Gue tinggal aja makanannya
disini, nanti juga dimakan kayaknya” Pikir Ve. Dia taruh makanan itu di meja
depan kasur dan segera pergi. Tapi hendak dia membuka pintu, dia merasakan ada
gerakan pada kasur itu. Saat dia menoleh, lelaki itu sedang menggeliat dan
meringgis dalam tidurnya..
.
“Dia bangun!!” Pikir Ve senang. Dia dekati
lagi lelaki itu..
.
“Hmm? Tapi kalau dipikir-pikir.. dia..
tampan!!” Pikir Ve malu. Ya seperti itu yang dilihat Ve, tubuh tegap dan
tinggi, dagu runcing, kumis tipis, hidung mancung, dan pipi tirus. Tak sadar,
wajahnya pun merah dan panas ketika menatap terus wajah yang sedang tertidur
sambil meringgis..
.
“Siapa yah na---”
.
“HUAAAA!! HENTIKAAANN!!” Tiba-tiba lelaki
itu bangun dan berteriak kencang. Tentu Ve yang terkejut segera berlari keluar
sambil berteriak memanggil ayahnya..
.
“AYAH!! AYAAAHH!!”
.
“AAAAHH!! SAKIIITT!! HENTIKAAANN!! AKU
MOHON!! AKU AKAN MENJADI ANAK YANG BAIK!!” Teriak lelaki itu sambil menangis
dan seperti berontak menahan sakit..
.
‘BUK..’
.
“VE?!! APA YANG TERJADI?!!”
.
“VE GAK TAU, AYAH!! DIA TIBA-TIBA BANGUN
DAN TERIAK GAK JELAS!!”
.
“AKU MOHON, LEPASKAN AKUUU!! SAKIIITT!!
AKU BERJANJI AKAN MENJADI ANAK YANG BAIK, TAPI HENTIKAN!! SAKIIITT!!”
.
“…..” Lelaki itu berhenti tiba-tiba dan
dia langsung pingsan kembali..
.
“Kenapa, ayah?” Tanya Gani bingung..
.
“Lelaki itu berteriak dalam tidurnya,
sepertinya dia mimpi buruk”
.
“Tadi dia teriak-teriak kayak disiksa,
jadi bener aja kalau dia itu mungkin budak yang kabur dari majikannya!!” Ujar
Ve..
.
“Bingung, dia sama sekali gak punya
identitas. Kita rawat dia beberapa hari!! Setelah normal, kita tanya tentang
kehidupan dia”
.
“Tapi, emangnya gak apa-apa, ayah? Ibu justru
takut sendiri!!”
.
“Udah, gak apa-apa. Lagian ayah yakin dia
anak yang baik kok, sama kayak Ve”
.
“Kalau gitu biar Ve aja yang jaga, kamar
Ve kan yang paling deket. Gak tega juga sih sebenernya kalau minta kakak, harus
bolak-balik lantai 2 sama lantai 1. Ya walau Ve pingin sih kakak kayak gitu,
tapi ini kan tanggung jawab Ve yang bawa masuk dia ke dalam rumah”
.
“Ya udah, kalau ada apa-apa tinggal teriak
aja. Ayah di ruang keluarga kok”
.
~
.
Pagi datang, tidak ada yang janggal di
rumah Ve. Dia masuk ke kamar lelaki itu, dan mendapati lelaki itu sedang duduk.
Dia juga melihat makanan yang dia bawa semalam sudah habis. Perlahan dia
mendekat padanya..
.
“Anu.. Pagi..”
.
“…..” Dia tidak menjawab dan hanya menoleh
ke arah Ve. Dan dia sedikit terkejut terhadap keberadaan Ve, dan Ve justru
lebih terkejut dengan wajah yang sekarang sedang berhadapan dengannya. Wajahnya
benar-benar tampan, tapi itu bukan yang menjadi daya tarik tersendiri..
.
“Matamu.. 2.. warna?!!” Gumam Ve terkejut.
Ya, warna mata lelaki tersebut berbeda. Warna mata kanan hijau, dan kiri biru.
Sungguh unik dan tampan sekali..
.
“Jangankan manusia, hewan yang matanya 2
warna aja gue gak pernah liat!! Ganteng, unik lagi!!” Pikir Ve gemas..
.
“Anu.. Apa kamu bisa bicara?” Tanya Ve
sambil tersenyum..
.
“Mawar..” Itulah kalimat pertama yang di
ucapkan lelaki itu..
.
“Mawar? Bunga, maksudmu?”
.
“Mawar..”
.
“Hmm?”
.
“Mawar..”
.
“Kamu ingin bunga mawar?” Tanya Ve..
.
“Bunga.. mawar..” Ujarnya sambil mengangguk..
.
“Kalau begitu ayo pergi!! Kita beli bunga
mawar untukmu!!” Ajak Ve dengan riang. Padahal dia sendiri seorang yang pemalu,
tapi dia bisa riang seperti itu terhadap lelaki yang baru dia temui kurang dari
24 jam. Dia ulurkan tangannya pada lelaki itu, tapi lelaki itu hanya menatapnya
bingung..
.
“Ayo, pegang tanganku”
.
“Tidak.. boleh..”
.
“Hah? Tidak boleh? Maksudmu?”
.
“Tuan.. Tidak boleh oleh.. tuan..” Ujarnya
sedikit ketakutan..
.
“Jadi bener apa yang ayah bilang, kayaknya
dia itu budak yang kabur!!”
.
“Dimana tuan?” Tanya lelaki itu
kebingungan..
.
“Disini tidak ada tuan, jadi kamu akan
aman sekarang. Disini hanya ada aku, kakakku, ibuku, dan ayahku. Oh ya, namaku
Jessica Veranda, panggil Ve. Namamu siapa?”
.
“Ve.. nama Ve. Aku.. siapa?”
.
“Haaahh.. Susah banget sih!!” Gerutu Ve..
.
“Mmmhh.. budak namaku. Aku budak milik
tuan..”
.
“Ehh?!! Tapi…” Melihat kondisi lelaki itu
yang memprihatinkan membuat Ve bersedih. Bagaimana ada orang yang tega
memperbudak seseorang, padahal sekarang sudah bukan jamannya perbudakan seperti
jaman dulu..
.
“Kamu tidak punya nama, kalau begitu...”
Ve sedikit berpikir. “Kalau begitu namamu adalah.. Hiru. Bagaimana? Kamu suka?”
Lanjut Ve senang..
.
“Hiru? Aku.. Hiru? Kamu.. Ve?” Tanya Hiru.
Ve pun hanya mengangguk senang..
.
“Nah, Hiru? Sekarang kamu itu temanku,
kamu itu sahabatku. Kamu bukan budak siapa-siapa lagi sekarang. Ayo keluar!!”
.
“Hiru.. keluar bersama.. Ve.. Hiru senang
sekali. Hiru bukan budak lagi, Hiru bahagia sekali” Dan untuk pertama kalinya
Ve melihat Hiru tersenyum senang. Dia raih lengan Ve, kemudian dia turun dari
tempat tidur. Ve menggandeng tangan Hiru berjalan menuju keluarganya..
.
~
.
“Wah.. Kamu unik sekali!! Matamu memiliki
2 warna!!” Pekik ibunda Ve terkejut sekaligus kagum..
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Ve teman
Hiru, Ve sahabat Hiru. Hiru bukan budak lagi sekarang!!” Ujar Hiru dengan
senang..
.
“Jadi benar kamu itu bekas budak
seseorang!! Kejam sekali orang itu!!”
.
“Hiru bukan budak lagi” Hiru
mengucapkannya lagi..
.
“Hiru? Kenapa harus Hiru, Ve?”
.
“Iya bu, liat aja matanya. Hijau biru,
jadinya Hiru” Ujar Ve sangat senang..
.
“Kenapa gak ‘Heru’ aja? Hehehe.. Dari
bahasa Sunda, Hejo Biru. Yang artinya juga sama, hijau biru”
.
Ve menjulurkan lidahnya pada sang kakak,
“Ihhh!! Gak pantes tau!! Hiru tuh ganteng, bahkan lebih ganteng Hiru dibanding
kakak yang gila!!” Ledek Ve..
.
“Dasar lu!! Kakak telanjangin juga, lu!!”
.
“IBUUU!!”
.
“Hussshh.. Jaga mulutmu, kak!! Dasar!!”
.
“Hehehe.. Bercanda doang, ibu”
.
“Hiru mau mawar Ve, kan?” Tanya Hiru penuh
harap pada Ve. Ve tersenyum tulus sambil mengangguk..
.
“Ya udah, ibu. Ve mau pergi dulu cari
bunga mawar buat Hiru”
.
“Iya sayang, hati-hati!!”
.
~
.
Akhirnya Ve pun sampai di toko bunga, dan
Hiru terlihat sangat senang sekali di kelilingi bunga yang indah..
.
“Hmm.. Hiru juga ternyata suka bunga,
bagus deh” Gumam Ve..
.
“Ini mawar?” Tanya Hiru sambil menunjuk
salah satu bunga..
.
“Bukan, Hiru. Ini bunga anggrek”
.
“Ini mawar?”
.
“Bukan, ini melati”
.
“Ini mawar?”
.
“Bukan, ini violet”
.
“Ini mawar?”
.
“Bukan, itu tulip. Ahhh!! Kamu tau bunga
mawar tidak?” Tanya Ve bingung pada tingkah Hiru. Dan Hiru pun menggelengkan
kepalanya dengan cepat karena saking semangatnya dia berada di toko bunga..
.
“Ini mawar?” Tanya Hiru sambil tersenyum
polos..
.
“Ahhh!! Gak tahan!!” Pekik Ve..
.
“Ayo Hiru, kita lihat bunga mawar!!” Ajak
Ve sambil menarik tangan Hiru. Sambil berjalan, Hiru pun terus menanyakan bunga
mawar pada semua jenis bunga, tapi Ve tidak menjawab..
.
“Ini mawar?”
.
“Nah, ini yang namanya bunga mawar.
Akhirnya kamu benar juga!!"
.
“Indah, wangi, dan cantik. Sama seperti
Ve!!” Hiru tersenyum bahagia sambil melirik ke arah Ve. Tapi itu malah membuat
Ve malu dan salah tingkah mendapat pujian dan senyuman lelaki tampan itu. Dia
mengalihkan wajahnya..
.
“Anu.. itu.. terima kasih. Mmmhh.. Mbak?
Ini bunga mawar harganya berapa?” Tanya Ve salah tingkah..
.
“Itu 10 ribu pertangkainya, mbak”
.
“Kalau begitu, saya beli 5 tangkai!!”
.
“Baik mbak, tunggu sebentar”
.
~
.
“Bagaimana? Kalian sudah membeli bunga
mawar?”
.
“Udah, ibu. Ve beli 5, masing-masing satu”
.
“Ve itu indah, wangi, dan cantik seperti
bunga mawar. Dan tadi Ve wajahnya merah” Ucap Hiru polos..
.
“Ehh?!!”
.
“Hooo? Kayaknya ada yang jatuh cinta.
Hehehe..”
.
“AAAAHH!!” Ve menarik paksa Hiru menjauh
dari kedua orang tuanya dan masuk ke kamar Hiru..
.
“Kamu itu!! Dasar!!”
.
“Ve kenapa? Hiru salah?” Tanya Hiru
bingung..
.
“Bukang begitu.. tapi.. Aaaahh!!
Lupakan!!” Pekiknya bingung dan malu..
.
“Hiru bahagia!!”
.
“…..” Ve melihat ke arah Hiru yang
tersenyum bahagia. Dia berpikir jika baru kali ini Hiru mendapatkan kebahagian,
untuk sebelumnya Ve yakin kehidupan Hiru penuh penderitaan yang tidak pernah
terbayangkan oleh Ve. Ve membalas senyum pada Hiru, hatinya sangat damai sekali
melihat lelaki tampan namun polos itu. “Iya, Hiru. Ve juga bahagia!!” Tambah Ve
sambil mengusap kepala Hiru..
.
***
.
“Ve mau pergi kemana?”
.
“Ve harus sekolah, Hiru. Hiru tunggu di
rumah temani ayah dan ibu, yah?”
.
“Sekolah.. Hiru boleh sekolah?”
.
“Hmm? Umur Hiru berapa?”
.
“18 tahun”
.
“Heee? Umur Ve 17 tahun, lebih tua 1
tahun”
.
“Jadi boleh?”
.
“Kalau untuk sekarang, Hiru sebenarnya
tidak boleh sekolah. Tanggung, sebentar lagi kelulusan” Ujar Ve sedih..
.
“Hiru tidak bisa sekolah?” Tanya Hiru
murung..
.
“Bisa, tapi mungkin akan ada di kelas 10,
sedangkan Ve di kelas 12, dan itu harus tunggu beberapa bulan sampai kelulusan”
.
“Hiru mau sekolah”
.
“Hmm..” Ve tersenyum senang. “Nanti Ve
minta pada ayah dan ibu supaya kamu bisa sekolah seperti Ve, mau?” Tanya Ve
mencoba menyenangkan hati Hiru. Dan Hiru hanya mengangguk semangat..
.
“Ya sudah, Ve pergi dulu. Kamu disini jaga
ibu dan ayah, bantu mereka, yah?” Tanya Ve, dan Hiru kembali mengangguk..
.
~
.
“Lu siap buat ujian hari ini, Ve?”
.
“Ya pasti gue siap dong, gue semangat
banget hari ini!! Hehehe..”
.
“Hooo? Baru pacaran, yah?” Goda Kinal..
.
“Ehh? Mana ada!! Ngawur lu!! Udahlah, gue
mau belajar dulu sampai detik-detik sebelum dibaginya LJK..!!”
.
“Lari dari pembicaraan, kayaknya bener nih
baru pacaran!!”
.
Akhirya ujian pun dilaksanakan dengan
lancar. Ujian dengan mata pelajaran B.Indonesia sukses Ve kerjakan dengan penuh
semangat dan mudahnya..
.
“Ve? Pulang sekolah beli es krim, yuk?”
.
“Es krim? Hmm.. Boleh lah, gue juga mau
beli jajanan yang lain buat nanti di rumah” Ve teringat Hiru yang sedang
menunggunya di rumah. Mungkin jika Hiru bersikap baik dan ramah, Ve akan
memberikan sedikit hadiah untuk Hiru..
.
Saat Ve dan Kinal berjalan keluar sekolah..
.
“Hati-hati yah? Ada orang gila yang diem
terus di tengah gerbang utama dari pagi!!”
.
“Berarti gue harus jalan lewat gerbang
lain!!”
.
“Lu denger, Nal?”
.
“Iya, kata mereka ada orang gila di
gerbang utama!!” Ujar Kinal..
.
“Lewat gerbang lain, yuk!! Gue takut!!”
.
“Udah, gak apa-apa Ve. Kan ada gue?
Hehehe.. Lagian gue juga pingin liat!!”
.
“Ayolah Nal, lewat gerbang lain!!”
.
“Ya udah, lewat gerbang lain. Tapi kita
harus liat orang itu dulu!!”
.
“Iya deh iya!!” Ujar Ve pasrah ketika sahabatnya
bersikeras untuk melihat orang gila yang menurut mulut murid lain terus diam
berdiri di tengah gerbang..
.
~
.
“!!!!!”
.
“HIRU!!?” Teriak Ve bingung ketika
ternyata orang gila yang di maksud murid lain adalah Hiru..
.
“Ve.. Hiru datang ke sekolah!!” Balas Hiru
senang..
.
“Lu kenal orang gila itu?” Tanya Kinal
bingung. Tapi Ve mengacuhkan pertanyaan Kinal dan berlari cepat ke arah Hiru..
.
“Hiru datang ke sekolah”
.
“Iya, tapi.. apa yang kamu lakukan disini,
Hiru? Bagaimana kamu tau sekolah ini?”
.
“Hiru lihat Ve menaiki tangga bersama
orang lain”
.
“Ehh? Hiru ngikutin gue semenjak gue
pergi? Kok bisa? Kan gue naik mobil? Harusnya ketinggalan” Pikir Ve bingung..
.
“Kamu ikuti aku sejak pergi dari rumah?”
Tanya Ve heran, dan Hiru pun hanya mengangguk..
.
“Tapi---”
.
“Woaaahh!! Gantengnya!!” Ceplos Kinal
tiba-tiba. “Matanya.. 2 warna!! Hijau
dan biru!!” Lanjutnya kagum..
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Ve itu
indah, wangi, dan cantik seperti bunga mawar. Dan Ve malu!!” Hiru mengucapkan kalimat
itu lagi untuk Kinal..
.
“Ehh?!!”
.
“Hehehe.. Pantes aja lu semangat, lu
pacaran sama cowok ganteng gini!! Mana warna matanya hijau sama biru!! Ve? Gue
iri banget!!” Goda Kinal..
.
“AAAAHH!! KALIAN BERDUA!!” Teriak Ve malu
dan kesal. Dia tarik lengan Hiru dan berlari menjauh dari Kinal, sedangkan Kinal
pun hanya melambaikan tangan sambil tersenyum..
.
“Ya udah, lu beli es krim-nya sama Hiru
aja, Ve!! Besok aja kita beli bareng!!”
.
~
.
“Kami pulang!!”
.
“Hmm? Kami pulang!!” Tambah Hiru mengikuti
ucapan Ve..
.
“Lah? Hiru? Darimana aja kamu?”
.
“Hiru ada di sekolah bu, dia ikuti Ve dari
pagi dan dia diem aja berdiri di tengah gerbang!!”
.
“Heeee? Pantes aja kamu gak ada di rumah,
ternyata kamu ikuti Ve?”
.
“Hiru ke sekolah, Hiru mau sekolah”
.
“Ohhh.. Pantes aja kamu nekat kayak gitu,
ternyata kamu mau sekolah, yah? Iya, nanti ibu dan ayah masukan kamu ke sekolah
yang sama seperti Ve. Mau?”
.
“Hiru harus tunggu kelulusan” Ujar Hiru..
.
“Hmm? Iya juga sih. Ya sudah, kenaikan ibu
dan ayah akan daftarkan kamu ke sekolah”
.
“Terima kasih ibu, Hiru bahagia sekali!!”
.
~
.
Ve sebenarnya bingung dengan sifat dan
tingkah Hiru, dia merasa jika Hiru tidak pernah menjalani kehidupan normal.
Yang Hiru lakukan hanya mengulang beberapa kata yang di ucapkannya sebelumnya
atau yang di ucapkan orang lain padanya..
.
“Kamu pernah baca buku?”
.
“Buku?”
.
“Haaahh.. Kalau gini jadinya, ya Hiru
harusnya masuk TK dulu!!” Pikir Ve jengkel..
.
“Ini namanya buku” Ujar Ve sambil
memperlihatkan bukunya. “Kamu harus belajar membaca dari buku, kamu harus
pintar. Mengerti?” Lanjut Ve. Dan Hiru pun hanya mengangguk mengerti sambil
menerima buku pemberian Ve itu..
.
Dan tanpa diduga oleh Ve, ternyata Hiru
sangat mahir membaca dan juga sangat cepat. Dia tidak percaya jika Hiru dapat
membaca dengan lancar dan cepat seperti itu, padahal beberapa hari sebelumnya
yang dia lakukan hanyalah mengulang beberapa kata meski terkadang ada beberapa
kata yang sesuai dengan obrolan mereka..
.
“Ve tidak percaya Hiru bisa membaca
sehebat itu!! Ve pikir kamu tidak bisa membaca!!”
.
“Hiru pinta membaca, dan Hiru bisa
membaca. Hiru tidak tau buku” Ujarnya..
.
“Ahhh.. Kamu ini selalu menggunakan kosa
kata yang aneh, tetapi tetap sesuai dengan obrolan. Aneh sekali kamu!!”
.
***
.
Selama Hiru berada di rumah Ve, dia pun
melakukan banyak hal yang sebenarnya tidak pernah terpikirkan oleh Ve dan
keluarganya. Tau bahwa Hiru pintar bicara, cekatan, serba bisa, penurut, sopan,
dan masih banyak lagi. Mereka yang awalnya akan mencari identitas Hiru yang
sebenarnya pun tidak mereka lakukan karena mereka tidak ingin kepergian orang
baru yang unik itu..
.
Tapi tetap saja perilakunya sama seperti
sebelumnya, terkadang tidak pernah sesuai dengan obrolan, selalu menggunakan
kosa kata yang sedikit aneh dan sering mengulang kalimat. Tapi tidak dapat
mereka sangkal lagi jika Hiru sebenarnya anak yang benar-benar cerdas. Mereka
berpikir Hiru seperti itu karena tekanan mental Hiru yang selalu di tindas oleh
seseorang hingga menganggap dirinya sendiri seorang budak..
.
“Jadi.. kamu itu pacarnya Ve?” Goda Kinal
pada Hiru..
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve”
.
“Kau ini.. sepertinya kau hanya bisa
mengulang kalimat sebelumnya, yah?”
.
“Udahlah Nal, lu jangan goda Hiru mulu”
.
“Cemburu yah? Hehehe..”
.
“Uhhh!! Rese lu!! Sama kayak kakak gue!!”
.
“Nah, Hiru? Kamu tinggal dimana?”
.
“Hiru tinggal di rumah Ve”
.
“APA?!!”
.
“Jadi.. selama ini.. cowok ini satu atap..
sama lu?!!” Tanya Kinal terbata-bata..
.
“Iya, Devi Kinal Putri. Gue tinggal satu
rumah sama Hiru, puas lu? Hehehe..”
.
“Menang banyak lu!! Pasti lu setiap malem
tidur di kamar Hiru, yah? Hehehe..”
.
“Woi!! Jangan lu cemari otak Hiru sama
sifat mesum lu!!” Protes Ve..
.
“Syal..”
.
“Ya biarlah, Ve. Supaya dia nantinya ganas
kalau main. Hehehe..”
.
“Syal..”
.
“Ahhh!! Lu!! Masih juga kelas 11, tapi
otak lu udah mesum banget!!”
.
“Syal..”
.
“Kamu kenapa, Hiru?”
.
“Syal?”
.
“Hmm? Kamu ingin Syal?” Tanya Ve, dan Hiru
mengangguk..
.
“Ya sudah, kita beli sekarang” Hibur Ve.
“Lu mau ikut, Nal?” Tanya Ve pada Kinal..
.
“Gak deh, gue gak mau jadi PHO. Lu
mesra-mesraan aja berdua sambil jalan-jalan”
.
“Udah gue bilang gue bukan pacar Hiru!!”
Protes Ve sambil memukul Kinal..
.
“Lah? Siapa yang bilang lu pacar Hiru? Gue
kan gak bilang? Gue cuman bilang ‘mesra-mesraan’ doang ke lu. Lu GR mulu, salah
tangkap deh jadinya. Hehehe.. Udah deh Ve, ngaku aja kalau lu pacar Hiru”
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve”
.
“Woi!! Gue udah tau itu!!” Gerutu Kinal..
.
“Ahhh!! Dasar lu!! Ayo Hiru, kita pergi!!”
.
~
.
“Kinal itu nyebelin banget, yah?”
.
“Kinal itu genit”
.
“Ya, Ve setuju sama Hiru kalau Kinal itu
genit!!”
.
Mereka berdua berjalan menelusuri para
penjual barang di sisi jalan, banyak yang berjualan, tapi itu sama sekali tidak
mengalihkan perhatian Hiru. Dia terus saja berjalan hanya untuk mencari penjual
syal..
.
“Kamu ini.. Apa kamu tau kamu mau pergi
kemana?”
.
“Hiru ingin syal”
.
“Haaahh.. Ayo ikut Ve, biar Ve yang bawa
Hiru” Ve menari lengan Hiru dan berjalan di depannya. Setelah berjalan cukup
lama, akhirnya mereka menemukan penjual syal. Dan Hiru kembali menunjukan wajah
yang sama ketika dia datang ke toko bunga..
.
“Kamu tidak usah seperti itu, Hiru. Ini
sudah biasa. Jadi, pilih syal yang kamu suka”
.
“Hiru bahagia sekali!!” Hiru pun mencari
syal yang dia inginkan. Hingga akhirnya dia menemukan syal dengan motif mawar
merah dan api..
.
“Hmm? Sepertinya kamu sangat suka sekali
dengan sesuatu yang berbau mawar”
.
“Berbau mawar?” Tanya Hiru bingung. Dia
hirup syal pilihannya, “Tidak bau mawar, lagipula mawar itu wangi, bukan bau!!”
Ucap Hiru polos..
.
“Kau ini..!!” Gemas Ve mencoba menahan
emosinya. “Huuuhh.. Maksudnya berbau bukan seperti itu, Hiru. Maksudnya adalah
sesuatu yang berhubungan dengan mawar, mulai dari gambar, wangi, bentuk, dan
nama”
.
“Hmm.. Hiru mengerti sekarang”
.
“Susah banget kalau ngomong sama Hiru.
Pinter sih, tapi pemilihan dan pengartian kosa katanya yang buat gue pusing”
Pikir Ve. Tapi dia melihat Hiru yang sangat bahagia bisa mendapatkan syal yang
dia inginkan, ada kebahagian tersendiri dalam diri Ve ketika berhasil membuat
Hiru tersenyum atau bahagia. “Tapi gak di pungkiri kalau gue juga sebenernya
bahagia bisa sama Hiru” Pikirnya lagi..
.
~
.
Ve dan Hiru pun menghabiskan waktunya
bersama, mereka berjalan kesana kemari melihat dan membeli beberapa barang yang
menarik. Tertawa bersama sambil bercanda, seperti bukan Ve saja yang biasanya
sangat pemalu dan pendiam..
.
“Ve senang?” Tanya Hiru, dan Ve pun
mengangguk tersenyum. “Hiru juga senang” Lanjut Hiru..
.
“!!!!!”
.
“Hiru ingin---”
.
“Ayo Hiru, kita pergi dari sini!!” Ve
merasa sangat takut ketika menyadari ada 4 orang yang berpakaian preman sedang
berdiam di depan mereka, apalagi mereka semua menatap tajam ke arah Ve..
.
“Kenapa?”
.
“Ve takut!! Ayo pergi saja dari sini!!
Kita kembali ke belakang!!” Ve dan Hiru pun berbalik, tapi kembali ada 2 preman
yang menatap tajam ke arah dirinya. Dia lihat ke belakang, preman itu sedang
berjalan ke arahnya..
.
“Cantik, wangi, indah. Benar-benar harta
yang sangat berharga!!” Ujar salah satu dari mereka..
.
“!!!!!”
.
“Hmm? Mereka kenapa, Ve?”
.
“Tangkap mereka!!”
.
“TOLOOONG!!” Teriak Ve, namun suaranya
yang kecil tidak dapat menolong banyak. Semua preman itu berlari ke arah Ve dan
Hiru. 2 preman menangkap dan menjauhkan Hiru dari Ve, sisanya menangkap Ve..
.
‘BUK..’ Hiru mendapatkat tonjokan kuat di
pipinya..
.
“Wow!! Manusia langka dengan 2 warna mata,
unik sekali!!”
.
“Sudahlah kau, jangan banyak kagum pada
dia. Kau!! Serahkan seluruh harta kalian!!”
.
“Harta?” Gumam Hiru..
.
“HIRUUU!! TOLONG VEEE!! KYAAA!!”
.
“Cepat serahkan seluruh hartamua, bocah!!”
.
‘BUK.. BUK..’ Hiru kembali dihantam dan
ditendang oleh preman itu hingga terlempar ke belakang..
.
“Ve..” Gumamnya sambil mengikat syal yang
cukup panjang itu pada kepalanya..
.
‘SRRT..’
.
“Bocah bodoh!! Cepat berikan!!” Teriak
preman itu sambil melayangkan pukulannya pada Hiru..
.
‘TAPS.. BUK.. BUK..’ Tapi dengan cepat
Hiru menangkap tangan preman itu, lalu dia tendang dengan kuat preman itu
hingga bertabrakan dengan preman di belakangnya..
.
“Aku tidak akan memberikan Ve pada
kalian!! Ve adalah harta paling berharga yang aku miliki!!”
.
“HIRU!!?” Lirih Ve yang terpesona dengan
sosok Hiru yang jauh lebih tampan ketika menggunakan syal..
.
“Serang bocah itu!!” lalu 2 orang pun
berlari ke arah Hiru..
.
‘BUK.. BUK..’ Hiru dengan mudahnya
menangkis serangan mereka dan melakukan penyerangan pada mereka. Cukup beberapa
pukulan saja mereka sudah tumbang..
.
“KABUUURR!!” Teriak preman yang memegangi
Ve. Lalu 2 preman yang tersisa pun lari terbirit-birit, tapi Hiru tidak tinggal
diam. Dengan cepat dia berlari mengejar 2 preman yang tersisa, dan dengan
mudahnya juga mereka berdua dikalahkan oleh Hiru..
.
“Ve adalah harta berhargaku, tidak akan
aku berikan pada siapapun selain keluarganya!! Ingat itu, preman!!” Tegas Hiru.
Hiru pun berjalan ke arah Ve yang masih menatapnya dengan kagum, dia lepaskan
syalnya..
.
“Ve tidak apa-apa?” Ve masih terpaku kagum
pada sosok Hiru yang sebelumnya. Jauh lebih gagah, tegas, dan yang tidak Ve
perkirakan adalah hebat dalam bertarung. Dia pun menggelengkan kepalanya. Tapi
setelah syal itu di lepas, kepribadian Hiru pun kembali seperti semula..
.
“Hiru.. tadi itu kamu, kan?”
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Dan Ve
adalah harta yang paling berharga untuk Hiru!!” Kembali tidak sama jawaban Hiru
dengan pertanyaan dari Ve. Akhirnya Ve tersadar dari lamunan kekagumannya..
.
“Hiru..”
.
“Iya, Ve?”
.
“Terima kasih banyak”
.
“Tidak, Ve. Terima kasih banyak”
.
“Ayo pulang, Hiru”
.
“Hmm..” Jawab Hiru mengangguk..
.
~
.
“Kamu hebat, Hiru. Kami bangga karena bisa
bertemu denganmu. Kami tidak bisa membayangkan jika kamu tidak ada di samping
Ve saat itu!!”
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Dan Ve
adalah harta yang paling berharga untuk Hiru”
.
“Kamu itu jawabannya selalu tidak sesuai
dengan pertanyaan, tapi kami tau isi dari jawaban anehmu itu!!” Ujar ayah Ve
senang..
.
“Kau sudah menolong adikku, terimalah
tanda terima kasih dari kakaknya. Ayo ikut aku!!”
.
“Kemana?”
.
“Ke kamarku, kita bermain drum di sana.
Dan akan aku ajari kau bermain drum!!”
.
“GAK BOLEH!! HIRU JANGAN KAKAK CEMARI PAKE
MUSIK YANG GAK JELAS KAYAK GITU!!” Tolak Ve sambil menarik Hiru..
.
“?????”
.
“Dia itu cowok, dan cowok itu keren kalau
main drum. Daripada baca buku, mending main drum. Setuju gak?”
.
“Ve adalah harta yang paling berharga
untuk Hiru”
.
“Woi!! Lu itu robot, yah?” Tanya Gani
jengkel..
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve”
.
“Aaaahh!! Gak tahan!! Ambil aja Hiru,
kakak gak butuh robot manusia!!” Gerutu Gani kesal sambil pergi meninggalkan
mereka semua. Sedangkan Ve pun hanya bisa tersenyum penuh kemenangan setelah
mengalahkan kakaknya..
.
~
.
‘TOK.. TOK.. TOK..’
.
“Hiru? Ve boleh masuk?” Tanya Ve dari
balik pintu..
.
“Iya, Ve” Jawab Hiru. Ve membuka pintu dan
masuk, lalu menutupnya lagi. Dia lihat Hiru sedang duduk di tepian kasur sambil
memainkan syal barunya itu, dan Ve pun duduk di sampingnya..
.
“Kamu kenapa, Hiru?”
.
“Hiru senang sekali, Ve!!”
.
“Karena syal itu?”
.
“Iya!!”
.
“Hmm.. Baguslah kalau kamu senang, Ve pun
akan ikut senang. Oh ya, Ve boleh tanya sesuatu?”
.
“Boleh”
.
“Mmmhh.. Maaf lancang, yah, Hiru? Tapi..
apa Hiru punya hubungan sama sebuah syal? Hubungan sebelumnya yang membuat Hiru
berubah”
.
“Hubungan? Berubah? Hirut tidak berubah.
Hiru adalah Hiru, teman dan sahabat Ve”
.
“Iya, Ve tau itu. Tapi bukan itu
maksudnya. Tapi.. apa Hiru punya kenangan dengan sebuah syal? Atau bunga
mawar?”
.
“Oh ya, Hiru mengerti sekarang. Dulu Hiru
ingin sekali syal, tapi tuan tidak memberikannya pada Hiru. Hiru juga ingin
melihat bunga mawar dan ingin bunga mawar, tapi itu juga dilarang oleh tuan.
Tapi keinginan Hiru tidak Hiru hilangkan, dan Hiru percaya jika suatu hari
nanti tuan akan mengabulkan keinginan Hiru itu!!” Jelas Hiru..
.
“Ehh? Memangnya tuan Hiru orangnya seperti
apa? Kalau Ve boleh tau, beritahu Ve bisa?”
.
“Bisa..!!”
.
“Apa itu tidak apa-apa? Ve tidak memaksa
Hiru”
.
“Tidak apa-apa. Itu karena sekarang Hiru
teman Ve, Hiru sahabat Ve. Dan Ve adalah harta yang paling berharga untuk Hiru”
.
“Tuan itu orangnya baik dan juga jahat.
Kalau baik, Hiru selalu diberi makan, minum, jalan-jalan, atau yang lainnya.
Tapi kalau tuan jadi jahat, tuan selalu pukul Hiru, cambuk Hiru, dan lain-lain.
Tapi Hiru tetap sayang tuan, karena tuan adalah orang yang sudah menyelamatkan
hidup Hiru!!”
.
“!!!!!” Ve terhenyak mendengar kisah
singkat Hiru yang menyedihkan itu..
.
“Baik dikasih makan, minum, atau
jalan-jalan?!! Itu mah biasa dan semua orang harus dapat hal kayak gitu!! Kalau
jadi jahat, Hiru dihukum?!! Gak punya rasa kemanusiaan yah?!!” Pikir Ve kesal
dan sedih. Dia lihat Hiru yang kembali fokus dengan syal, tanpa dia sadari, air
matanya pun mengalir. Dia tidak bisa membayangkan kehidupan Hiru sebelum
bertemu dengannya, kehidupan yang menyakitkan dan penuh siksaan..
.
“Oh.. iya. Tuan Hiru kalau jadi baik atau
jahat, apa ada penyebabnya?”
.
“Iya. Kalau Hiru berhasil menang bertarung
dengan orang lain, tuan akan baik. Tapi jika Hiru kalah, tuan akan jahat pada
Hiru”
.
“JADI.. HIRU ITU BUDAK YANG DI MANFAATIN
BUAT PERKELAHIAN?!! JUDI PERBUDAKAN?!!”
.
“Jadi.. luka yang ada di tubuh Hiru itu…”
Ujar Ve tidak selesai..
.
“Ya, itu karena tuan”
.
“Tapi kenapa Ve lihat ada luka bekas
jahitan?!!”
.
“Itu yah? Itu adalah luka bekas sobek
sebelumnya sewaktu Hiru bertarung dengan orang lain, tapi Hiru menang. Dan Hiru
dapat hadiah dari tuan”
.
“KEJAM!! KEJAM BANGET!! GUE.. GUE GAK..
TAHAN!!” Pikir Ve terlalu sedih..
.
“Oh ya, Hiru? Kenapa Hiru bisa ada disini?
Kenapa Hiru bisa sampai di depan rumah Ve?”
.
“Hmm.. Biar Hiru ingat. Itu...” Hiru
berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Ve, lalu, “Tidak, Ve. Hiru tidak
ingat. Maafkan Hiru, Ve”
.
Dia mendekat pada Hiru, kemudian
memeluknya dengan lembut..
.
“Hmm.. Tidak apa-apa Hiru, Ve tidak
memaksa. Dan sekarang Hiru tidak usah khawatir lagi!! Hiru aman bersama Ve, Ve
sayang Hiru!!”
.
“Ya, Hiru pun sama. Hiru sayang Ve. Hiru
teman Ve, Hiru sahabat Ve. Dan Ve adalah harta yang paling berharga untuk Hiru.
Dan Ve? Hiru hangat dan nyaman”
.
“Ehh? Apa Hiru belum pernah merasakan
pelukan seperti ini?” Tanya Ve terkejut sambil melirik Hiru, dan Hiru pun hanya
menggelengkan kepala saja..
.
“Hmm.. Ya sudah, ini namanya pelukan.
Memang hangat dan nyaman, ini adalah salah satu obat”
.
“Obat? Apa Hiru bisa mendapatkannya di
toko obat?”
.
“HAHAHA!! Kamu ini benar-benar polos, yah?
Tentu saja tidak akan, Hiru. Obat ini hanya bisa didapatkan dari orang yang
disayangi” Jelas Ve sambil mempererat pelukannya pada Hiru. Dengan naluriah,
Hiru pun menggerakan tangannya ke belakang Ve ddan mulai menempelkannya. Dia
dengan canggung mencoba membalas pelukan Ve..
.
“Hiru mengerti. Hiru sayang Ve, Ve sayang
Hiru. Jadi Hiru dapat obat ini, benar kan?”
.
“Ya!! Kamu benar, Hiru!!”
.
***
.
Dan akhirnya hari yang Hiru dambakan tiba,
hari dimana dia bisa bersekolah sama seperti Ve. Dia duduk di kelas 10 meskipun
usianya sudah 18 tahun, dan Ve duduk di kelas 12. Dan berita tentang ‘keunikan’
Hiru pun langsung tersebar, para siswa maupun guru yang sudah bertemu atau
belum mengetahui sosok Hiru. Tentu saja, mereka berpikir jika mungkin saja Hiru
adalah satu-satunya manusia di dunia ini yang memiliki warna mata yang berbeda
satu dengan yang lainnya. Sungguh unik sekali..
.
Hiru pun sudah berubah menjadi anak normal
seumurannya berkat bimbingan keluarga Ve. Seolah menjadi artis yang mengalahkan
artis sebelumnya, Hiru pun membuka lembaran baru kehidupannya di sekolah itu
bersama keluarga Ve yang baik hati..
.
“Sekarang aku mempunyai tujuan, yaitu melindungi
Ve dan keluarganya. Karena mereka adalah harta yang paling berharga untukku!!”
Pikir Hiru dengan semangat..
.
~
.
“Bagaimana kelasmu, Hiru?”
.
“Menyenangkan sekali, Ve. Hiru tidak
pernah merasakan senang yang seperti itu ketika bertemu banyak orang dan mereka
ingin berteman dengan Hiru” Tapi sebenarnya logat khasnya dengan memanggil
namanya sendiri ketika mengobrol tidak dia hilangkan untuk orang tertentu,
khususnya Ve. Meski dia sudah belajar cara berbicara normal, tapi tetap saja
cara bicaranya yang sebelumnya tetap di pakai pada Ve dan keluarganya..
.
“Hiru senang mendapatkan banyak teman?
Hiru senang mengobrol bersama mereka?” Tanya Ve. Hiru mengangguk semangat..
.
“Itu semua berkat Ve yang sudah mendukung,
membantu, dan mengajarkan Hiru!!”
.
“Hmm.. Kamu terlalu berlebihan, Hiru. Ve
melakukan itu karena Ve sayang Hiru. Dan Hiru pun sayang juga pada Ve, kan?”
Tanya Ve..
.
“Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Ve adalah
harta yang paling berharga untuk Hiru. Dan Hiru sayang Ve selamanya!!”
.
“Heee? Kayaknya ada yang lagi di mabuk
cinta nih. Cinta kakak kelas dan adik kelas!!”
.
“Gue denger itu, Nal!!”
.
“HAHAHA!! Hiru? Kau sudah jadi artis, kau
tau itu kan?”
.
“Ya, aku tau itu. Aku sangat terkejut
sekali”
.
“Hmm? Sepertinya gaya bicaramu berubah
pada orang tertentu, kan?”
.
“Ya, memang seperti itu”
.
“Hebat sekali kau, atau mungkin aneh
sekali kau. Tapi meskipun begitu, banyak yang menjadi penggemarmu, Hiru”
.
“Entahlah, aku merasa seperti artis, tapi
aku bukan artis. Aku tidak tau apa yang harus dilakukan” Ujar Hiru bingung. Dia
melirik pada Ve, “Ve? Apa yang harus Hiru lakukan sekarang?” Tanya Hiru pada
Ve..
.
“Ya Hiru tau sendiri, bukan? Hal pertama
untuk bisa mendapatkan tempat adalah bersikap ramah pada siapapun yang menurut
Hiru baik. Jika mereka menyapa, balas sapa mereka. Jika mereka meminta bantuan,
tolong mereka. Dan lain-lain” Jelas Ve. “Bukannya Ve sudah menjelaskannya pada
Hiru?” Tanya Ve bingung..
.
“Oh iya, Hiru ingat. Hiru belajar di kamar
Ve, dan Ve mengajari Hiru dengan semangat dan senang” Jelas Hiru..
.
“Ok, gue cap kalau Hiru itu orang yang
aneh” Bisik Kinal pada Ve, sedangkan Ve pun hanya mengangguk kecil..
.
~
.
“Hiru? Apa Hiru ingin jalan-jalan dulu
bersama Ve?”
.
“Kemana?”
.
“Kita pergi ke taman”
.
“Taman yang sama saat Ve terancam?”
.
“Bukan, di kota ini ada banyak sekali
taman, Hiru. Ve ingin Hiru bermain kesana bersama Ve. Mau?”
.
“Woaaahh!! Ya, Hiru mau!!”
.
~
Akhirnya mereka pun sampai di taman kota
yang indah, banyak pengunjung disini. Mereka berjalan menyusuri jalur yang
disediakan, mereka juga membeli beberapa makanan ringan dan memakannya bersama
sambil bercanda tawa. Danau buatan kecil yang bersih mereka kelilingi beberapa
kali tanpa bosan, hingga akhirnya mereka duduk di salah satu kursi yang
disediakan..
.
“Hei, Hiru. Apa Hiru tidak merindukan
tuan? Apa Hiru tidak ingin pulang?”
.
“Tidak, Ve. Hiru sudah pulang. Tempat Hiru
pulang adalah rumah Ve, jika boleh”
.
“Hmm.. Kamu ini, yah. Tentu saja boleh,
rumah Ve adalah rumah Hiru juga sekarang. Sekarang ini Hiru adalah keluarga Ve,
Ve tidak akan membiarkan Hiru bersedih dan ketakutan. Ve akan melindungi Hiru!!”
.
“Hiru pun tidak akan membiarkan Ve
ketakutan dan bersedih, itu karena Ve adalah harta yang paling berharga untuk
Hiru”
.
“Hei, Hiru. Bisa kamu hentikan kalimat
itu? Apa kamu tidak bisa menghentikan kebiasaanmu mengulang kalimat yang sama?”
Tanya Ve bingung..
.
“Kenapa? Ve tidak suka Hiru berbicara seperti
itu?” Tanya Hiru murung..
.
“HAHAHA!! Bercanda, Hiru. Tenang saja,
berapa kali pun Hiru mengucapkannya pada Ve, Ve tidak akan pernah bosan
mendengarnya” Ucap Ve senang..
.
“Hiru baru pertama kali pergi ke taman,
Hiru sangat senang sekali. Tuan tidak pernah mengajak Hiru jalan santai seperti
ini. Sebenarnya ada banyak sekali hal yang ingin Hiru lakukan, semua itu Hiru
tau dari pembicaraan tuan atau orang lain. Tapi Hiru tidak berani memintanya
pada tuan karena takut marah pada Hiru”
.
“Sudah Ve bilang, kan? Hiru tidak perlu
takut lagi oleh tuan, Hiru akan bahagia jika bersama Ve. Ve akan selalu berada
di samping Hiru apapun yang terjadi”
.
“Janji, Ve?” Tanya Hiru sambil mengangkat
kelingking jarinya..
.
Ve tersenyum sambil mengaitkan jari
kelingkingnya pada jari kelingking Hiru sambil berkata, “Ve janji, Hiru”
.
“Kalau begitu Hiru juga akan berjanji akan
selalu berada di samping Ve, apapun yang terjadi. Karena Hiru teman Ve, Hiru
sahabat Ve. Dan Ve adalah harta yang paling berharga untuk Hiru”
.
“Uhhh.. Sudah berapa kali yah kamu
berbicara itu pada orang lain semenjak pertama kalinya kamu bangun? Hehehe..”
.
“Entahlah, Hiru tidak pernah
menghitungnya” Ucapnya polos. Benar-benar tingkah yang membuat Ve gemas,
padahal Hiru 1 tahun lebih tua dibanding Ve. Tapi Ve sendiri sangat senang
meski tingkah Hiru yang seperti sebuah robot, namun pintar. Ini juga menjadi
tantangan tersendiri untuk Ve untuk mencoba mengubah kebiasaan Hiru itu, tapi
dalam lubuk hati pun dia tidak ingin merubah sesuatu yang sangat unik ini.
‘biarlah seperti air yang mengalir’, mungkin itu yang Ve pikirkan. Mengikuti
arus kehidupannya dan kehidupan Hiru yang unik dan berbeda itu..
.
~
.
Saat sedang di dalam mobil, tidzzak
biasanya Hiru bertingkah aneh. Dia terus memandangi syalnya yang terikat di
pergelangan tangannya dengan tatapan kosong, itu belum pernah Ve lihat. Membuat
Ve sedikit tertarik dengan kelakuan aneh Hiru, padahal baru saja mereka berdua
bersenang-senang di taman..
.
“Hiru? Kamu kenapa?” Tanya Ve, tapi Hiru
tidak menjawab. Dia terus mencoba memanggil Hiru tanpa menyentuhnya, tapi tetap
saja tidak ada respon. Dia pun mencoba menyentuh pundak Hiru, dan seketika Hiru
tersentak kaget dari lamunannya..
.
“Kamu kenapa, Hiru?!!”
.
“Ahhh? Ve? Tidak, Hiru tidak apa-apa. Hiru
hanya melamun saja!!”
.
“Benar Hiru tidak apa-apa?”
.
“Mmmhh.. Iya, Ve. Percaya pada Hiru”
.
“Baiklah” Baru saja Ve tinggal mengobrol
sebentar, Hiru sudah kembali seperti tadi, memandangi syal di pergelangan
tangannya dengan tatapan kosong..
.
‘BUK..’ Ve menepuk pelan pundak Hiru..
.
“HUAAA!!” Teriak Hiru tiba-tiba..
.
“KYAAA!!” Dan Ve pun ikut berteriak ketika
terkejut dengan teriakan Hiru itu..
.
“ADA APA DI BELAKANG SANA, NONA?!!”
.
“Hiru?!! Ada apa?!! Apa yang kamu
pikirkan?!! Beritahu Ve sekarang juga!!” Tegas Ve..
.
“Anu.. Ve.. itu.. baiklah, akan Hiru
beritahu. Sebenarnya Hiru merasa tidak enak badan”
.
“Hmm?” Ve memegang kening Hiru,
“Sepertinya kamu demam, kening kamu panas” Ucapnya. Dia sentuh leher Hiru,
“Benar, Hiru sepertinya terkena demam. Sampai rumah, kamu harus minum obat,
ok?”
.
“Iya, Ve. Maaf sudah membuat Ve khawatir”
.
“Tidak apa-apa, itu normal, Hiru”
.
~
.
Akhirnya mereka berdua sampai di depan
rumah, mereka berdua pun segera masuk ke dalam..
.
“Ve?” Tanya Hiru dengan serius..
.
“Ehh? Iya?”
.
“Apa Ve bisa menunggu di mobil, ada yang
harus Hiru lakukan di dalam!!”
.
“Ehh? Maksudmu?”
.
“Ve? Hiru merasakan ada sesuatu yang tidak
beres di dalam rumah, jadi Hiru ingin Ve diam di mobil untuk bersembunyi!!”
.
“Emangnya Hiru bisa tau kalau ada
bahaya?!! Terus kalau emang bisa tau, kenapa dulu waktu gue hampir dirampok,
dia gak tau?!!” Pikir Ve bingung..
.
“Tidak!! Ve akan terus bersama Hiru, terus
berada di samping Hiru apapun yang terjadi!! Ingat janji kita tadi!!”
.
“…..” Skakmat, Hiru kalah oleh Ve. Padahal
baru saja mereka membuat janji akan terus bersama apapun yang terjadi, tapi
Hiru sendiri yang mencoba mengingkarinya..
.
“Huuuhh..” Hiru menghelas nafas, “Baiklah,
Ve memang benar. Maafkan Hiru. Apapun yang terjadi, kita akan bersama, kan?
Karena Hiru teman Ve, Hiru sahabat Ve. Dan Ve adalah harta yang paling berharga
untuk Hiru!!”
.
Mereka berdua pun masuk secara
mengendap-endap, tentu saja Ve juga sudah memerintah supirnya tadi untuk diam
di dalam mobil. Setelah masuk, di ruang tamu tidak ada yang aneh. Di ruang
keluarga..
.
‘DEG..’
.
“!!!!!”
.
“AYAH!! IBU!! KAKAK!!” Teriak Ve terkejut.
Di ruang keluarga sudah ada beberapa orang yang tidak Ve kenal, dan keluarganya
sedang terikat di kursi dengan mulu tersumpal..
.
“!!!!!”
.
“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!! LEPASKAN
MEREKA!!”
.
“Akhirnya kau datang juga!!”
.
“!!!!!”
.
“TU.. TUAN..!!?”
.
“TUAN?!!” Pikir Ve terkejut sambil melirik
Hiru. Tapi saat dia melirik Hiru, dia bisa merasakan jika Hiru ketakutan dan
panik. Dia melihat tubuh Hiru menegang kaku dan terlihat bulir keringat di
wajahnya yang tampan itu..
.
“Hiru, siapa mereka?!! Kamu kenal
mereka?!!”
.
“Hiru?”
.
“Tu.. an..!!? Apa yang tuan lakukan..
disini?!!” Tanya Hiru bergetar..
.
“Jadi.. orang ini adalah tuan Hiru
sebelumnya?!! Orang yang udah buat Hiru sengsara?!! Dan Hiru ketakutan?!!
Kenapa bisa?!!”
.
“Hiru.. Nama apa itu? Itu bukanlah namamu.
Namamu adalah Andre. Ayo, kemarilah, datangilah aku, Andre!!”
.
“…..”
.
“SIAPA KAU?!! APA YANG KAU INGINKAN DARI
HIRU?!! APA YANG KAU INGINKAN DARI KAMI?!!”
.
“Siapa aku tidaklah penting untuk sekarang
ini, tapi aku berbaik hati akan memberitahu namamu karena kau sudah merawat
Andre. Namaku adalah Rian, aku adalah tuannya Andre. Dan aku pikir kau tau
kebenarannya tentang Andre!!”
.
“DIA BUKAN ANDRE, TAPI DIA ADALAH HIRU!!”
.
“Baiklah, terserah bagaimana kau
memanggilnya. Bagiku dia adalah Andre, sebuah mesin pembunuh yang bernyawa!!”
.
“MESIN PEMBUNUH.. KATAMU?!!”
.
“Andre? Aku tidak tau bagaimana kau bisa
bertahan selama ini, tapi aku pikir karena mereka semua, terlebih lagi wanita
cantik itu. Tapi apa kau sudah lupa, tujuanmu datang kesini? Tepatnya
mendatangi keluarga ini?”
.
“TIDAK!! AKU TIDAK MAU MENGINGATNYA!!”
.
“Hooo? Kau tidak mau mengingatnya, Andre?
Kenapa? Sepertinya di hatimu saat ini banyak sekali bunga yang bermekaran dan
juga pelangi yang indah, bukan? Ve? Aku beritahu kebenaran tentang kedatangan
Andre”
.
“BAGAIMANA KAU TAU NAMAKU?!!”
.
“Itu tidak penting, yang penting adalah
apa yang akan aku katakan selanjutnya. Ve? Andre datang pada keluargamu adalah
karena perintahku. Untuk apa? Untuk membunuhmu dan keluargamu!!”
.
“A.. A.. APA.. KATA.. MU?!! MEMBUNUH..
KAMI?!!” Detak jantung Ve seketika meningkat, darahnya mengalir cepat, bulu
kuduk berdiri, keringat dingin mengucur deras, perasaan tegang pada tubuhnya
membuat dirinya hanya diam saja. Dia terkejut dengan pernyataan Rian tentang
kedatangan Hiru..
.
“KE.. KENAPA KAU TEGA MELAKUKAN.. ITU PADA
KAMI?!!”
.
“Hanya dendam kecil, aku kembali mendengar
nama ayahmu. Dan saat aku mendengar nama ayahmu, apa yang ayahmu lakukan padaku
dulu kembali aku ingat. Hal yang aku ingin lupakan tetapi tidak bisa aku
lakukan!! Yaitu mempermalukanku di depan murid sekolah ketika kami duduk di
bangku SMP!!”
.
“HANYA ITU KAU INGIN MEMBUNUH KELUARGAKU?!!”
.
“Ya, kenapa memangnya? Kau keberatan? Ini
adalah jalan yang aku pilih, dan hukum alam berlaku dimana-mana. Dimana yang
kuat menindas yang lemah!!”
.
“HENTIKAAANN!! HUAAA!!” Teriak Hiru..
.
“HIRU?!!” Teriak Ve sambil mencoba
menenangkan Hiru. Tapi Hiru malah berontak seperti kesakitan pada kepalanya..
.
“HENTIKAN!! AKU MOHON JANGAN LAKUKAN ITU!!
PERGI DARI PIKIRANKU!! PERGIII!!”
.
“HIRUUU!! TENANGLAH HIRU!! VE DISINI!!”
.
“HUAAA!!”
.
“Andre..”
.
“!!!!!” Hiru langsung saja berhenti
berteriak dan langsung terdiam ketika tuannya memanggil namanya..
.
“Bagus, anak baik. Sekarang, bunuh wanita
itu!! Cepat ikuti perintahku!!”
.
“Ve..!!”
.
“Hiru!!?”
.
Hiru pun bangkit, lalu dia
berjalan kearah Rian dengan tertunduk..
.
“Baiklah, kau ingin membunuh
keluarga Ve dulu? Itu tidak masalah untukku”
.
Sambil berjalan, Hiru
melepaskan syalnya dan memasang di kepalanya..
.
‘SRRT..’
.
“Syal itu lebih baik kau
buang saja!! Jika kau sudah membunuh mereka semua, akan aku berikan syal yang
baru dan lebih bagus dari syal itu!!”
.
“Apa.. Hiru boleh.. meminta
yang lain?”
.
“HIRU!!? TI.. TIDAK!! JANGAN
LAKUKAN ITU, HIRU!! VE MOHON!!” Teriak Ve sambil menangis. Tentu saja Ve tidak
rela jika Hiru pergi meninggalkan Ve, padahal Ve sudah terlanjur sayang pada
Hiru..
.
“Siapa Hiru? aku tidak kenal
siapa orang itu!!”
.
“Apa.. Andre boleh.. meminta
yang lain?”
.
“Anak baik. Tentu saja!! Akan
aku beri apapun yang kau inginkan jika kau membunuh mereka semua!!”
.
“Apapun? Apa Andre bisa menjamin
itu, tuan? Menjamin ucapan tuan?”
.
“Ya, aku cukup kehilangan
dirimu, Andre. Jadi kali ini akan aku berikan apapun yang kau mau selama kau
mau menuruti perintahku dan mengerjakannya dengan lancar sampai berhasil!!”
.
“Baiklah kalau begitu…..”
Ucapan Hiru tidak selesai..
.
‘BUK..’ Tiba-tiba Hiru
meninju perut Rian dengan sangat kuat, tentu Rian tidak menduga hal itu akan
dilakukan ‘budak’-nya itu..
.
“EHK!!”
.
“ENYAHLAH KAU DARI SINI, DAN
JANGAN MENGANGGU KELUARGA VE LAGI!!”
.
“BOSS!!”
.
“HIRU!!?”
.
‘CKLEK.. DOR.. DOR..’ Hiru
dengan cekatan meraih pistol milik Rian, dan dia tembaki seluruh anak buah Rian
dengan akurat dan cepat. Latihan yang diberikan Rian ternyata akan dia gunakan
sendiri untuk membunuh anak buah Rian..
.
Setelah Hiru mengalahkan
semuanya, dia pun segera melepaskan ikatan pada keluarga Ve. Keluarga Ve yang
ketakutan langsung berlari menuju Ve yang sedang duduk diam ketakutan setelah
melihat ‘aksi’ yang ditampilkan Hiru..
.
‘CKLEK..’
.
“Sekarang, apa yang harus aku
lakukan padamu, tuan?”
.
“Hei.. A.. Andre? Kau tidak
akan membunuhku, kan? Aku tuanmu, aku yang memberi kehidupan untukmu, aku yang
menemukanmu”
.
“Tidak, justru sebaliknya.
Kau yang merenggut kehidupanku, kau memperalatku seperti mainan!! Aku tidak
bisa memaafkan perbuatanmu padaku!! Memang aku tidak menyangkal jika kau
merawatku, tapi kau merawatku sambil menyiksa diriku!! Tidak seperti Ve dan
keluarganya, mereka merawatku dengan tulus. Mereka juga memberikan apapun yang
aku minta, dan mereka baik padaku!!”
.
“HENTIKAAANN!!”
.
“Ve!!?”
.
‘BUK..’ Hiru langsung
menendang kepala Rian dengan kuat hingga Rian tak sadarkan diri. Lalu dia
berjalan kearah Ve dan keluarganya. Tapi saat dia mendekat, keluarga Ve
tiba-tiba ketakutan. Mereka meringkuk saling berpelukan..
.
“JA.. JANGAN MENDEKAT!!”
.
“Kak.. Gani? Ini.. Hiru.
Semuanya? Kalian.. kenapa?”
.
“Hiru.. Hiru.. Pe.. Pergi
kau!!” Perintah Ve tanpa Hiru duga. Tentu saja Hiru terkejut dengan ucapan Ve
itu..
.
“Pergi? Ma.. maksudnya.. Ve?”
Tanya Hiru bingung sambil tersenyum terpaksa..
.
“PERGI KAU, MESIN PEMBUNUH!!”
Teriak VE lantang..
.
‘DEG..’ Hiru tidak menyangka
Ve akan berkata seperti itu, dirinya masih tidak percaya jika Ve mengusirnya.
Dalam dirinya dia bertanya-tanya penyebab dia di usir oleh Ve..
.
“Hi.. Hiru salah apa.. Ve?
Ke.. kenapa Hiru.. di usir?”
.
“PERGI KAU!!” Teriak Ve lagi.
Lalu Hiru tersadar masih menggenggam pistol Rian, dan dia langsung melihat ke
arah para bawahan yang sudah mati ditembak olehnya. Dan akhirnya dia mengerti
penyebab Ve berkata seperti itu, itu karena dia sudah membunuh orang dihadapan
Ve dan keluarganya. Hiru melakukan antara sadar dan tidak, satu-satunya yang
dia pikirkan saat itu adalah melindungi Ve dan keluarganya..
.
“A.. APA YANG SUDAH.. HIRU..
LAKUKAN..?!! HUAAA!!” Dia lihat tangannya yang bergetar. Memang benar perkataan
Rian jika dirinya sudah sering membunuh atas perintah Rian, tapi tidak pernah
dia merasakan hal seperti ini ketika sudah membunuh. Karena dia sudah terbiasa
membunuh di lingkungan yang keras, jadi dia mudah saja melakukan semua itu.
Padahal saat ini lingkungannya sudah berbeda jauh dengan lingkungan sebelumnya.
Jangankan membunuh, ada orang yang berkelahi biasa pun mereka sudah cukup
ketakutan..
.
‘DOR..’
.
“EHK!!”
.
‘DOR.. DOR.. DOR..’
.
“Ve..”
.
“Hi.. Hiru..!!?”
.
‘BUK..’ Hiru jatuh terbaring
dihadapan Ve dan keluarganya dengan 4 luka tembak di punggungnya. Darah
mengalir deras dan mewarnai lantai yang putih bersih itu..
.
“HIRUUU!!”
.
“Dasar bocah sialan!!” Gerutu
Rian yang hanya berpura-pura tak sadarkan diri. Dia raih pistol anak buahnya
yang tergeletak di sampingnya, dan dia tembak Hiru..
.
“Dasar budak tak berguna!! Baiklah,
akan aku bunuh kalian dengan tanganku sendiri!!”
.
‘CKLEK..’
.
“Selamat tinggal..”
.
“TIDAAAKK!!”
.
‘DOR.. DOR.. DOR.. DOR..’
.
“!!!??”
.
“Aku pikir.. kau sudah..
mati.. Andre!!” Ternyata 2 tembakan Rian mengenai tubuh Hiru yang bangkit
tiba-tiba, begitu juga Hiru yang sempat menembak Rian dengan 2 tembakan..
.
“…..”
.
“Hmm.. Andre, kau memang
benar-benar hebat!! Aku.. bangga padamu.. Andre!!” Ucap Rian sambil tersenyum
senang..
.
‘BUK..’ Rian dan Hiru pun
jatuh bersamaan setelah saling menembak..
.
“HIRUUU!!” Ve langsung
bangkit dan menghampiri Hiru. Dia memangku tubuh Hiru yang sudah berlumuran
darah..
.
“BERTAHANLAH, HIRU!! VE
MOHON!! MAAFKAN VE MAAFKAN VE MAAFKAN VEEE!!”
.
“Ve..” Lirih Hiru lemah..
.
“TEKAN LUKANYA, VE!!” Teriak
Gani sambil menekan luka tembak Hiru menggunakan bajunya, Ve pun membantu sang
kakak sebisa mungkin..
.
“UHUK!! UHUK!!”
.
‘TAPS..’ Hiru menahan lengan
Ve yang membantu sambil menggelengkan kepalanya..
.
“KAMU DIAM SAJA, HIRU!!”
.
“Ve? Maafkan.. Hiru..”
.
“!!!!!”
.
“JANGAN BANYAK BICARA!!”
.
“Hiru sudah.. membuat Ve
marah, maafkan Hiru. Hiru memang tidak pantas berada di.. tengah keluarga yang
sangat baik hati ini, kalian seharusnya.. tidak menerima Hiru. Hiru hanya lari
dari kenyataan, Hiru tidak menerima.. siapa Hiru yang sebenarnya. Hiru menutup
telinga, mulut, dan mata Hiru.. sendiri!!”
.
“VE BILANG JANGAN BANYAK
BICARA!! HIKS.. HIKS..”
.
“BUKAN!! HIRU TIDAK SALAH!!”
.
Hiru menyeka air mata Ve,
tapi wajah Ve terkena darahnya sendiri. “Maaf, Ve. Darah Hiru ada di wajah Ve”
Ucapnya lemas. Ve pun menahan lengan Hiru agar terus berada di pipinya..
.
“DINGIN!!” Ve merasakan
lengan Hiru yang mendingin di pipinya, dia lihat kearah tubuh Hiru, dan darah
sudah benar-benar memenuhi sekitar. Bahkan bajunya dan kakaknya sudah
berlumuran darah, Hiru sudah banyak kehilangan darah..
.
“DARAH HIRU!!”
.
“Ve.. Dingin..”
.
“KAKAK!! HENTIKAN
PENDARAHANNNYA, KAK!!” Tangis Ve..
.
“KAKAK SEDANG BERUSAHA
DISINI!!”
.
“Terima kasih Ve, Hiru..
sangat bahagia!! Hiru teman Ve, Hiru.. sahabat Ve. Dan Ve adalah harta yang
paling berharga untuk.. Hiru!!”
.
“!!!!!” Hiru menutup matanya
perlahan, lengannya yang sedang digenggam Ve melemas dan jatuh..
.
“HIRU!! HIRUUU!!
BERTAHANLAH!! VE MOHON!!” Tapi Hiru tidak menjawab. Gani pun tidak merasakan
lagi detak jantung Hiru, Hiru sudan meninggal karena karena kehabisan darah.
Tubuhnya yang kekurangan banyak darah dengan cepat berubah menjadi dingin..
.
“HIRU!! JANGAN PERGI!! JANGAN
TINGGALKAN VE!! BAGAIMANA JANJI KITA?!! HIRU MENGINGKARI JANJI ITU!! HIRU JAHAT
HIRU JAHAT HIRU JAHAAATT!! HIRU PEMBOHONG!!” Tangis Ve..
.
“HIRU!! VE SAYANG HIRU!! VE
AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK HIRU, TAPI BANGUNLAH, HIRU!! VE MOHOOONN!!”
.
“HIKS.. HIKS.. HIRUUU..!!”
.
‘CUP..’ Ve mencium mengecupkan
bibir hangatnya pada bibir Hiru yang dingin dan penuh darah beberapa lama.
Dirinya nyaman dengan posisi ini meskipun terkadang ada sedikit darah yang
sengaja dia telan..
.
“SIAAALL!!” Geram Gani sambil
menangis. Tentu dia sangat kecewa karena dirinya tidak bisa menghentikan
pendarahan Hiru, padahal dia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk
menghentikan pendarahan..
.
“Sayang..” Lirih sang ibu
yang sedari tadi hanya terdiam bersama suaminya sambil menyaksikan 2 anaknya
yang sedang berusaha menyelamatkan Hiru. Mereka berpikir percuma juga membawa
Hiru, sudah terlambat. Yang mereka lakukan hanyalah memanggil ambulan dan pihak
berwajib ke rumah mereka..
.
“IBU!! HIRU..!! DIA.. DIA..!!
HIKS.. HIKS..”
.
“Iya sayang, ibu tau!!
Maafkan ibu dan ayahmu ini, sayang!!”
.
***
.
Acara pemakaman Hiru pun
akhirnya selesai, tidak banyak yang datang karena Hiru adalah orang asing.
Hanya teman kelas Hiru yang datang, Kinal, dan tentunya keluarga Ve. Ada juga
beberapa polisi yang meminta ayah dan ibu Ve untuk keterangan Hiru. Sedangkan
Ve masih terdiam di samping Kinal..
.
“Ve?” Lirih Kinal pada
sahabatnya yang berada di sampingnya. Ve langsung memeluk sahabatnya itu dan
kembali menangis..
.
“Hmm.. Ve? Ada gue, lu gak
perlu takut dan sedih karena gue akan ada di samping lu terus. Kalau lu takut
dan sedih, datangi gue, dan bagi kesedihan lu ke gue!!” Ujar Kinal..
.
“HIRU, NAL!! HIRUUU!!”
.
“Iya, gue tau!! Tapi itu baru
beberapa bulan, lu masih punya banyak waktu buat buka lembaran baru. Sama
halnya waktu lu ketemu Hiru, lu pasti buka lembaran baru buat lu dan Hiru!!
Sekarang pun sama, Ve. Lu harus mau dan berani buka lembaran kehidupan lu yang
baru. Lembaran lama, biar lu simpan di tempat khusus!!”
.
“…..” Ve terdiam mencerna
perkataan Kinal. Dan memang benar jika dia harus membuka lembaran hidup yang
baru dan membuat judul yang berbeda. Dia harus bisa berubah dan kembali seperti
awal sebelum bertemu Hiru dengan yang lebih baik. Dengan kepercayaan sahabat
dan keluarganya, dia harus berani meski hatinya sudah terlebih dulu terkubur
dalam perasaan Hiru yang sesaat itu..
.
“Kehidupan Hiru cuman sesaat,
yah, Nal? Bagi gue sih sesaat, soalnya gue baru bertemu beberapa bulan!!”
.
“Ya, gue tau itu dan gue juga
ngerti apa yang lu rasakan sekarang ini, Ve. Dan apa yang Hiru bilang itu
benar, lu itu adalah harta yang berharga banget, Ve!! Buat gue, Hiru, dan
keluarga lu tentunya. Dan gue yakin masih banyak lagi yang anggap diri lu itu
harta yang berharga!! Jadi, jaga diri lu buat orang-orang di sekitar lu!! Lu
gak usah khawatir Hiru, karena Hiru udah ada di hati dan pikiran kita untuk
selamanya walau pertemuannya cuman sesaat!!” Jelas Kinal pada Ve..
.
“Gue bangga dan bahagia punya
sahabat kayak lu, Devi Kinal Putri!!”
.
“Ahhh.. Gue gitu loh, sahabat
terbaik di dunia buat siapapun!! Hehehe..”
.
“Dasar lu!!” Ve kembali ceria
oleh sahabatnya itu. Pertemuan sesaat dengan Hiru mewarnai kehidupan Ve yang
pemalu dan pendiam. Saat dia bertemu Hiru, sifat utamanya itu seakan dikubur
paksa oleh perasaannya pada Hiru..
.
“Hiru? Berkat Hiru, Ve bisa
mengerti kehidupan Ve yang sebenarnya. Ve adalah harta yang paling berharga
untuk Hiru. Karena ucapan Hiru itu, Ve akan menjadi harta yang paling berharga
untuk semua orang. Terima kasih karena sudah datang untukku, Hiru!! Lagipula Ve
tidak perlu khawatir tentang janji itu, karena Ve percaya jika Hiru akan selalu
ada dan menempel bersama Hiru!!”~~~~~
Thursday, April 7, 2016
-
Tuesday, April 12, 2016
No comments:
Post a Comment